Home / Liputan Utama / Sasaran Utama atau Cuma Umpan?

Sasaran Utama atau Cuma Umpan?

Pasar Anak-anak

 

Sayang anak dan ingin anak tetap bahagia, membuat orang tua tidak ragu membelanjakan uang mereka. Kondisi yang menggiurkan inilah yang ditangkap oleh para pengusaha, dengan memproduksi atau menawarkan berbagai produk yang ditujukan bagi anak-anak. Bahkan, para pengusaha yang menyasar orang dewasa, juga memanfaatkan kondisi ini dengan menjual produk pendamping yang ditujukan bagi anak-anak dan memanjangnya dengan cantik di outlet-outlet mereka. Sehingga, anak-anak “tergoda” dan menggiring orang tua mereka menuju ke outlet tersebut. Hasilnya, sekali tepuk, dapat dua lalat

 

e-preneur.co. Dalam sebuah riset yang dilakukan beberapa tahun yang lalu, dikatakan bahwa di samping perempuan, anak-anak merupakan target market paling empuk dalam dunia bisnis. Karena, makhluk-makhluk mungil itu masih labil dan mudah terkena bujuk rayu teman sebaya atau sepermainan, untuk memakai merek atau produk tertentu. Tapi, apakah hal itu masih terjadi di era dunia maya? Berikut pendapat beberapa entrepreneur yang diwawancarai melalui WhatsApp.

 

Endah Dwi A.K − seorang penulis buku craft

Dulu, sebelum menjadi penulis buku, kebetulan saya pernah memiliki sebuah bisnis berupa kaos aplikasi berbahan flannel untuk anak-anak. Dampak yang saya rasakan pada saat itu, dengan target market anak-anak, maka orang tua tidak sayang membelanjakan uang mereka untuk membeli produk saya.

Dan, tidak jarang untuk satu anak saja, mereka memesan lebih dari satu model. Bahkan, tidak sedikit yang repeat order.

Sehingga, dalam hal ini, tanpa disadari, anak juga memiliki andil dalam menentukan model yang saya buat dan tren mode di pasar. Karena, mereka dapat meminta gambar aplikasi seperti yang mereka inginkan. Pada akhirnya, request terbanyak aplikasi flannel yang mereka sukai menjadi tren di pasar .

 

Yulinda − produsen klappertaart halal berlabel Klappy-Koe dan aneka dessert

Kami memiliki counter penjualan untuk produk-produk kami di Ambasador Mall, Jakarta Selatan. Produk utama kami, sebenarnya lebih ditujukan kepada konsumen dewasa. Mengingat, klappertaart biasanya disukai orang dewasa. Tapi, karena sifat klappertaart yang harus disimpan dalam lemari pendingin, jadi untuk display kurang terlihat.

Untuk menarik calon konsumen agar mampir ke counter, kami juga membidik anak-anak mereka dengan cara memajang aneka camilan yang sangat mereka sukai, seperti cokelat lolly, cookies hias, cupcakes, dan charpao dengan bentuk yang lucu dan berwarna-warni. Tentu saja, setiap anak kecil yang lewat akan tertarik dan minta dibelikan. Saat membeli camilan itulah, seringkali orang tua mereka akhirnya membeli klappertaart dan kemudian menjadi pelanggan kami.

Ini bukan akal-akalan. Karena, kami tidak mengelabui anak-anak. Kami juga menyajikan produk yang berkualitas dan aman bagi mereka. Kami lebih menganggap hal ini sebagai suatu strategi marketing. Sama seperti sebuah rumah makan cepat saji, yang menyediakan tempat bermain dan paket khusus untuk anak-anak agar mereka makan di situ. Dan, tentu saja, orang tua mereka mau tidak mau akan ikut makan.

 

Lia − pebisnis kue ulang tahun, cupcakes, suvenir ulang tahun, dan membuat produk-produk batik yang dijual secara online

Anak-anak hanya bagian dari segmen yang dibidik. Tapi, apakah yang paling empuk? Saya tidak berani menyimpulkan. Karena, tidak memegang data market research-nya. Decision untuk konsumsi suatu produk, sebetulnya tidak sepenuhnya dipegang anak-anak, orang tua banyak berperan juga.

Opini saya bagi dua. Pertama, sebagai orang tua, saya termasuk yang tidak bosan mengedukasi anak-anak tentang makanan yang sehat, jajanan sehat. Demikian pula, dengan baju dan mainan. Terutama untuk anak perempuan, yang suka dengan barang-barang yang sesuai dengan favoritnya.

Kami, sebagai orang tua, mulai menekankan konsep kebutuhan vs keinginan. Mereka harus memelihara, memanfaatkan mainan yang sudah dimiliki, memilih makanan yang dibeli, dan lain-lain.

Kedua, view saya sebagai pebisnis kue ulang tahun, cupcakes, suvenir ulang tahun, dan membuat produk-produk batik yang dijual secara online. Konsumen saya merupakan para orang tua (Ibu atau Ayah).

