Home / Waralaba / Tawarkan Kemitraan dengan Promosi yang Kreatif

Tawarkan Kemitraan dengan Promosi yang Kreatif

Rocket Fried Chicken

 

Seketat apa pun persaingan dalam usaha penjualan fried chicken, tetap ada saja yang bukan cuma mampu bertahan, melainkan juga mengepakkan sayapnya selebar-lebarnya. Di antaranya Rocket Fried Chicken, yang membukukan ratusan cabang dalam waktu singkat dengan konsep kemitraan

 

[su_pullquote]Trik-trik promosi yang dilakukan, membuat setiap gerai RFC selalu dipenuhi pengunjung dari berbagai segmen[/su_pullquote]

e-preneur.co. usaha fried chicken semakin lama semakin marak. Hal itu, terlihat dari banyaknya pedagang bergerobak yang menjajakan makanan ini di pinggir jalan. Setingkat di atasnya, kita bisa menjumpai berbagai resto fried chicken yang bertebaran di mana-mana.

Banyak yang mengira, hal itu imbas dari menjulangnya keuntungan resto-resto waralaba fried chicken asing di Indonesia. Tapi, ternyata, konsep amati, tiru, dan modifikasi (ATM) yang gagal terhadap resto-resto asing itu, membuat tidak sedikit pengusaha pengekornya jatuh bangkrut.

Padahal, dengan kreativitas marketing yang tepat, mereka juga bisa memenangkan persaingan. Sehingga, tidak mustahil usaha mereka juga bisa digemari layaknya aktor atau artis idola.

Seperti resto berlabel Rocket Fried Chicken (RFC), yang bisa menyedot konsumen dan calon mitra. Tercatat, sejak berdiri pada tahun 2009 di Bandung, RFC telah memiliki 27 gerai, termasuk gerai-gerai di luar negeri.

“Sebab, sebagus apa pun produk dan layanan sebuah perusahaan, ujung-ujungnya tergantung kepada cara menjual atau promosi,” jelas Rebecca Ayu Indyani, pemilik RFC. Untuk itu, resto cepat saji yang juga dimiliki aktor Indra Bruggman itu, langsung menyentuh lingkungan sekitar gerai dalam upaya promosi dan marketingnya.

“Ambil contoh, RFC memiliki RFC Kiddy Land, sebuah program kerja sama antara RFC dengan produsen obat turun panas anak-anak dan Taman Kanak-Kanak di sekitar area gerai. Program itu, rutin dilaksanakan setiap minggu,” imbuhnya. Sementara untuk menjaring segmen anak muda, RFC memiliki program RFC Music Mania yang menyasar kalangan usia Sekolah Menengah Atas.

Trik-trik promosi itu, membuat setiap gerai resto yang juga menerapkan member card kepada setiap pelanggannya ini, selalu dipenuhi pengunjung dari berbagai segmen. Imbasnya, hal ini menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi calon mitra untuk ikut memiliki gerainya.

Di samping itu, RFC juga menjaring mitra dengan bekerja sama dengan DBS (Duta Business School). Hasilnya, terjaring sekitar 25 mitra dari beberapa wilayah di Tanah Air yang langsung deal membuka jaringan RFC hingga akhir tahun 2011.

Sementara untuk menembus pasar internasional, dilakukan melalui perwakilan cabang di Kuala Lumpur (Malaysia) dan Bandar Seri Begawan (Brunei Darussalam), di samping juga membuka gerai di Singapura. Selanjutnya, mitra-mitra itu bertindak sebagai international marketing RFC Indonesia yang bertugas mengembangkan RFC di beberapa negara.

RFC menawarkan tiga paket kemitraan. Pertama, Paket A berupa mini resto dengan nilai investasi Rp200 juta, mensyaratkan luas ruangan 50 m². Kedua, Paket B berupa resto kafe dengan nilai investasi Rp250 juta dan luas ruangan 100 m². Ketiga, Paket C berupa resto kafe dengan nilai investasi Rp300 juta dan luas ruangan 150 m².

“Dari nilai-nilai investasi tersebut, 30% untuk franchise fee dan 70% untuk equipment fee,” jelasnya. Sementara royalty fee 5%, dibagi menjadi 2,5% untuk royalty fee dan 2,5% untuk CSR (Corporate Social Responsibility). Sedangkan kontrak kerja sama berlaku selama 5 tahun dan ROI (return on investment) diprediksi dapat diraih pada bulan ke-12 sampai ke-15,” bebernya.

Agar bisnis ini secara berkesinambungan menghasilkan profit, menurut Rebecca, ia tidak main-main dengan citarasa. Sebab, rasa merupakan persoalan nisbi. Siapa pun bisa mengklaim rasa produknya yang paling enak. “Untuk mengetahui rasanya, silahkan datang ke gerai RFC terdekat,” ucapnya.

Untuk itu, RFC memakai fully professional kitchen set. Equipment system yang digunakan sangat menentukan kualitas suatu produk. Mengingat, terkait dengan higienitas. Sebut saja, pemanas yang dapat mematikan kuman, bukan sekadar menggunakan lampu. Display tidak menggunakan alumunium, tapi full stainless.

 

Check Also

Menunya Ciamik, Tawaran Franchise-nya Menarik

SamWon House   Dalam bisnis yang mengusung konsep franchise, jika bukan keunggulan produknya yang dikedepankan, …