Home / Agro Bisnis / Kecil Bijinya, Besar Harga Jualnya

Kecil Bijinya, Besar Harga Jualnya

Pembenihan Wortel

 

Tahukah Anda, bila pembenihan wortel lebih menguntungkan daripada pembesaran wortel? Sebab, ternyata, risikonya kecil, sementara harga jualnya tinggi. Berbeda dengan harga jual wortel, yang justru fluktuatif

 

[su_pullquote]Pembenihan wortel prosesnya tidak panjang, tidak memerlukan banyak biaya perawatan, dan benih wortel yang sudah dipanen bisa disimpan dalam jangka waktu yang lama[/su_pullquote]

e-preneur.co. Wortel, boleh dikata, merupakan salah satu sayuran yang paling populer. Sebab, bukan hanya diketahui memiliki kandungan Vitamin A, melainkan juga kaya akan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh dan memelihara kecantikan. Ambil contoh, dengan rutin meminum segelas sari wortel segar, diyakini mampu memperkuat mata, paru-paru, jantung, dan hati.

Dari sisi ekonomi, wortel juga menyimpan potensi yang luar biasa. Dalam arti, bukan cuma memberi laba bagi petani wortel, melainkan juga petani yang menghasilkan benih wortel. Karena, agroklimatologis Bumi Nusantara ini cocok untuk wortel.

“Kalau ditanya lebih menguntungkan mana antara pembenihan dengan pembesaran wortel, saya akan menjawab lebih menguntungkan pembenihan. Selain karena prosesnya tidak panjang dan tidak memerlukan banyak biaya perawatan, benih wortel yang sudah dipanen juga bisa disimpan dalam jangka waktu yang lama. Sementara harga per kilogramnya tinggi, sebaliknya dengan wortel yang harganya fluktuatif,” ujar Wagimin, salah seorang petani pembenihan wortel dari Ngancar, Magetan, Jawa Timur.

Namun, untuk memperoleh benih wortel yang berkualitas, Wagimin melanjutkan, pilihlah benih yang memenuhi syarat sebagai sumber benih unggulan. Dalam arti, benih itu berasal dari tanaman wortel yang tumbuh subur dan kuat, bebas hama dan penyakit, serta berbentuk gemuk (tidak lancip, red.) dan berwarna oranye cerah (tidak pucat, red.).

“Ada beberapa tahapan dalam pembenihan wortel. Tahap pertama, memilih tanaman wortel yang umurnya sudah cukup tua (± 3 bulan). Setelah itu, bongkar atau cabut tanaman tersebut, lalu dikumpulkan. Tahap kedua, menyiapkan lahan dan membuat semacam bedengan. Lantas, bedengan-bedengan tersebut diberi pupuk kandang. Buatlah lubang dengan jarak tanam 40 cm–60 cm. Tahap selanjutnya, memasukkan kembali wortel-wortel yang sudah diambil tadi ke dalam lubang,” paparnya.

Berikutnya, lahan-lahan yang sudah ditanami wortel, dirawat sebaik-baiknya seperti merawat tanaman sayur lainnya. Ada baiknya, selalu melihat kondisi tanah. Sehingga, jika lahan terlalu kering, bisa segera disirami. Atau, agar benih yang dihasilkan maksimal, lahan diberi pupuk hasil percampuran antara pupuk kandang dengan pupuk buatan (campuran antara ZA, SP, dan KCL sebanyak 10 gr per tanaman, red.).

“Tanaman wortel akan berbunga pada umur lima bulan. Tapi, jangan langsung dipetik atau diambil. Biarkan bunga tersebut kering dengan sendirinya terlebih dulu. Lalu, setelah benar-benar kering, biji bunga wortel tersebut diambil dan dijemur sekitar tiga hari hingga benar-benar kering. Sesudah itu, biji dimasukkan ke wadah plastik dengan bobot 300 gr untuk dijual,” ujarnya.

Idealnya, biji wortel digunakan setelah disimpan dalam kemasannya minimal selama dua bulan. “Tapi, semakin lama disimpan, semakin bagus.  Penyimpanan lebih dari satu tahun, misalnya, justru akan membuat biji wortel tersebut lebih bagus dan maksimal. Berbeda dengan biji wortel yang belum dua bulan disimpan, jika disebar ke lahan, maka wortel yang dihasilkan dipastikan kurang maksimal. Dalam arti, daun wortelnya lebar dan besar, sementara buahnya mengecil,” tambahnya.

Berbicara tentang keuntungan, menurut Wagimin, pembenihan wortel lumayan menguntungkan. Sebab, risikonya kecil dan harga jualnya tinggi. Wagimin menjual benih wortelnya Rp900 ribu/kg atau Rp300 ribu per 300 gr kemasan plastik.

“Pada umumnya, para petani membeli 1 kg benih wortel. Sebab, jika ditanam, 1 kg atau tiga plastik benih wortel mampu menghasilkan 3 ton–4 ton wortel dalam sekali panen,” kata Wagimin, yang mendirikan UD Trubus sebagai “bendera” dalam menjual benih wortelnya.

Untuk pemasarannya, mengingat sebagian masyarakat setempat sudah mengetahui kualitas dan keunggulan benih wortel karya Wagimin, maka benih ini bukan hanya ada di Ngancar, melainkan juga telah merambah ke Sarangan, Plaosan, Karanganyar, hingga kawasan Dieng dan Malang. “Kalau benih yang dibuat itu sangat berkualitas, biasanya para petani wortel yang mendatanginya,” pungkasnya.

Check Also

Menyehatkan Konsumennya, Menguntungkan Petaninya

Beras Hitam Organik Meski buruk rupa, tapi kaya manfaat kesehatan. Tidak mengherankan, bila peminat Beras …