Home / Inovasi / Solusi untuk Amandel yang Membandel

Solusi untuk Amandel yang Membandel

Lamandel

 

Amandel yang meradang ibarat buah simalakama. Dalam arti, diambil melalui operasi berisiko, tidak diambil akan mempengaruhi daya tahan tubuh. Hingga, kemudian, hadir Lamandel yang memberi solusi agar amandel yang sakit itu bisa terus berfungsi sebagaimana mestinya

 

[su_pullquote]Konsep kerja Lamandel yaitu membentuk dan meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh secara bertahap[/su_pullquote]

e-preneur.co. Apa penyakit yang paling sering diderita oleh anak-anak? Radang amandel! Itu jawabannya.

Untuk mengatasi penyakit ini, para dokter biasanya hanya memberi antibiotika atau obat penurun panas. Tapi, karena radang amandel sering kambuh, maka pemakaian antibiotika akan dilakukan berulang-ulang kali.

Penggunaan antibiotika yang berulang-ulang hingga cenderung berlebihan ini, seiring berjalannya waktu, memunculkan kekuatiran tersendiri di kalangan orang tua pasien anak-anak itu.

Selain itu, guna mengatasi radang amandel, dunia kedokteran juga selalu merekomendasikan operasi. Tapi, banyak orang tua pasien yang menolak rekomendasi ini dengan berbagai alasan.

Pertama, operasi amandel dinilai berisiko. Kedua, tidak semua orang tua pasien mampu secara financial. Mengingat, operasi amandel membutuhkan biaya yang cukup tinggi.

“Berkaitan dengan hal-hal tersebut di atas, kami mencoba mencarikan solusi dengan menghadirkan Lamandel. Lamandel yang merupakan kependekan dari lawan amandel ini merupakan produk jamu atau obat herbal, yang terbuat dari temulawak, Daun Pegagan, dan Daun Pecut Kuda,” jelas Annas Ahmad, yang bertindak sebagai marketing dalam bisnis keluarga yang mengusung nama usaha Herba Bagoes ini.

Berbeda dengan antibiotika yang daya kerjanya langsung menyerang ke penyakitnya, sehingga menimbulkan efek samping berupa menurunnya daya tahan tubuh pasien, konsep Lamandel justru membentuk dan meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh secara bertahap. Di samping itu, sebagai obat herbal, Lamandel aman dikonsumsi untuk jangka panjang. Asalkan, digunakan sesuai dosis/aturan.

Lamandel juga dapat digunakan sewaktu-waktu (saat radang amandel kambuh, red.) dan dihentikan penggunaannya sewaktu-waktu (saat gejala sakit mereda, red.). Hal ini, tentu berbeda dengan antibiotika yang harus dikonsumsi sampai habis, sekali pun gejala sudah mereda.

“Lamandel bisa dikategorikan alternatif pengobatan radang amandel,” kata sarjana teknik elektro dari Universitas Brawijaya, Malang, ini.

Operasi amandel, ia melanjutkan, seharusnya baru dilakukan dalam kondisi darurat. Mengingat, amandel bukanlah penyakit, melainkan organ tubuh yang berfungsi sebagai filter dengan tugas menangkap bakteri, kuman, dan virus yang akan masuk ke dalam tubuh melalui mulut.

“Jadi, kalau dioperasi, kita justru akan kehilangan salah satu filter tubuh. Dan, hal ini, akan menjadi bumerang bagi tubuh. Apalagi, dari beberapa riset diketahui bahwa operasi amandel, secara prosentase, tidak memberi efek apa pun. Dalam arti, penderitanya tetap gampang sakit,” tambahnya.

Untuk itu, jalan satu-satunya yaitu dengan menjaga amandel yang sakit itu agar bisa terus berfungsi sebagaimana mestinya. “Dan, Lamandellah yang membantu mengembalikan amandel yang sakit tersebut kepada fungsi semestinya. Begitu, harapan kami,” ujar kelahiran Malang, 18 Januari 1981 ini.

Lamandel mulai diproduksi pada tahun 1996. “Awalnya, orang tua saya masih membuatnya secara tradisional di sebuah rumah bersalin di Malang. Sebelum melangkah ke tahap produksi, mereka melakukan ‘riset’ terhadap 1.000–2.000 pasien anak-anak. Ternyata, hasilnya bagus,” kisahnya.

Kini, Lamandel dikemas dalam dua bentuk. Pertama, kemasan praktis atau berbentuk sachet. Dalam satu boks berukuran 120 gr, berisi 12 sachet. Kedua, kemasan ekonomis atau dalam kemasan botol dengan ukuran 200 gr untuk 20 kali minum.

Dari bisnis keluarga yang berlokasi di Malang dengan luas pabrik 2.000 m² dan mempekerjakan sekitar 20 karyawan ini, dihasilkan hampir 2 ton Lamandel setiap bulannya yang semuanya diserap pasar. Jumlah ini masih kurang dari kebutuhan pasar. Karena itu, saat ini, mereka sedang meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi permintaan itu.

Sekadar informasi, Herba Bagoes tidak hanya memproduksi Lamandel, tapi juga 40 produk herbal lainnya. Semua produk tersebut halal serta telah mengantongi sertifikasi BPOM dan sertifikat-sertifikat pendukung lainnya.

Sementara berkaitan dengan konsumen yang disasar, Lamandel menyasar anak-anak dari keluarga kelas menengah. Mengingat, biasanya, keluarga-keluarga ini lebih teredukasi dan lebih peduli pada kesehatan. Dan, hanya masyarakat yang peduli kesehatan yang berpindah ke produk alami.

Sebaliknya, bagi keluarga-keluarga yang belum memahami bahayanya antibiotika tentu akan lebih memilih pengobatan dokter. “Inilah kendala kami. Karena, belum semua lapisan masyarakat terangkul, kendati harga Lamandel terbilang terjangkau,” ucapnya.

Selain itu, Lamandel lebih menyasar etnis Tionghoa. Sebab, jamu atau tanaman obat familiar di kalangan etnis ini. “Di Indonesia, jamu sebenarnya juga sudah diformulasikan sejak dulu kala. Tapi, masyarakat kita belum bisa sepenuhnya menerima produk berlabel jamu. Sampai, ada yang menyarankan agar tidak menggunakan istilah jamu. Karena, berkonotasi tradisional. Dan, itu kendala kami yang lain,” ungkapnya.

Prospeknya? “Bagus. Karena, radang amandel bisa menyerang siapa pun. Selain itu, selama anak-anak masih ada, maka penyakit ini masih akan terus ada. Sehingga, obat seperti Lamandel juga akan terus dibutuhkan. Apalagi, boleh dikata, sampai sekarang, Lamandel yang pertama dan masih satu-satunya,” katanya.

Namun, tidak berarti, berhenti sampai di situ. Ke depan, Herba Bagoes akan menjalin kerja sama dengan mitra. “Sekarang, kami telah mempunyai 500 jaringan distribusi yang tersebar di seluruh Indonesia, yang akan terus kami kembangkan. Sehingga, semakin banyak yang menggunakan Lamandel,” pungkasnya. Lamandel dijual dengan sistem keagenan dan distributor, tapi bagi konsumen di Jakarta dapat membelinya langsung ke jaringan Apotik K24 atau jaringan Apotik Roxy.

 

Check Also

Cucian Bersih, Ekosistem Terjaga

Deterjen Minim Busa Isu ramah lingkungan membuat para pelaku usaha terus menggali ide untuk menciptakan …