Home / Inovasi / Solusi Bagi yang Sakit dan Alergi

Solusi Bagi yang Sakit dan Alergi

Telur Asin Rasa Udang (Herbal)

 

Telur asin, bagi mereka yang menyukainya tapi mengidap penyakit-penyakit tertentu, bak makan buah simalakama. Tapi, Ambar memberikan solusinya dengan “menciptakan” telur asin yang sehat

 

Telur asin rasa udang ini lebih enak dan gurih, serta warna kuningnya merah ranum

 

e-preneur.co. Siapa pun mengetahui jika telur asin itu lezat. Tapi, di satu sisi, lauk ini akan terasa membosankan, jika rasanya hanya asin. Di sisi lain, telur yang berwarna biru pucat ini akan menjadi buah simalakama bagi mereka yang menyukainya, namun sedang terganggu kesehatannya. Karena, seperti diketahui, telur mengandung kolesterol dan lemak tinggi yang berbahaya bagi para penderita penyakit hipertensi, kolesterol tinggi, atau asam urat.

Namun, Ambar Turatminah tidak kekurangan akal. Pengusaha telur dari Cilincing, Jakarta Utara, ini pada sekitar tahun 2003–2004 dan dengan modal Rp1 juta, berinisitif membuat telur asin rasa udang.

Kebetulan, di lingkungan rumahnya banyak terdapat udang. Terutama, limbahnya (kulit dan kepala udang, red.). Dan, para peternak bebek di wilayah itu, sering memberi makan binatang peliharaan mereka berupa makanan bebek bercampur dengan limbah udang.

“Sebenarnya, telur asin rasa udang ini merupakan hasil eksperimen Helmy, dari Suku Dinas (Sudin) Peternakan Jakarta Utara. Ternyata, hasilnya, telur asin itu lebih enak dan gurih, serta warna kuningnya menjadi merah ranum. Lebih dari itu, tidak terlalu asin,” kisah Ambar, yang memulai bisnisnya pada tahun 2000 dengan menjual Telur Puyuh.

Telur asin rasa udang ini, ia menambahkan, diproses dengan cara yang sama dengan pembuatan telur asin. Sedangkan rasa udangnya, muncul secara alamiah atau berasal dari telur yang dihasilkan bebek, yang memakan campuran limbah udang.

“Berdasarkan uji lab di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Institut Pertanian Bogor, telur asin rasa udang mengandung protein, kalsium, dan betakarotine lebih tinggi daripada telur asin biasa. Selain itu, juga mengandung omega-3, fosfor, zat besi, dan vitamin,” ungkap kelahiran Purworejo, Jawa Tengah, ini.

Awalnya, ia hanya memproduksi 50 butir yang dijajakan secara door to door. “Modalnya Rp50 ribu, lakunya Rp10 ribu. Tapi, saya tetap semangat. Hingga, akhirnya, muncul perkembangan menggembirakan yaitu saya bisa mengikuti berbagai pameran secara gratis atas rekomendasi Sudin setempat atau sharing dengan teman-teman. Melalui pameran-pameran itulah, saya mendapat pesanan hingga ke Tangerang, Cirebon, dan sebagainya dengan kuantitas 300–400 butir per hari dan harga per butirnya Rp2.500,-,” tutur Ambar, yang rutin mengirimkan telur-telur asin rasa udangnya ke Malaysia.

Dalam perkembangannya, dengan hasrat ingin lebih maju lagi, dengan modal Rp2 juta, sarjana D-2 jurusan matematika Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama di Purworejo ini, membuat telur asin rasa udang herbal. Caranya yaitu dengan menambahi telur asin rasa udang tersebut dengan Teh Hijau, Akar Alang-alang, Daun Salam, dan Daun Dewa.

Pada dasarnya, proses pembuatannya sama saja dengan telur asin rasa udang. Tapi, setelah itu, telur dibalut dengan tanah yang telah dicampur dengan rebusan tumbuh-tumbuhan tersebut di atas.

“Pola pikir saya mengatakan bahwa kalau garam saja bisa menembus kulit telur, kemungkinan herbal pun bisa. Faktanya, memang begitu. Rasanya juga enak kok,” ujar peraih juara kedua dalam Produk Unggulan se-Jakarta Utara (tahun 2005), juara satu UKM Berprestasi (tahun 2006), dan juara harapan dua UKM Berprestasi se-DKI (tahun 2007) ini.

Dan, berdasarkan uji lab, telur asin rasa udang herbal memiliki kandungan kalori, protein, dan betakarotine lebih tinggi ketimbang telur asin rasa udang. Selain itu, kandungan lemaknya cuma 7,19 (kandungan lemak pada telur asin rasa udang 13,6, red.).

“Nah, kandungan lemak yang rendah inilah yang membuat para penderita hipertensi aman mengonsumsinya,” ungkap Ambar, yang juga “mengujicobakan” telur asin rasa udang herbal ini kepada para penderita hipertensi. Telur asin rasa udang herbal ini dapat pula dikonsumsi penderita asam urat, kolesterol, dan lain-lain, tanpa dampak samping.

Sekadar informasi, bila telur asin biasa sangat terasa rasa asinnya. Pada telur asin rasa udang, rasa itu banyak berkurang. Dan, rasa asin itu semakin berkurang pada telur asin rasa udang herbal.

“Sedangkan untuk mereka yang alergi udang, tapi ingin mengonsumsi telur asin rasa udang, tetap bisa mengonsumsinya. Namun, tidak dalam jumlah banyak. Meski, udang yang terdapat pada telur asin ini merupakan hasil olahan pencernaan si bebek. Sehingga, tidak murni lagi,” jelasnya.

Namun, tidak berarti bisnis telur asin ini telah terbebas dari kendala. Dengan semakin diterimanya telur asin rasa udang oleh masyarakat luas, Ambar justru terkendala oleh ketersediaan bahan baku. Karena, jumlah peternak yang menghasilkan telur bebek rasa udang tidak banyak. Demikian pula, dengan jumlah bebeknya.

“Untungnya, hal itu sudah teratasi setelah saya menjalin kerja sama dengan Karya Makmur Jakarta Timur yang dipimpin H. Djarkasih, peternak bebek yang menghasilkan telur rasa udang,” kata Ambar, yang telah memasarkan ribuan butir telur asinnya, baik rasa udang maupun rasa udang herbal, ke seluruh Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, serta beberapa kota di Kalimantan. Selain itu, juga dapat dipesan antar minimal sebanyak 100 butir.

Kendala berikutnya muncul dari para pesaing, yang juga aktif berinovasi. “Saya tidak takut dengan persaingan. Karena, itu kan tergantung pada selera masing-masing konsumen,” kata Ambar, yang telur asin rasa udang herbalnya digemari konsumen dari Etnis Cina.

Selain itu, perempuan yang pernah membuka gerai di UKM Center, Tanah Abang, Jakarta Pusat, ini melanjutkan, telur-telur asin hasil karyanya mampu bertahan tujuh hari dalam suhu kamar dan 14 hari di dalam kulkas. “Juga sudah mendapat izin dari Kementerian Kesehatan,” pungkas Ambar, yang yakin bisnisnya ke depan akan sangat bagus. Sebab, masih sedikit pesaingnya.

Check Also

Cucian Bersih, Ekosistem Terjaga

Deterjen Minim Busa Isu ramah lingkungan membuat para pelaku usaha terus menggali ide untuk menciptakan …