Home / Inovasi / Mini Pohonnya, Maksi Labanya

Mini Pohonnya, Maksi Labanya

Bonsai Plastik

 

Berbicara tentang bonsai, yang terlintas dalam benak yaitu tanaman keras yang dikerdilkan, berumur ratusan tahun, dan berharga jual tidak main-main. Tapi, sebaliknya jika berbicara tentang bonsai plastik. Meski begitu, dengan keindahan dan keunikan yang dimilikinya, bonsai plastik pun berpotensi membukukan omset yang menjanjikan bagi mereka yang “bermain” di sini

 

[su_pullquote]Dibandingkan dengan bonsai pada umumnya, bonsai plastik tidak susah dalam pembuatan dan perawatannya, serta dapat ditempatkan di mana saja[/su_pullquote]

e-preneur.co. Adakalanya, keisengan menghasilkan sebuah usaha yang memiliki prospek bagus. Setidaknya, itulah yang terjadi pada Ade Kosasih.

Semula, ia berbincang-bincang santai dengan sang istri tentang kemungkinan mengembangkan “keahlian” mereka menjadi sebuah usaha. Selanjutnya, lahirlah ide untuk membuat usaha pembuatan bonsai plastik.

Dari sisi konsep, tidak berbeda jauh dengan tanaman bonsai pada umumnya yaitu unsur seni mengkerdilkan tanaman keras. Tapi, bonsai plastik lebih cenderung mirip merangkai bunga menggunakan tanaman plastik, dengan maksud meniru tanaman aslinya.

Selain itu, jika pada bonsai lazimnya terdapat teknik menghentikan atau memperlambat pertumbuhan si tanaman, maka pada bonsai plastik tinggal memendekkan atau memotong batang-batangnya yang terlalu panjang, mengurangi jumlah daun yang digunakan, sekaligus untuk menyesuaikan dengan ukuran pot.

Bonsai, pada umumnya, juga harus menenuhi beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Sedangkan bonsai plastik, dibuat sesuai dengan yang dimaui pembuatnya atau keinginan konsumen.

“Bonsai plastik merupakan potongan-potongan tanaman plastik, yang dibentuk sedemikian rupa sesuai dengan kreativitas kita, agar menyerupai tanaman hidup tapi dalam bentuk miniaturnya. Konsumen juga dapat memesannya sesuai dengan keinginan mereka. Untuk itu, mereka harus mempunyai gambaran tentang tanaman tersebut,” jelas Dewa, begitu ia akrab disapa.

Dengan demikian, pegawai Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Tanaman Pangan ini melanjutkan, dibandingkan dengan bonsai yang selama ini kita kenal, bonsai plastik tidak sulit dalam pembuatan dan perawatannya, serta dapat ditempatkan di mana saja. Dari sisi bisnis pun terbilang prospektif.

“Usaha ini, saya bangun dengan modal awal Rp200 ribu yang sedikit demi sedikit bertambah, seiring dengan bertambahnya kapasitas produksi dan ragam ukurannya. Sementara dari penjualannya, saat itu, saya bisa memperoleh pemasukan Rp3,5 juta–Rp4 juta per bulan,” ungkap Dewa, yang telah memulai usaha ini sejak tahun 2006 tapi baru menseriusinya pada Maret 2012.

Dengan dibantu sang istri, Dewa rutin berproduksi di kediaman mungil mereka yang terletak di kawasan Poltangan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Setiap bulan, mereka menghasilkan sekitar 50 pohon berbagi ukuran dan bentuk, yang kemudian dipajang di ruang tamu mereka sebagai sample.

Sehingga, bagi mereka yang berkunjung ke rumahnya dan meminati pohon-pohon tersebut, tinggal mengambil atau membelinya. “60% produk yang kami hasilkan diserap pasar,” ujar Dewa, yang menamai usahanya Elgangga Cipta Pratama.

Di samping itu, usaha yang tidak memerlukan tenaga pembantu ini juga rutin menerima pesanan. Sekali pun, promosinya hanya dari mulut ke mulut dan melalui jejaring pertemanan.

“Minimal, kami menerima pesanan 20 pohon/bulan yang datang dari Lampung, Sulawesi Tenggara, Banten, Maluku Utara, dan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi),” ucap kelahiran Jakarta, 7 Oktober 1972 ini.

Prospeknya? “Kendati yang bergerak di usaha ini banyak, tapi masing-masing memiliki kreativitas. Di sisi lain, masyarakat memberi tanggapan yang baik. Karena, bonsai plastik juga dapat digunakan untuk kado dan suvenir, “ pungkas Dewa, yang juga menerima servis perbaikan produknya.

Check Also

Cucian Bersih, Ekosistem Terjaga

Deterjen Minim Busa Isu ramah lingkungan membuat para pelaku usaha terus menggali ide untuk menciptakan …