Home / Inovasi / Bantal Anti Kepala Peyang

Bantal Anti Kepala Peyang

Olus Pillow

 

Kepala bayi yang tidak sempurna, seringkali diduga karena salah posisi tidur. Padahal, bisa pula karena pemakaian bantalnya. Karena itu, gunakan bantal bayi yang tepat. Sehingga, selain bentuk kepala menjadi bulat sempurna, rambut bayi pun tumbuh lebat. Seperti, yang dijanjikan Olus Pillow

 

[su_pullquote]Secara logika, ampas kulit kacang hijau yang dibungkus dalam kantung memang cukup empuk bagi kepala bayi dan mampu menopang dengan kuat[/su_pullquote]

e-preneur.co. Ada banyak faktor yang menyebabkan kepala bayi tidak bulat sempurna. Seperti, ruang gerak janin di dalam rahim terlalu sempit. Sehingga, kepala janin tidak tumbuh optimal. Atau, pada saat persalinan, kepala bayi terjepit alat bantu persalinan.

Meski sangat jarang ditemui, penyebab yang dianggap paling masuk di akal yaitu salah posisi tidur. Kondisi ini, diperparah dengan kebiasaan orang tua menidurkan bayi mereka dengan posisi yang sama, dalam tempo yang cukup lama.

Imbasnya, bagian kepala yang selalu menempel pada bantal akan lebih pipih dan datar. Mengingat, tulang tengkorak bayi masih agak lunak dan mudah berubah bentuknya.

Karena itu, sebaiknya orang tua memperhatikan dengan seksama pemakaian bantal bayi, guna mencegah bentuk kepala bayi menjadi tidak simetris. Ya, selain mengubah posisi tidur bayi secara berkala, pemakaian bantal yang tepat ikut mempengaruhi kesehatan kepala bayi.

Bantal bayi yang bagus untuk menopang kepala bayi tidak sekadar empuk, tapi juga harus memperhatikan ukuran dan isi bantal. Salah satu bantal bayi, yang dibuat khusus untuk mencegah kepala bayi menjadi peyang dan berambut tipis yakni bantal yang isinya bukan kapuk, kapas, busa, atau bulu angsa, melainkan ampas kulit kacang hijau.

Menurut pencetusnya, Christophorus, bantal kesehatan ini terbukti mampu mengubah dan menjaga bentuk kepala bayi menjadi bulat sempurna. Meski belum terbukti secara ilmiah, namun pria yang biasa disapa Olus ini cukup percaya diri akan khasiat bantal buatannya.

Buktinya, hingga kini, belum ada satu pun keluhan dari pelanggan bantal yang dinamai sama dengan nama panggilannya itu. “Sebetulnya, bantal ini lebih cenderung sebagai produk kesehatan alternatif yang ditujukan untuk bayi berusia 0−9 bulan,” ujar Olus.

Ia memang tidak menjelaskan secara rinci alasan memakai ampas kulit kacang hijau, sebagai isian bantal. Sehingga, fungsinya pun sulit dijabarkan. “Akhir-akhir ini, saya banyak menemukan produk bantal yang sejenis. Saya merasa mereka telah menjiplak produk saya. Dibilang rugi ya jelas rugi, tapi yang lebih saya kuatirkan yaitu kualitas bantal itu,” kilahnya.

Kekuatirannya bisa dimaklumi. Mengingat, formula untuk membuat Olus Pillow, demikan nama produk ini, peroleh dari seorang dosen sebuah universitas negeri di Bandung. Yang bersangkutan telah cukup lama melakukan riset dan berbagai trial.

Karena itu, jika ada pihak yang tidak bertanggung jawab yang secara asal-asalan meniru Olus Pillow, tentu konsumenlah yang pertama kali dirugikan. “Apalagi, para bayi yang memakai produk ini. Sehingga, sangat berisiko bila produk itu palsu,” katanya.

Untuk itu, agar terhindar dari membeli produk tiruan, di samping melihat labelnya yang tertera pada bantal, Olus Pillow juga mempunyai ciri khas pada dua jenis kain yang digunakan. Pertama, kain katun untuk bagian luar dan kain flannel untuk bagian dalam bantal.

Kain flannel yang notabene memiliki serat yang rapat, digunakan untuk membungkus ampas kulit kacang hijau yang telah diolah, Sehingga, serbuk-serbuk ampas kulit kacang hijau yang bertekstur halus itu tidak terhirup oleh bayi.

Selanjutnya, dilapisi lagi dengan kain katun di mana kain ini mampu menyerap keringat. “Agar bayi merasa nyaman dan kulit kepalanya tidak mengalami iritasi,” bebernya.

Tapi, secara logika, ampas kulit kacang hijau yang dibungkus dalam kantung memang cukup empuk bagi kepala bayi dan mampu menopang dengan kuat, tanpa membuat kepala bayi amblas ke dalam bantal. Selebihnya, pengaruh ampas kulit kacang hijau tidak terlalu besar.

Pada dasarnya, bentuk bantal yang tidak pipih di bagian tengah memungkinkan bayi melakukan berbagai gerakan. Semakin banyak bayi bergerak, semakin gencar partikel bahan/isian di dalam bantal ikut bergeser.

Hal ini, menimbulkan efek pijatan pada kepala bayi. Imbasnya, rambut akan tumbuh dengan lebat.

Dalam pemakaiannya, Olus Pillow tidak dibatasi oleh waktu. Menurut Olus, semakin sering dipakai, semakin cepat bentuk kepala bayi berubah menjadi bulat sempurna. Mengingat, masih dalam masa pertumbuhan.

Sementara dalam perawatannya, mudah saja. Olus menyarankan agar bantal berukuran 35 cm x 24 cm dan bobot 300 gr ini, selalu dalam keadaan kering atau dalam suhu kamar 27º C. Jika terasa lembab atau sedikit kotor bersihkan bagian yang kotor, tanpa membasahi keseluruhan bantal, lalu dijemur.

“Untuk daerah beriklim dingin harus dijemur setiap hari. Tapi, untuk daerah yang cukup panas, seminggu sekali penjemuran sudah cukup. Yang terpenting, pastikan bantal selalu dalam keadaan kering!” papar Olus, yang membangun usahanya di Jalan Sarijadi, Bandung.

Tidak mengherankan jika dalam perjalanannya, Olus Pillow semakin diminati. Hingga, pemasarannya mencapai seluruh wilayah Indonesia. Bantal kesehatan ini, selain dapat ditemukan di berbagai toko perlengkapan bayi, rumah sakit ibu dan anak, serta apotek, juga dipasarkan secara online.

Check Also

Cucian Bersih, Ekosistem Terjaga

Deterjen Minim Busa Isu ramah lingkungan membuat para pelaku usaha terus menggali ide untuk menciptakan …