Home / Kiat / Tembus Pasar Jakarta dengan Segala Macam Konsep Marketing

Tembus Pasar Jakarta dengan Segala Macam Konsep Marketing

Garasell Butik Lukis

 

Bisnis yang bergerak di bidang produk-produk yang dilukis, sudah bertahun-tahun lalu hadir di Indonesia, khususnya Jakarta. Tapi, dari waktu ke waktu jumlahnya tidak semakin berkurang, melainkan justru bertambah. Bahkan, Garasell yang semula beroperasi di Yogyakarta dipindahkan ke Jakarta, untuk meramaikan bisnis semacam ini. Untuk itu, Garasell pun mengerahkan segala macam konsep marketing agar bisa menggapai sukses yang sama di kota sebelumnya

 

[su_pullquote]Dengan inovasi dan strategi marketing yang baik, tidak perlu takut menghadapi persaingan bisnis [/su_pullquote]

e-preneur.co. Langkah awal membangun sebuah bisnis, akan menentukan hasil akhir yang ingin dicapai. Karena, dalam membangun suatu bisnis, selain kita harus memiliki niat yang kuat dan keterampilan yang mumpuni, kita juga harus memiliki passion yang kuat terhadap usaha kita.

Dengan passion yang bagus, akan membuka ide-ide dan inovasi baru dalam produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Passion juga akan selalu me-recharge semangat, di saat perjalanan bisnis belum sesuai harapan.

Novita Permatasari, gadis asal Cilacap ini berhasil membuktikan, jika melalui kecintaannya di dunia lukis, dia mampu membuat sebuah usaha yang beromset terbilang besar. Pada tahun 2008, Sari, begitu dia dipanggil, mulai menjual secara mobile produk-produk seperti kaus lukis, sepatu lukis, dan macam-macam aksesoris kepada teman-teman sekampusnya.

Sari menuturkan bahwa bisnis yang digelutinya sekarang merupakan efek dari pelarangan kuliah, di jurusan seni lukis. “Akhirnya, saya berpikir untuk menerapkan pelajaran kuliah saya di manajemen, dengan hobi saya yaitu menggambar,” kisah Sari, yang meraih gelar sarjana manajemennya di Universitas Negeri Yogyakarta.

Selanjutnya, melihat permintaan yang makin meningkat, dia memantapkan diri untuk membuka gerai yang lebih besar dan mampu memproduksi lebih banyak lagi. Pada tahun 2010, Sari me-launching secara formal brand Garasell (akronim dari Garage and Sell, red.) Butik Lukis di Yogyakarta. Untuk mengembangkan bisnis ini, dia mengajak seorang teman yang merupakan mahasiswa seni lukis untuk menjadi pegawai, sekaligus konsultannya.

Garasell Butik Lukis (baca: Garasell, red.) merupakan usaha pembuatan wardrobe lukis, mulai dari kaus, sepatu, gelas, sampai tas dengan segmentasi pasar mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa. Selain menyediakan barang ready stock, Garasell juga menerima by order dengan tema lukisan yang bisa ditentukan customer.

“Dengan membuka Garasell, saya berharap mampu membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Khususnya, untuk teman-teman yang berkebutuhan khusus, yang tidak bisa diterima bekerja di lembaga formal,” tambah Sari, yang juga bercita-cita membuka studio lukis untuk anak-anak.

Meski saat itu usaha butik lukis sudah menjamur, Sari tidak gentar menghadapi persaingan yang kian gencar. Untuk menyiasatinya, dia melakukan berbagai inovasi.

Salah satunya, mengubah segmentasi pasar. Jika sebelumnya hanya menyasar remaja dan dewasa, maka selanjutnya juga ada wardrobe lukis untuk anak-anak mulai umur satu tahun.

“Agar produk selalu berbeda dan limited, saya juga membuat desain produk yang berbeda dari yang lain. Jika di pasar banyak yang menjual tote bag biasa, maka saya berinovasi dengan membuat tote bag yang lebih fungsional dengan penambahan kantung dan ritsleting, di samping tas model selempang dan ransel. Selain itu, saya juga membuat gelas lukis yang cocok untuk kado ulang tahun atau pernikahan,” ujarnya.

Sebenarnya, ia melanjutkan, dalam menjalankan sebuah bisnis, marketing menjadi motor terpenting. “Untuk menggaet konsumen lebih luas, selain menggunakan marketing offline, saya juga memanfaatkan media sosial dan online webstore sebagai media marketing online kami,” katanya.

Garasell juga kerap mengadakan promo potongan harga jika sedang mengikuti bazar dan festival, serta potongan khusus bagi mereka yang berulang tahun. “Intinya, dengan inovasi dan strategi marketing yang baik, tidak perlu takut menghadapi persaingan bisnis,” tegasnya.

September 2012, Sari memindahkan head office Garasell ke Jakarta. Karena, dia merasa sulit mengontrolnya sejak bekerja sebagai wartawan di Jakarta. “Yang di Yogyakarta hanya kami jadikan gudang penyimpanan barang dan lokasi bazar,” ungkapnya.

Di Kota Metropolitan ini, otomatis status Garasell merupakan pendatang baru. Tapi, Sari yakin bahwa dengan memaksimalkan branding dan aktif mengikuti bazar dan pameran, maka Garasell bisa diterima di pasar.

Selain itu, dia juga melakukan inovasi up to date dalam hal desain produk-produk yang dijual. Sementara dari segi harga yang terbilang murah (Rp40 ribu−Rp50 ribu untuk produk sandang dan Rp90 ribu−Rp200 ribu untuk sepatu), dia juga yakin bahwa bisnis yang dia bangun ini akan berkembang.

Saat ini, Garasell telah memiliki beberapa karyawan di mana sebagian di antaranya mempunyai hubungan keluarga. “Saya berencana membuat Garasell sebagai usaha keluarga,” imbuh Sari, yang kini juga sudah menerima orderan hingga ke pasar Jerman.

Check Also

“Naik Kelas” dengan Mengganti Gerobak Dorong dengan Outlet Permanen Berkonsep Restoran

Bakmi Gila Usaha kakilima banyak diminati para pelaku usaha. Selain itu, konsep PKL mempunyai potensi …