Home / Liputan Utama / Harus Selalu Berkomunikasi dengan Para Karyawan

Harus Selalu Berkomunikasi dengan Para Karyawan

Putra Ahmad Syarif Irawan Pasaribu

 

Usia yang masih sangat muda, bukanlah penghalang untuk menjadi pengusaha sukses. Apalagi, jika memperoleh dukungan penuh dari orang tua.Begitulah Putra Ahmad Syarif Irawan Pasaribu, yang meski saat itu masih remaja tapisudah bisa mengontrol laju bisnisnya, di samping menyelesaikan pendidikan dan berbagai kegiatan lain

 

[su_pullquote]Agar pendidikan lancar, bisnis tetap bisa dikontrol, harus selalu berkomunikasi dengan para karyawan [/su_pullquote]

e-preneur.co.Umurnyasaat itu masih sangat muda, 16 tahun. Tapi, di tengah kesibukannya menyelesaikan sekolah di kelas XI SMA Syafiyatul, Medan, Putra Ahmad Syarif Irawan Pasaribu masih bisa mengontrol laju bisnisnya: QS Futsal, Food Court,& Family Karaoke.

Usaha yang telah menjadi miliknya sejak 10 Oktober 2010 tersebut merupakan hadiah dari sang Bapak yaitu Gus Irawan Pasaribu, mantan Direktur Utama Bank Sumatera Utara yang kini menjadi pengusaha sukses. Hal ini terjadi, karenasejak dulu Arif, begitu ia akrab disapa, bercita-cita menjadi seorang pengusaha sukses. Dan, usaha yang kemudian ia jalankan ini menjadi media pembelajaran, sekaligus realisasi dari hobinya bermain futsal.

“Di satu sisi, saya memang bercita-cita menjadi pengusaha. Di sisi yang lain, Bapak ingin saya belajar dari usia muda agar mengetahui bagaimana terjun ke dunia bisnis,” tuturnya.

Pada awal membangun bisnis yang berlokasi di Jalan Bunga Asoka, Medan,ini, remaja yang satu ini masih dibantu Bapaknya.Khususnya, dalam financial accounting.

“Bapak ikut terjun langsung sambil mengajarkan beberapa hal. Seperti, bagaimana mengatur pembukuan keuangan yang baik. Sementara saya, mengurus promosinya. Hal itu, berjalan sampai berbulan-bulan, sebelum akhirnya dilepas ke saya,” ungkap kelahiran Pematangsiantar, 5 Mei 1996 ini.

Sedangkan untuk konsep usaha, ia menambahkan, Ariflah yang melemparkan ide awalnya bahwa ia ingin membuat lapangan futsal. Tapi, bukan sembarang lapangan futsal.Karena, di tempat ini disediakan fasilitas lengkap untuk bermain futsal yang nyaman pula untuk keluarga.

Hal ini, sesuai dengan namanya yaitu QS yang merupakan kepanjangan dari Qolbu Salim yang berarti hati yang bersih. Maka, dengan hati yang bersih pula dihadirkanlah sebuah fasilitas yang bersih dan baik bagi semua pengunjungnya.

“Untuk lapangan futsal, idenya datang dari saya. Kemudian, orangtua saya menambahinya denganfood court dan fasilitas untuk karaoke keluarga. Sehingga, menjadi seperti sekarang ini yaitu sebuah konsep olahraga dan bisnis hiburan,” jelas Arif,yang dibantu sang Ibu, Asrida Murni, dalam mendesain letak pohon-pohon kecil yang ada di sekitar lapangan.

Dalam mengemas lapangan futsalnya, keluarga Arif tidak main-main. Di sini, tersedia dua lapangan yang dilapisi rumput sintetis yang diimpor dari Belgia. Selain itu, juga ada fasilitas-fasiltas lain seperti kamar ganti, shower room, locker room, dan area parkir yang luas.Sementara untuk karaoke, berada di lantai dua. Sedangkanfood court, ditempatkan setelah area parkir.

Meski di Medan lahan futsal menjamur, anak kedua dari tiga bersaudara ini yakin usahanya bisa berkembang dan tetap eksis. Salah satu faktornya yaitu lokasi QS Futsal yang boleh dibilang strategis.

“Apalagi, di kawasan ini, lapangan futsal yang dilengkapi karaoke masih jarang. Alhamdulillah, setiap hari ada saja yang datang berkaraoke. Sementara untuk futsal, rutin. Karena, ada beberapaevent turnamen yang digelar di sini,” ungkapnya.

Imbasnya, dalam tempo dua tahun, usaha tersebut sudah balik modal.Meski, belum mampu membukukan keuntungan yang besar. “Target saya, 5−6 tahun ke depan sudah bisa meraih keuntungan,” jelas Arif, yang ke depannya akan menambah satu lagi lapangan futsal.

Saat ini, dengan dibantu belasan karyawannya, Arif sudah bisa melepas usahanya untuk fokus kependidikan dan bejibun kegiatan lain.Ia hanya rutin mengecek langsung usahanya pada Sabtu dan Minggu.

“Pendidikan harus bisa lancar, bisnis juga tetap bisa dikontrol. Untuk itu, harus selalu berkomunikasi dengan para karyawan. Dan, sejauh ini, semuanya bisa berjalan dengan baik,” pungkas Arif, ingin menjadi manajer yang baik untuk dirinya sendiri.

 

Check Also

“Dibandingkan Bisnis Pendidikan, Bisnis Makanan Dimungkinkan Menggenjot Laba Lebih Tinggi”

Susanty Widjaya (Bakmi Naga) Pengalaman adalah guru paling berharga. Hal itu, setidaknya telah dibuktikan oleh …