Home / Senggang / LifeStyle / Peluang Seluas Alam Pada Produk Adventure

Peluang Seluas Alam Pada Produk Adventure

Cozmeed

 

Kembali ke alam. Begitulah gaya hidup kalangan eksekutif muda Indonesia, sejak beberapa waktu lalu. Sekali pun melakukan kegiatan menantang alam, tapi mereka tidak menanggalkan unsur fashion yang tampak dari pakaian, asesoris, dan sebagainya yang mereka kenakan

 

[su_pullquote]Cozmeed, selain selalu menggunakan bahan-bahan yang berkualitas, juga unggul dari sisi desain dan fungsi, serta mengutamakan warna yang eye catching[/su_pullquote]

e-preneur.co. Adventure adalah sebuah petualangan hidup. Tepatnya, petualangan bagi mereka yang menyukai tantangan, meng-explore diri dengan kegiatan-kegiatan yang menantang.

Dalam perjalanannya, menggeluti berbagai aktivitas yang mengaduk-aduk adrenalin ini juga bagian dari gaya hidup sekelompok orang tertentu. Dan, hal ini, bagi pelaku bisnis yang jeli merupakan peluang bisnis yang layak ditangkap. Seperti, yang dilakukan Budi Santoso, owner dan pendiri Cozmeed.

Apalagi, hingga saat ini, belum banyak pemain yang terjun di bisnis busana dan perlengkapan kegiatan yang berhubungan dengan adventure ini. Menurut Budi, yang aktif hanya sekitar 5–6 pemain untuk 250 juta market di Indonesia alias masih sangat sedikit.

Pada tahun 2000, Budi membangun bisnis yang bergerak di bidang ritel yang diberinya nama Toko Cartenz (baca: Cartenz, red.). Cartenz menjual produk dan perlengkapan untuk berkegiatan di alam bebas dari berbagai brand.

Delapan tahun kemudian, dengan modal awal Rp270 juta, ia memproduksi Cozmeed, sebuah produk adventure yang menawarkan beberapa tipe produk, di antaranya tas dan jaket. “Tapi, saat itu, kami masih menggunakan merek Cartenz,” kisahnya.

Seiring dengan berjalannya waktu, pada tahun 2010, merek Cartenz diganti menjadi Cozmeed. Pertimbangannya, ingin mengkonsentrasikan nama Cartenz hanya sebagai nama toko.

Sekadar informasi, Cozmeed merupakan kependekan dari kalimat: because we meet. “Dari situ, kami mengambil tagline: Partner in Adventure. Kami berharap, Cozmeed dapat diterima masyarakat di setiap petualangan mereka,” jelas sarjana teknik dari Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, ini.

Cozmeed menyediakan dua kategori produk yaitu fashion dan backpack. Untuk fashion dibagi menjadi dua kategori lagi yaitu pertama, jaket ekstrim (windproof & waterproof) yang digunakan untuk kegiatan ekstrim, seperti rock ice, power extreme, voza, dan sebagainya. Kedua, jaket softshell yang digunakan untuk kegiatan non ekstrim. Tipe-tipe jaket ini, di antaranya Buluselero, Kerinci, 3’466C, dan lain-lain.

Sedangkan untuk backpack, seperti daypack, carrier, travelpost, dan sebagainya. “Kami juga mempunyai produk yang dapat dipakai perempuan yang kami sebut Cozmeed Women Series,” katanya.

Untuk bahan yang digunakan, Cozmeed selalu menggunakan bahan-bahan yang berkualitas. Untuk jaket, digunakan taslan coating (parasit) yang tahan terhadap air. Beberapa model menggunakan bahan goretex dan shoftshell. Sedangkan untuk seam seal-nya, didatangkan dari Korea yang berfungsi untuk melindungi jahitan agar tidak tembus air.

Untuk tas, digunakan cordura. Sementara untuk asesoris, menggunakan duraflex, nexus, nifco, ykk, dan lain-lain. “Bahan-bahan tersebut, selain kuat, juga tahan terhadap cuaca ekstrim,” imbuhnya.

Di samping unggul pada bahan yang digunakan, Cozmeed juga unggul dari sisi desain dan fungsinya yang kuat terhadap cuaca, serta mengutamakan warna yang eye catching untuk mengikuti tren mode saat ini.

Harga? “Dibandingkan dengan brand luar, produk kami sangat ekonomis. Dengan bahan maupun asesoris berkualitas sama, harga produk kami sekitar 25%-nya harga brand impor atau 75% lebih ekonomis,” ungkap kelahiran 7 Februari 1972 ini.

Jika berminat, Anda tinggal mendatangi semua Cartenz yang tersebar di Jawa atau counter/toko adventure rekanan Cartenz yaitu Adventure (Jakarta), Kawani (Bandung), Aneka Jaya (Makassar), Alpinis Outdoor (Pontianak), Pillar Dua (Medan), Backpacker (Aceh) dan lain-lain, di samping online shop-nya. Ya, selain memasarkan melalui toko-tokonya, Budi juga memanfaatkan media promosi secara online.

“Untuk trade promo, kami mengadakan program dengan kondisi tematik, misalnya Cozmeed akan memberikan harga spesial di saat liburan sekolah, lebaran, dan sebagainya,” jelas Budi, yang menyasar para eksekutif muda, pelajar, dan mahasiswa.

Berkembangnya gaya hidup yang kembali ke alam, banyaknya komunitas yang berkegiatan di luar ruang, ia melanjutkan, membuat usaha semacam ini sangat prospektif. “Selain itu, Indonesia adalah negara dengan cuaca yang gampang berubah dan curah hujan yang tinggi. Sehingga, kebutuhan jaket penahan hujan maupun tas yang aman untuk perjalanan atau berkendara akan sangat tinggi,” pungkas Budi, yang setiap bulan membukukan omset sembilan digit.

Check Also

Ketika Para Perantau Kangen dengan Kampung Halamannya

Bubur Samin Bubur Samin bukanlah makanan tradisional Solo, tapi menjadi menu takjil yang ikonik di …