Home / Senggang / Resto Area / Harus Ditoel-toel Dulu Kalau Mau Memakannya

Harus Ditoel-toel Dulu Kalau Mau Memakannya

Nasi Toel Dapur Ella

 

Menyantap nasi kotak itu biasa. Tapi, menjadi berbeda bila nasi kotak itu berupa Nasi Toel Dapur Ella. Jadi, apa itu Nasi Toel Dapur Ella?

 

[su_pullquote]Nasi Toel memiliki hingga tujuh lauk[/su_pullquote]

e-preneur.co. Menyantap nasi bungkus itu sudah biasa. Demikian pula, dengan nasi kotak. Tapi, menjadi berbeda bila nasi kotak itu berupa Nasi Toel Dapur Ella (baca: Nasi Toel, red.).

Mengapa? Karena, bila pada umumnya nasi rames selalu menempatkan lauk di atas atau di samping nasi, maka Nasi Toel menempatkan lauknya di tengah-tengah nasi yang dicetak kotak. Sehingga, mirip dengan setangkup roti tawar dengan selai, mentega, atau meses di tengahnya. Bukan cuma itu, Nasi Toel terdiri hingga tujuh lauk.

“Saat tiba waktunya makan, saya menyuruh pembantu saya memasak. Sebab, saya tidak bisa dan tidak mau memasak, meski Mama saya memiliki usaha katering. Di samping itu, saya juga tidak suka makan hanya dengan satu lauk. Jadi, saya meminta pembantu saya memasak macam-macam lauk. Setelah itu, saya makan dengan aneka lauk yang saya campur-campur dan ternyata enak,” kisah Angella NNF Dumais, kreator Nasi Toel Dapur Ella.

Dalam perkembangannya, perempuan yang akrab disapa Angel ini memberikan nasi dengan lauk campur-campur yang ditata seadanya itu kepada teman-temannya. Mereka menyukainya.

Bahkan, pada akhirnya, mereka memesan. “Wah, saya harus mematok harga nih. Begitu, terpikir oleh saya. Dan, saat itu, saya mematok harga Rp6 ribu,” tuturnya.

Ketika peminatnya semakin banyak, Angel pun membuat gebrakan berupa sesuatu yang berbeda dan unik. Pada umumnya, nasi rames selalu menempatkan lauk di atas atau di samping nasi.

“Tapi, nasi rames kreasi saya menempatkan lauknya di tengah-tengah nasi. Dan, untuk memakannya, harus ditoel (= dicolek, red.) dulu untuk mengetahui apa lauknya, lalu dicampur menjadi satu. Karena, kalau cuma dilihat, yang tampak hanya nasi yang dihiasi bawang goreng,” tuturnya. Dan, dari situlah, lahir nama usahanya ini yaitu Nasi Toel Dapur Ella.

Untuk menunya, sarjana D1 sekretaris (private) Stamford City School of Commerce, Singapura, ini mengatakan, “Nasi Toel Dapur Ella itu selera Nusantara. Contoh, Toel Campur di mana lauknya terdiri dari Ikan Rica (masakan khas Manado), Ayam Ungkep (masakan khas Jepara), dan Ikan Teri sambal hijau (gabungan antara masakan khas Medan dan Padang)”.

Di samping itu, juga ada menu-menu seperti Toel Tarui (selera Padang), Toel Kasaar (Manado), dan Toel Remas (Jawa), serta menu-menu dengan lauk dari berbagai daerah tapi sudah jamak di lidah masyarakat, seperti Toel Campur, Toel Kedip, Toel Yak, Toel Gemas, dan Toel Senggol, dan Toel Sayang (untuk vegetarian), Toel Super, dan Toel Halal. “Kehadiran Toel Halal tidak berarti kalau Toel-Toel yang lain haram,” tegasnya. Kemudian, Nasi Toel ini dimasukkan ke dalam boks yang eye catching dalam ukuran kecil dan besar (jumbo).

Untuk pemesanan, harus dilakukan jauh-jauh hari. Mengingat, jumlah lauknya yang sangat banyak. Bila pada mulanya pemesan Nasi Toel datang dari berbagai perkantoran, tempat ibadah, dan rumah sakit di sekitar Jakarta dan Bogor. Dalam perkembangannya, merambah ke mana-mana. Termasuk, dalam upacara kematian dan perkawinan.

“Hal ini, kemungkinan terjadi karena Nasi Toel tidak menggunakan tambahan bahan penyedap makanan, bertahan 8−10 jam asalkan tidak terkena matahari secara langsung yang berdampak pada percepatan proses basi, bebas tulang atau tinggal disantap, dan dapat dipanaskan dengan microwave atau sekadar dikukus,” ungkap perempuan, yang membangun usahanya pada tahun 2010 ini.

Ke depannya, kelahiran Jakarta, 17 November 1974 ini. akan membuka semacam kantin dengan Nasi Toel sebagai sajian utamanya. Di samping itu, juga disediakan lauk. Sehingga, konsumen dapat bersantap secara prasmanan.

“Konsep ini memang lebih ribet. Tapi, sistem prasmanan akan membuat Nasi Toel yang selama ini hanya memenuhi pesanan akan menjadi lebih dikenal. Apalagi, Nasi Toel bisa masuk ke konsumen baik medium low maupun medium high,” pungkasnya.

Check Also

Ketika Para Perantau Kangen dengan Kampung Halamannya

Bubur Samin Bubur Samin bukanlah makanan tradisional Solo, tapi menjadi menu takjil yang ikonik di …