Home / Celah / Kalau Bisa Menyewa, Mengapa Harus Membeli?

Kalau Bisa Menyewa, Mengapa Harus Membeli?

Rental Portable Toilet

 

Seringkali, kebutuhan akan toilet umum saat menggelar acara menjadi pilihan terakhir. Padahal, tuntutan terhadap kehadiran toilet umum—terutama yang bersih, nyaman, wangi, dan sehat—menjadi hal yang utama. Untuk itu, Andri menyewakan portable toilet untuk acara-acara indoor maupun outdoor, baik secara short maupun long term

 

[su_pullquote]Kendati portable toilet banyak diminati, tapi mengingat harganya mahal dan pemakaiannya hanya sesaat, maka orang-orang lebih suka menyewa ketimbang membelinya[/su_pullquote]

e-preneur.co. Berbicara tentang toilet umum, maka yang terbayang yakni tempat buang hajat yang bau, kotor, dan becek. Karena itu, sebisa mungkin, orang-orang memilih untuk tidak menggunakannya. Meski, itu sangat menyiksa.

Di luar itu, ketersediaan toilet umum kalah jauh dengan jumlah orang yang membutuhkannya. Apalagi, dalam acara-acara yang melibatkan banyak pengunjung. Demikian pula, dengan toilet permanen.

Sehingga, pada akhirnya, diperlukan toilet umum yang bisa dibongkar pasang dan sesuai standar kesehatan. Dan, Andri Wibowo Susilo pun merasa tersentil untuk mengubah stereotype negatif tentang toilet umum tersebut, dengan menghadirkan toilet umum yang bersih, wangi, dan senantiasa kering.

Toilet umum yang ada jauh dari kesan sehat dan bersih, bahkan tidak nyaman. Apalagi toilet umum yang permanen, yang bahkan tidak ramah lingkungan,” kata pemilik rental portable toilet ini.

Berangkat dari alasan itulah, Andri menekuni bidang bisnis yang banyak dicibir orang yaitu menyewakan toilet umum yang bisa dipindah-pindahkan ke lokasi yang diinginkan. Ya, ia memang hanya menyewakan, tidak membuat atau memproduksi sendiri toilet umum tersebut.

Sebab, pembuatan toilet umum tersebut bukan hanya sulit, melainkan juga membutuhkan standarisasi internasional. Lebih daripada itu, portable toilet, begitu istilahnya, itu memang belum diproduksi di Indonesia. Dengan demikian, Andri harus mengimpornya dari Amerika Serikat.

“Kalau pun ada, saya rasa kualitasnya belum standar. Dalam arti, bahannya tidak efisien dan efektif, serta fungsinya jauh dari konsep ramah lingkungan. Fungsi yang tidak standar juga diartikan dalam proses pembuatannya tanpa melalui riset dan trial dulu, hanya assembling masing-masing komponen yang disatukan dan jadilah portable toilet,” jelasnya.

Sementara kualitas standar portable toilet impor yang ia maksud yakni bahan dinding toilet terbuat dari HDPE (high density polyethylene) yang ringan, lentur, dan mudah dibongkar pasang. Berbeda dengan portable toilet lokal, yang terbuat dari fiberglass yang berat, keras, getas, dan sukar dibongkar. Sehingga, berisiko pecah saat pembongkaran. Dan, mengingat, portable toilet bersifat nomaden, maka kepraktisan untuk dibongkar pasang menjadi prioritas utama.

“Mengapa portable toilet impor lebih berkualitas? Sebab, di sana, produksi portable toilet sudah menjadi industri tersendiri, bukan lagi kebutuhan beberapa kalangan seperti halnya di Indonesia. Mereka sudah eksis sejak Perang Dunia II dan tingkat kebutuhannya sangat tinggi. Dengan kualitas yang sudah teruji puluhan tahun itulah, maka produksi merekalah yang paling banyak dipakai,” tuturnya.

Di samping alasan tersebut di atas, Andri memilih portable toilet ini juga lantaran pemakaiannya yang mudah dan minim perawatan. Artinya, setelah masa sewa berakhir, ia tidak perlu menguras pendapatannya untuk melakukan perawatan agar tetap berfungsi baik.

“Karena itulah, portable toilet ini dibuat sesuai standar fungsi yang efisien dan efektif. Sehingga, pemakaian dan perawatannya juga mudah. Tinggal menguras tangki pembuangan dan tangki air bersihnya saja,” katanya.

Kendati keunggulan portable toilet ini membuatnya banyak diminati, tapi mengingat harganya mahal dan pemakaiannya hanya sesaat, maka orang-orang lebih suka menyewa ketimbang membelinya. Biasanya, penyewa menggunakan portable toilet untuk keperluan acara luar atau dalam ruangan, yang jumlah toiletnya terbatas. Seperti, acara syuting film, wisuda, bazar, dan lain-lain.

“Acara-acara seperti itu biasanya hanya beberapa hari masa sewanya, mulai dari sehari sampai 14 hari atau saya menyebutnya short term contract,” ujarnya. Di samping itu, juga ada long term contract, dengan masa sewa bisa lebih dari sebulan. Seperti, untuk keperluan konstruksi, pertambangan, posko mudik, dan sebagainya.

Namun tarif sewanya, justru ditentukan oleh jenis portable toiletnya. Andri menyediakan tujuh jenis portable toilet di mana dua di antaranya yakni tipe sona dan tipe hira, menjadi unggulannya.

Sebab, kedua jenis portable toilet ini memiliki fasilitas lengkap layaknya sebuah toilet. Tapi, memiliki sistem sanitasi yang lebih canggih. Sehingga, menghemat penggunaan air.

“Keduanya memiliki fasilitas yang sama, tapi berbeda ukuran. Karena, tipe hira merupakan hasil penggabungan tipe sona, maka luas ruangan lebih lapang,” ungkap Andri, yang memiliki ratusan unit portable toilet yang siap disewakan.

Di samping itu, tarif sewa juga ditentukan wilayah. “Besar kecilnya tarif tergantung dari jarak tempuhnya. Tarif sewa di Jawa Timur lebih murah daripada di Jabodetabek, misalnya, lantaran kantor pusat kami di Surabaya,” pungkas Andri, yang membangun usahanya di Ruko Panji Makmur, Jalan Raya Panjang Jiwo, Surabaya.

Dan, dengan alasan kasihan dengan konsumen yang harus membayar ongkos kirim lebih mahal ketimbang biaya sewa portable toilet, ia belum mau melayani permintaan dari wilayah-wilayah di luar Jabodetabek, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, dan sebagian Lampung.

 

Check Also

Banyak Peminatnya

Rental Portable Toilet Kehadiran toilet umum—terutama yang bersih, nyaman, wangi, dan sehat—menjadi salah satu kebutuhan …