Home / Agro Bisnis / Pembibitannya Saja Praktis dan Menguntungkan

Pembibitannya Saja Praktis dan Menguntungkan

Gurami Jepang

 

Gurami sudah lama diketahui sebagai salah satu jenis ikan yang sangat menjanjikan untuk dibudidayakan. Apalagi, saat ini, varietasnya semakin banyak dan masing-masing mempunyai keunggulan. Seperti, Gurami Jepang ini

 

[su_pullquote]Gurami Jepang memiliki daya tahan yang baik dan daging yang gurih[/su_pullquote]

e-preneur.co. Sama seperti bisnis budidaya ikan air tawar lainnya, bisnis budidaya Ikan Gurami (baca: gurami, red.) juga mampu mendatangkan omset yang lumayan besar plus tidak pakai ribet. Sebab, gurami (Latin: Osphronemus Goramy, red.) merupakan ikan konsumsi yang cukup populer di kawasan Asia Tenggara dan Selatan. Di Indonesia, ikan yang memiliki daging padat, duri besar, serta rasa yang enak dan gurih ini menjadi hidangan wajib di restoran-restoran.

Selain memiliki pangsa pasar cukup tinggi di tengah-tengah masyarakat, satwa air ini juga bisa bertahan hidup di sembarang tempat. Seperti Gurami Soang dan Gurami Jepang, yang mampu hidup dan berkembang biak dengan baik di lokasi 20 m–400 m di atas permukaan laut dan dengan suhu 25° C–28° C. Kendati, untuk tetap menjaga kualitas, pemilihan lokasi budidaya juga perlu diperhatikan.

Namun, menurut Sjamsi, salah satu penyedia bibit Gurami Jepang berkualitas di  Madiun dan sekitarnya, Gurami Jepang memiliki daya tahan yang baik dan daging yang cukup gurih. Meski, ukuran tubuhnya masih di bawah Gurami Soang.

“Kesulitan dalam melakukan pembibitan gurami yakni kita harus memilih telur yang baik dan matang. Telur yang matang, memiliki tingkat keberhasilan dalam menetas hingga 80% dari satu paket yang berisi sekitar 10.000 butir telur gurami. Jika telur yang dipilih kurang baik, maka tingkat keberhasilannya hanya 50%. Meski cuma 50%, kita tetap mendapat keuntungan,” ujar pria, yang memiliki tiga kolam yang masing-masing berukuran 500 m2, 700 m2, dan 800 m2 ini.

Telur yang baik dan matang diperoleh dari indukan gurami yang berumur 2 tahun–4 tahun. Selain itu, tempat atau lokasi hidup indukan gurami juga mempengaruhi kualitas telur.

“Indukan gurami yang telah berumur lebih dari empat tahun, sebaiknya diremajakan lagi agar kualitas telur yang dihasilkan menjadi baik. Dari pengalaman saya, Banyumas dan Purwokerto merupakan tempat yang memiliki kualitas telur Gurami Soang dan Gurami Jepang yang baik,” tambah Sjamsi, yang dalam mengurusi kolamnya hanya dibantu oleh seorang pegawai.

Gurami memiliki masa panen singkat yaitu 2 bulan–3 bulan. Hal inilah, yang membuat Sjamsi lebih fokus dalam pembibitan gurami. Selanjutnya, anakan gurami yang baru berumur dua bulan sudah laku dijual dengan harga per ekornya tergantung ukurannya.

Menurut Sjamsi, keberhasilan memperoleh anakan gurami juga dipengaruhi oleh perbandingan luas kolam dan jumlah ikan. Untuk pembibitan, perbandingan yang ideal yaitu 1 m2 diisi dengan calon anakan sebanyak 150 ekor.

“Jika per 1 m2 diisi dengan 500 ekor anakan gurami, maka dua bulan kemudian, kualitas gurami tersebut tidak maksimal. Seperti, tubuhnya tidak berkembang atau membesar dengan baik. Hal ini, berbeda dengan 1 m2 diisi oleh 150 ekor anakan,” ungkap pengajar di sebuah Madrasah Tsanawiyah ini.

Sedangkan untuk pembesaran, perbandingan luas kolam dengan jumlah ikan yang baik yaitu 1 m2 dengan 10 ekor gurami. “Sebenarnya, bisa juga diisi 20 ekor per 1 m2, tapi nanti hasilnya pasti tidak maksimal dan rentan terhadap penyakit,” lanjutnya.

Pada umur 2 minggu–1 bulan, anakan gurami diberi makan Cacing Lur atau Cacing Benang. Setelah mencapai umur satu bulan lebih, pakan ditambah dengan pelet.

Kendala yang sering dihadapi para petani gurami yaitu saat datangnya suhu dingin di musim pancaroba. Di saat itu, banyak gurami yang mati atau terserang penyakit. Imbasnya, banyak telur gurami yang tidak mau menetas. Hal ini, pada akhirnya, akan menimbulkan kelangkaan gurami di pasaran.

Dari berbagai eksperimen yang telah dilakukan, Sjamsi menemukan sebuah formula untuk memperkuat daya tahan anakan gurami ketika menghadapi suhu dingin yaitu probiotik tradisional. Probiotik tradisional buatan Sjamsi ini, diklaim mampu menjadi jamu yang efektif dalam mencegah penyakit pada gurami maupun ikan air tawar lainnya. Untuk itu, selain dipakai sendiri, ramuan ini juga seringkali dipesan oleh para petani gurami yang mengambil bibit gurami di tempatnya.

“Probiotik ini diberikan saat terjadi perubahan cuaca. Kolam dengan campuran probiotik ini cukup efektif dalam menstabilkan kondisi gurami. Bagi para petani gurami yang mengambil bibit di tempat saya, saya selalu sarankan untuk menggunakan probiotik ini,” ujar Sjamsi, yang memiliki sekitar 100.000 bibit Gurami Jepang di kolamnya.

 

Di samping itu, Sjamsi juga membuat pupuk sebagai tambahan pakan untuk gurami maupun ikan air tawar lainnya. Pupuk yang terbuat dari kotoran sapi yang dikeringkan, kemudian diformulasikan secara khusus dengan probiotik ini, dikemas per 5 kg dan dibungkus karung beras.

“Bungkusan karung ini, kemudian diikat di dalam kolam hingga terendam. Beberapa hari kemudian, akan muncul cacing-cacing halus di sekitar karung tersebut yang menjadi makanan gurami. Penggunaan pupuk ini juga menghemat pemakaian pakan dari pabrik. Jika satu kolam biasanya menggunakan pakan 10 kg, dengan menggunakan pupuk ini, maka pemakaian pakan hanya 5 kg,” ungkapnya.

Permintaan akan gurami di pasar yang semakin meningkat, jelas menunjukkan prospek bisnis budidaya ikan ini masih terbuka lebar. Bagi Sjamsi sendiri, setiap bulan, ia meraup omset yang tidak sedikit.

 

Catatan
  • Saat suhu dingin, penting untuk memberikan imunisasi atau probiotik yang mampu membuat daya tahan ikan meningkat.
  • Tingkat keberhasilan telur yang menetas mencapai 80%.
  • Pupuk hasil fermentasi kotoran sapi juga bisa diberikan untuk pakan tambahan, sekaligus untuk menekan biaya pakan pabrik.
  • Jika ada gurami yang sakit, sebaiknya airnya diberi sedikit garam untuk menetralisasikan keasaman air kolam.

Check Also

Menyehatkan Konsumennya, Menguntungkan Petaninya

Beras Hitam Organik Meski buruk rupa, tapi kaya manfaat kesehatan. Tidak mengherankan, bila peminat Beras …