Home / Celah / Tak Perlu ke Luar Negeri untuk Sepatu Keren dan Berkualitas

Tak Perlu ke Luar Negeri untuk Sepatu Keren dan Berkualitas

Sepatu kulit Pak Sis

 

Bila keuangan memungkinkan, bukan masalah jika Anda ingin membeli sepatu-sepatu bermerek internasional. Tapi, bila sebaliknya, jangan memaksakan diri. Siswanto sanggup membuatkan duplikatnya, dengan harga yang relatif terjangkau. Sehingga, konsumen puas, usaha pembuatan sepatu Pak Sis pun semakin mocer

 

e-preneur.co. Media, baik itu media cetak, media televisi, maupun social media mempunyai andil yang besar dalam mempengaruhi perkembangan model sepatu, khususnya. Dalam arti, sepatu-sepatu yang dipakai para selebriti dunia yang mereka tayangkan, sering dijadikan tolok ukur perkembangan model sepatu di tengah-tengah masyarakat.

Namun, tidak semua dari kita mampu memiliki sepatu-sepatu itu. Karena, selain diproduksi terbatas, harganya juga sangat mahal. Nah, celah ini coba ditangkap Siswanto, salah seorang pengrajin sepatu dan sandal di Jalan Sawo, Magetan, Jawa Timur.

Menurutnya, seorang pelaku usaha di bidang sepatu sebaiknya memiliki diferensiasi dalam mengemas produknya. Sehingga, dapat meningkatkan daya saing dan daya jual produk.

Siswanto, melalui pabrik sepatunya, kemudian menghadirkan sepatu-sepatu eksklusif. Maksudnya, sepatu buatannya yang diberi merek Figha tersebut tetap update dengan bahan-bahan yang sangat berkualitas.

Kami siap membuatkan sepatu sesuai keinginan konsumen

“Di Jalan Sawo ini, hanya saya yang secara eksklusif memproduksi sepatu dan sandal, baik untuk laki-laki maupun perempuan. Meski, saya dan pegawai-pegawai saya juga bisa memproduksi tas, dompet, dan kerajinan kulit lainnya. Tapi, saya memilih secara eksklusif memproduksi alas kaki dengan aneka model. Kami juga bisa membuatkan sesuai pesanan konsumen, asalkan ada gambar atau contohnya,” ungkap Siswanto, yang sudah puluhan tahun menjadi pengrajin sepatu kulit.

Membuat sepatu, ia melanjutkan, tidak mudah. Selain harus memiliki keahlian, juga harus memiliki jam terbang atau pengalaman dalam pembuatan sepatu. Semakin lama orang itu bekerja di pabrik sepatu, dipastikan ia akan memiliki speed dan hasil akhir yang sempurna.

Secara umum, ia menambahkan, proses pembuatan sepatu dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama, membuat bagian atas sepatu atau biasa disebut upper. Sedangkan bagian kedua, membuat bagian bawah atau yang kerap disebut bottom, seperti sol sepatu.

“Jika yang membuat sepatu sudah berpengalaman, maka tingkat kerapian dan finishing di upper maupun bottom nyaris sempurna. Jahitannya bisa lurus dan simetris,” ujar Siswanto, yang juga menjadi desainer model sepatu di pabriknya ini.

Untuk model sepatunya, Siswanto mengaku tidak kesulitan membuatnya. Boleh dikata, mau model apa pun, ia bisa membuat duplikasinya. Hal inilah, yang menjadi point plus pabrik sepatu ini. Bahkan, para konsumen yang tidak sreg dengan model yang ada di tokonya, bisa memesan sepatu sesuai dengan keinginan mereka.

“Lebih bagus lagi, kalau saat berkunjung ke toko, mereka membawa gambar sepatu yang diinginkan. Karena, jika sepatu yang mereka inginkan tidak ada, kami siap membuatkan sesuai dengan yang mereka inginkan,” katanya.

Saat ini, ia melanjutkan, pabriknya lebih banyak membuat sepatu-sepatu pesanan. Sebagian konsumen, ternyata lebih puas memesan sepatu sesuai keinginan mereka.

[su_slider source=”media: 5973,5971,5970″]

Untuk harganya, Siswanto menyesuaikan dengan model, bahan, dan tingkat kerumitannya. Semakin rumit dan banyak memerlukan aksesoris, harganya semakin melambung.

“Pada dasarnya, semua model sepatu itu sama dan sudah ada pakemnya. Yang sering berubah itu aksesoris, sol sepatu, dan bahannya. Di sisi lain, model sepatu itu selalu berputar. Tidak jarang, sepatu yang saat ini sudah dianggap jadul (jaman dulu), beberapa tahun kemudian akan naik daun lagi. Sementara model sepatu yang populer saat ini, belum tentu tahun depan masih disukai konsumen,” ujarnya.

Untuk bahan baku utama yang digunakan yakni Kulit Sapi, Siswanto mengambil langsung dari pengrajin atau penyamak kulit di Magetan. Karena, menurutnya, Kulit Sapi di daerah ini salah satu yang paling berkualitas.

“Malang, Semarang, Yogyakarta, dan beberapa daerah lain merupakan penghasil terbesar Kulit Sapi. Tapi, sekarang, sudah tutup. Hanya, di Magetan yang masih terus berjalan dari dulu hingga sekarang,” ucapnya.

Ukuran internasional untuk selembar kulit yakni 30 feet, sedangkan di Indonesia berlaku 28 feet. “Sepasang sepatu membutuhkan 2,5 feet. Harga kulit per feet sekitar Rp14 ribu−Rp15 ribu,” kata Siswanto, yang mampu memproduksi  100 pasang sepatu/hari yang notabene menghabiskan 250 feet Kulit Sapi.

Layaknya sebuah bisnis, yang tidak pernah bisa menghindari masalah. Bisnis pembuatan sepatu seperti yang dijalankan Siswanto pun demikian. Salah satu masalah tersebut yakni sumber daya manusia. Karyawan yang bekerja sama dengannya kerap membutuhkan waktu adaptasi yang lama, agar sepatu yang dihasilkan sempurna.

Berbeda dengan sisi pemasaran yang tidak memiliki masalah yang berarti. Sebab, selain dijual melalui tokonya, Siswanto juga sering mengirimkan sepatu pesanan konsumen hingga ke luar Jawa.

“Para konsumen di beberapa kota di Sulawesi, Sumatra, hingga Papua sering memesan sepatu di tempat kami. Karena, menurut mereka, kualitas sepatu buatan kami bagus dan tahan lama,” pungkas pria, yang mengakui jika prospek bisnis ini bagus, yang ia buktikan dari tiga toko sepatu yang dimilikinya dan puluhan orang yang bekerja padanya.

 

Check Also

Banyak Peminatnya

Rental Portable Toilet Kehadiran toilet umum—terutama yang bersih, nyaman, wangi, dan sehat—menjadi salah satu kebutuhan …