Home / Celah / Akikah Lebih Mudah, Penjualan Kambing Lebih Banyak

Akikah Lebih Mudah, Penjualan Kambing Lebih Banyak

Cahaya Aqiqah

 

Prosesi akikah, biasanya akan menyedot waktu dan tenaga. Tapi, kini, dengan adanya layanan jasa akikah, maka proses tersebut menjadi lebih mudah dan praktis. Di sisi lain, pedagang kambing bisa memperluas penjualan dagangan mereka

 

[su_pullquote]Baik membeli kambingnya saja atau sekalian diolah, tidak dikenakan ongkos pemotongan. Bahkan, daging akan diantar ke alamat tujuan tanpa ongkos kirim[/su_pullquote]

e-preneur.co. sebagai salah satu bentuk rasa bersyukur atas kelahiran buah hati, dalam ajaran Islam, orang tuanya disunahkan untuk melakukan akikah (Arab: aqiqah, red.). Untuk itu, para orang tua akan menyembelih (biasanya) kambing sebanyak dua ekor untuk bayi laki-laki dan satu ekor untuk bayi perempuan.

Meski sunah (bila dikerjakan mendapat pahala, bila tidak dikerjakan tidak apa-apa, red.), tapi karena sunah muakad (sunah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan, red), maka bagi para orang tua yang mampu wajib melakukannya. Namun, mengingat akikah, boleh dikata, menyita waktu dan tenaga, banyak orang tua yang memilih menggunakan jasa akikah.

Pada satu sisi, jasa akikah membuat mereka yang akan melakukan akikah tidak perlu repot dan ribet. Sebab, jasa akikah menyediakan pelayanan mulai dari penyediaan kambing, penyembelihan, hingga pengolahannya. Bahkan, ada pula yang sampai ke penyalurannya atau penyelenggaraan acaranya. Di sisi lain, sebenarnya, jasa akikah merupakan salah satu upaya para pedagang kambing (juga domba) untuk tidak sekadar menjual hewan ternak ini.

Dalam perkembangannya, mereka yang bermain di bisnis akikah ini semakin banyak. Imbasnya, persaingan di antara mereka pun semakin ketat dan mengharuskan mereka untuk memberi pelayanan yang berbeda agar, setidaknya, bertahan dalam persaingan ini.

Seperti yang dilakukan Cahaya Aqiqah, yang terletak di kawasan Koja, Jakarta Utara. “Kami menawarkan fasilitas yang jarang diberikan oleh jasa akikah lain yakni layanan pengantaran langsung secara cuma-cuma ke yayasan-yayasan yatim piatu, bagi pelanggan yang ingin menyalurkan olahan daging kambing tersebut,” jelas Subairi, pemilik Cahaya Aqiqah.

Selain itu, ia melanjutkan, Cahaya Aqiqah tidak hanya melayani permintaan kambing akikah dari konsumen lokal, tapi juga menyanggupi jika ada konsumen dari mancanegara yang mau memakai jasanya. Seperti, pesanan dari Malaysia.

“Mungkin, karena di sana jasa akikah semacam ini belum ada atau masih jarang. Sehingga, kami berani mengambil peluang di sana dan ternyata hasilnya cukup bagus,” ujar Heri, sapaan akrabnya.

Diakuinya, tidak mudah membuka bisnis ini di negeri orang. Untuk itu, Heri memastikan memberi pelayanan yang tidak main-main. Ia berusaha menanamkan kepercayaan kepada para pelanggannya. Apalagi, kebanyakan daging hewan yang disembelih tidak dikirim ke alamat pelanggan, melainkan disalurkan langsung ke panti-panti sosial.

Pelanggan dari luar Indonesia tersebut akan mendapat bukti dokumentasi, berupa foto-foto mulai dari proses penyembelihan sampai penyalurannya. “Mereka biasanya melakukan pemesanan melalui telepon. Selanjutnya, mereka mempercayakan semua prosesnya kepada kami dan tinggal menunggu dokumentasi dari kegiatan tersebut,” jelasnya.

Di sisi lain, sistem ini ia tawarkan lantaran pelanggan dari luar Indonesia cenderung ingin menyalurkan langsung daging akikah mereka, tidak untuk dikonsumsi kalangan sendiri. Sebab itu, meski kantor Cahaya Aqiqah berada di Indonesia, pelanggan tetap bisa memantau perkembangan orderan mereka melalui website-nya.

Setelah pasar Malaysia berhasil digarap, berikutnya pasar Abu Dhabi. Untuk itu, Heri membuka kantor perwakilan di sana. “Saya pikir, potensi di sana juga besar. Jadi, saya mempersiapkan tenaga ahli yang bisa berbahasa Arab,” ujarnya, optimis.

Keberhasilan menggarap pasar mancanegara, tidak membuatnya melupakan potensi pasar dalam negeri. Heri pun membuka cabang di setiap kota besar di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi. Tujuannya, agar bisa menyentuh pelanggan di daerah.

Begitu pun, dengan area penyalurannya yang tidak hanya terbatas di Jabodetabek. “Dengan membuka cabang di beberapa kota besar, maka jangkauannya lebih luas lagi,” tambahnya.

Kini, setiap bulan, Cahaya Aqiqah menerima pesanan ratusan ekor kambing. Agar tidak kehabisan persediaan, secara rutin, Heri membeli kambing berbagai jenis dari para peternak.

“Di kandang saya di kawasan Kranji, Bekasi, selalu tersedia kambing yang bisa dipilih langsung oleh pelanggan kalau mereka mau datang ke sana. Semua jenis ada, kecuali Kambing Etawa. Jadi, kandang tidak pernah kosong. Selalu tersedia kambing sehat yang sesuai syariat untuk disembelih,” ucapnya.

 

Sementara untuk fasilitas lain, hampir sama dengan jasa akikah pada umumnya. Heri memberi pilihan paket harga yang bisa disesuaikan dengan budget pelanggan. Bagi pelanggan dengan anggaran minim bisa membeli kambingnya saja, tanpa diolah.

Namun, jika tidak ingin repot dan memiliki dana lebih bisa meminta sekaligus untuk dimasakkan tiga pilihan menu yakni gulai, sate, dan tongseng. “Untuk membeli kambingnya saja atau sekalian diolah, tidak dikenakan ongkos pemotongan. Bahkan, daging akan diantar ke alamat tujuan tanpa ongkos kirim,” pungkasnya, agak berpromosi.

 

Check Also

Banyak Peminatnya

Rental Portable Toilet Kehadiran toilet umum—terutama yang bersih, nyaman, wangi, dan sehat—menjadi salah satu kebutuhan …