Home / Senggang / LifeStyle / Interpretasi Keindahan Budaya Indonesia

Interpretasi Keindahan Budaya Indonesia

The Colours of Indonesia III: Mansion12

 

Salah satu bisnis yang tidak pernah mati yaitu properti. Terutama, yang menyangkut rumah tinggal vertikal atau lebih tepatnya, apartemen. Karena itu, ID12 mengadakan show unit bertemakan Mansion12

 

[su_pullquote]Mansion12 menginfusi unsur-unsur Indonesia, bukan hanya pada pattern, melainkan juga motif, aura, dan detil[/su_pullquote]

e-preneu.co. ID12 adalah 12 pemuda bangsa dengan profesi yang sama yakni desainer interior. Tahun ini merupakan tahun ke-11 kebersamaan mereka dan tetap solid.

Sebelas tahun merupakan waktu yang cukup panjang untuk membuktikan bahwa sebagai desainer interior papan atas Tanah Air, ID12 dapat menjaga kebersamaan, mempertahankan jejaring, sembari terus berkembang dan merebakkan karya inspirasi di tengah masyarakat.

Secara konsisten, ID12 memberi kontribusi dan pelayanan kepada masyarakat melalui sebuah karya kolaboratif dalam bentuk pameran dwi tahunan. Kali ini merupakan pameran ketiga dan diberi tajuk “The Colours of Indonesia III: Mansion12”.

“Memasuki tahun politik di mana kita mahfum bahwa sepanjang periode itu kebanyakan orang menahan diri untuk tidak berinvestasi pada rumah tinggal, bisnis ritel, dan lain-lain. Tapi, lain halnya dengan hunian apartemen. Menurut pengamatan ID12, salah satu jenis properti yang dalam situasi apa pun dapat terus berkembang yakni apartemen. Karena itu, tema show unit apartemen ini kami beri nama Mansion12,” kata Ary Juwono, The Chairman of The Colours of Indonesia.

Ia menambahkan, “Inspirasi utama Mansion12 yaitu menginfusi unsur-unsur Indonesia, bukan hanya pada pattern, melainkan juga motif, aura, dan detil pada show unit satu kamar, dua kamar, tiga kamar, dan marketing gallery hunian vertikal”.

Mansion12 terdiri dari marketing gallery bertema “The Sipirt of Sumba” yang dikerjakan oleh Ary. Ia terdorong untuk menciptakan atmosfir dalam nada kontras gelap terang, yang mengalirkan nada harmonis dengan pusat lampu gantung.

Berikutnya, “The Mystical Papua” yang digarap oleh Eko Priharseno dan Reza Wahyudi dengan gaya ekletik untuk apartemen satu kamar. Ispirasinya datang dari keindahan Raja Ampat dan Budaya Papua yang kental dan tegas, hingga melahirkan adaptasi desain kontemporer eksperimental.

Sementara “The Voyage of Borneo”, mengusung unsur kerajinan yang menjurus ke arah desain yang lebih artsy dan moderen. Desain interior untuk apartemen dua kamar ini merupakan signature style Prasetio Budhi, Yuni Jie, Sammy Hendramianto, dan Roland Adam.

Terakhir, “The Soul of Java” yang ditujukan untuk apartemen tiga kamar ini, lahir dari semangat berkolaborasi untuk memadukan gaya moderen klasik kolonial yang luxury dengan craftsmanship yang tinggi dari lima desainer. Keseharian Agam Riadi, Vivian Faye, Anita Boentarman, Joke Roos, dan Shirley Gouw yang kerap memadukan gaya klasik dengan gaya abad pertengahan, diterapkan dalam berbagai elemen interior dengan menjunjung Budaya Jawa.

Anda tertarik? Simak foto-foto cantik hasil jepretan TIm Muara Bagdja. Atau, kunjungi saja pameran yang berlangsung pada 14−25 September 2018 ini, yang bertempat di Atrium Senayan City, Jakarta.

[su_slider source=”media: 6473,6472,6471,6470,6468,6467,6463,6462″]

 

Check Also

Ketika Para Perantau Kangen dengan Kampung Halamannya

Bubur Samin Bubur Samin bukanlah makanan tradisional Solo, tapi menjadi menu takjil yang ikonik di …