Khusus makanan, saya menginformasikan terutama penggunaan bahan yang ekstrim sesuai pesanan. Misalnya pewarna makanan, apakah masalah bagi pembeli? Jenis cake, misalnya. Ada yang request, lantaran anaknya alergi, maka saya sarankan jenis cake tertentu. Value transaksi variatif. Ada yang punya budget terbatas, banyak juga yang budget-nya cukup besar untuk misalnya acara ulang tahun, perpisahan sekolah, dan lain-lain.

Jadi, apakah anak-anak target market yang empuk? Tergantung juga pada lifestyle orang tua mereka. Faktor lainnya yaitu lingkungan (sekolah, keluarga, tetangga, dan lain-lain). Apakah lingkungan akan menjadikan anak-anak sasaran empuk? Bisa saja.

 

Bunda Runny − pemilik usaha di bidang fashion (busana muslim) dan kuliner (mie kocok Bandung, sosis bakar, cendol, dan capucinno cincau)

Sebagai seorang Ibu dan pengusaha, saya setuju jika dikatakan bahwa anak-anak merupakan target market yang empuk. Saya sering mengalami membeli barang, karena permintaan anak-anak.

Di sisi lain, saya meningkatkan usaha kuliner saya dengan menambah menu yang lebih disukai anak-anak yaitu sosis bakar. Setelah menu tersebut ada, penjualan menjadi meningkat. Karena, pada saat si anak minta sosis bakar, Ibunya menunggu sambil melihat koleksi baju muslim yang ada.

Saya melihat, zaman sekarang semakin banyak pengusaha yang membidik anak-anak, walau produk mereka bukan untuk anak-anak. Jadi, anak-anak digunakan sebagai “umpan”, untuk menarik perhatian orang tua mereka untuk membeli. At least, melihat-lihat produknya.

Cobalah lihat di mal-mal. Sekarang, banyak orang berjualan pakaian, tapi di depan counter mereka berjualan balon karakter atau lollipop. Dengan begitu, anak-anak akan tertarik dan minta ke orang tuanya. Sehingga, apabila si orang tua membelikan, otomatis sambil menunggu transaksi selesai, si Ibu akan melihat-lihat produk yang dijual counter tersebut.

 

Ina Listyani − produsen bakso sehat

Untuk para pengusaha yang target market-nya anak-anak, maka Anda berada di jalur potensial. Orang tua memenuhi kasih sayang kepada anak, dengan memberikan yang terbaik yang anak inginkan. Mulai dari makanan, minuman, mainan, baju, pendidikan, dan lain-lain.

Seperti di lingkungan perumahan, banyak pedagang yang target market-nya anak-anak. Mulai dari odong-odong, es krim, martabak unyil, balon mainan, sosis bakar, cilok, crepes, laba-laba, dan aneka makanan-minuman bergantian menyemarakkan jalanan perumahan. Siapa lagi yang ditarget, kalau bukan anak-anak?

Yang perlu disikapi orang tua mereka yaitu bagaimana mengontrol anak-anak mereka dalam hal jajan ini: apakah yang diberikan sehat, bisa memberikan manfaat untuk anak mereka, atau malah bisa membuat anak sakit lantaran yang dikonsumsi tidak sehat.

Dalam kondisi tersebut, mulailah bermunculan pengusaha-pengusaha yang mengklaim bahwa produk yang dijual sehat, penuh nutrisi untuk tumbuh kembang, bebas dan aman karena tanpa pengawet, atau produknya terhindar dari bahan-bahan berbahaya. Saya sendiri sebagai produsen bakso sehat, membidik segmen anak-anak. Bagi anak-anak yang tidak suka sayur, saya memberi produk bakso veggie yaitu bakso sayur dari wortel dan brokoli.

 

Nunki − psikolog

Anak-anak bisa menjadi long life market. Sebuah maskapai penerbangan Amerika memanjakan para penumpang anak-anak dengan aneka kado, mainan, dan kue yang mereka sukai. Langkah ini, ditertawakan para pesaingnya. Karena, anak-anak bukanlah market yang potensial dan pengambil keputusan.

Tapi, lima tahun kemudian, keputusan maskapai tersebut menuai hasil. Anak-anak itu, yang kini telah tumbuh menjadi remaja, menjadi pelanggan loyal. Dan, saat mereka dewasa nanti akan memilih maskapai ini. Sebab, mempunyai pengalaman yang memuaskan semasa kecil dengan brand airlines tersebut. Di saat maskapai lain susah ayah memperluas pasar, maskapai ini justru tidak repot memasarkan dirinya.

 

Kesimpulannya, anak-anak memang target market yang paling empuk dalam dunia bisnis. Apa pun produk yang ditujukan bagi anak-anak pasti laku. Tapi, hal ini tidak bersifat mutlak. Karena, di sana ada unsur orang tua, sebagai pemilik uang.

Check Also

Sukses Membangun Kerajaan Bisnis dengan Telaten Merangkai Jaringan

Onny Hendro Adhiaksono (PT Trimatra Group) Dalam bisnis, selain modal, jaringan dan skill mempunyai peran …