Home / Agro Bisnis / Belum Ada Buahnya, Pohon Bibitnya pun Laku

Belum Ada Buahnya, Pohon Bibitnya pun Laku

Mangga Kio Jay

 

Dengan segala keunggulan yang dimiliki, Mangga kio jay menggegerkan pasar tanaman buah di Indonesia. Kendati buahnya belum dapat dijumpai di pasar, pohon bibitnya telah merambah ke beberapa tempat di Jawa, Sumatera, dan kalimantan

 

[su_pullquote]Mangga Kio Jay mudah pertumbuhannya, cepat perkembangannya, enteng perawatannya, serta dapat ditanam baik di dalam pot maupun tanah[/su_pullquote]

e-preneur.co. Thailand dikenal sebagai negara yang banyak menghasilkan buah, bukan hanya lezat rasanya, melainkan juga berukuran lebih besar ketimbang biasanya. Imbasnya, harga belinya juga mahal. Contoh, Durian Montong.

Lantas, pada tahun 2001, Negara Gajah Putih ini memperkenalkan satu jenis buah lagi yaitu Mangga Kio Jay (sumber lain menuliskannya Kyo Jay atau Kyu Jay, red.). Kio yang berarti hijau dan jay yang berarti besar dalam Bahasa Thailand ini, memang menggambarkan bentuk fisik si mangga.

Ya. Dilihat dari bobotnya, Kio Jay, begitu selanjutnya kita menyebutnya, bisa mencapai 2,5 kg dengan panjang 20 cm–30 cm. Sementara, bobot maksimal Mangga Golek cuma 1,5 kg dengan panjang 20an cm.

Perbandingan ini dilakukan, mengingat secara fisik, mangga yang rasanya sangat manis dan baunya harum ini mirip dengan Mangga Golek atau Mangga Harum Manis. Selain itu, mangga raksasa ini juga mempunyai ukuran biji yang kecil dan tipis, serta daging buah yang sangat tebal.

Dan, laiknya mangga-mangga lain, Kio Jay lebih bagus hasilnya jika ditanam di wilayah yang berudara panas, seperti Jakarta, Cirebon, Indramayu, dan Bekasi. Tapi, hal ini tidak berarti di wilayah yang berudara sejuk, Kio Jay tidak dapat tumbuh, hanya tidak maksimal dan optimal dari segi kualitas.

Sayang, buah mangga berukuran jumbo ini belum bisa ditemui di pasaran. Sehingga, bagi mereka yang tertarik, baru bisa membeli bibitnya. Untuk pohon bibit, Hesti Fruits Tani menjualnya dengan ketinggian 1,5 m–1,8 m atau berumur 3 tahun–4 tahun.

“Pohon bibit semacam ini, sudah pernah belajar berbuah. Tapi, kualitas dan jumlah buahnya belum bagus. Meski begitu, jauh lebih baik daripada Mangga Golek yang baru belajar berbuah pada umur 5 tahun–6 tahun,” kata Wildansyah, yang menangani bagian marketing, pemasaran, dan pembibitan di Hesti Fruits Tani.

Kio Jay gampang dibudayakan. Dalam arti, mudah pertumbuhannya, cepat perkembangannya, enteng perawatannya, serta dapat ditanam baik di dalam pot maupun tanah. Untuk membudidayakannya, sebaiknya menggunakan pohon bibit berumur 6 bulan–8 bulan atau dengan ketinggian 80 cm–1 m. Karena, pohon bibit semacam ini sudah teruji keunggulannya.

Selain itu, gunakan pohon bibit hasil okulasi. “Kio Jay yang dibudidayakan dengan sistem okulasi akan rajin berbuah. Dalam arti, kita tidak perlu menunggu sampai musimnya tiba, yang terjadi dua kali dalam setahun. Kio Jay yang dibudidayakan dengan sistem okulasi bisa berbuah empat kali dalam setahun. Namun, sekali lagi, kita kembalikan kepada perawatannya,” ungkap Wildan, begitu ia biasa disapa.

Untuk itu, saat membeli bibitnya, jangan hanya melihat daunnya, tapi lebih melihat pada sambungan batang atau hasil okulasinya. “Jangan sampai Anda terkecoh dengan hasil cangkok!” imbuhnya.Sedangkan sistem penanamannya, sebaiknya tabulampot (tanaman buah dalam pot) agar dihasilkan buah yang istimewa dan berbuah lebih cepat.

Selain itu, jika pohon sedang bermasalah, maka ia akan merontokkan daun-daunnya. “Anda tidak perlu panik. Konsultasikan saja kepada penjualnya atau berhati-hatilah dalam pemupukannya. Pokoknya, ikuti saja saran-saran dari si penjual,” katanya.

Ketertarikan masyarakat terhadap Kio Jay, ia melanjutkan, memang berimbas pada naiknya pembelian pohon bibitnya. Terbukti, Hesti Fruits Tani yang berlokasi di Meruya Utara, Jakarta Barat, setiap kali mengikuti pameran mampu menjual 100 pohon bibit/hari.

“Tapi, itu pembelian yang bersifat pribadi. Untuk pembelian yang dimaksudkan untuk dikebunkan, secara rutin kami mengirim pesanan ke Sumatera dan Kalimantan masing-masing sebanyak 100−200 pohon bibit,” katanya.

Ya. Lampung Barat dan Aceh Utara memang sudah berhasil mengebunkan mangga yang satu ini. Di sana, masing-masing terdapat 200 pohon. Bahkan, di kedua wilayah tersebut, masyarakat sudah bisa menikmati buahnya yang dibeli langsung dari kebunnya. Buah yang dijual dalam kondisi matang pohon itu dijual dengan harga sekitar Rp25 ribu/kg, padahal bobotnya rata-rata 1,5 kg/buah.

Prospeknya? “Kio Jay akan terus ada. Apalagi, kalau nanti buahnya juga sudah dipasarkan,” pungkasnya.

 

Catatan

Sebagai bisnis, Kio Jay lebih banyak dijual dalam bentuk pohon bibit. Karena, tidak semua orang bisa memulai dari pohon indukannya.

Untuk pembesaran pohonnya yang membutuhkan waktu 1,5 tahun–2 tahun:

  • Obat perangsang baru disediakan dan diberikan kalau pohon sudah siap berbuah.
  • Tidak diperlukan tenaga kerja.
  • Risiko kematian 5%. Tapi, risiko ini hanya akan terjadi jika kondisi tanah jelek, adanya penyakit di dalam tanah, perawatan belum stabil, dan pembudidaya belum fasih. Namun, pada dasarnya, kematian itu jarang terjadi, hanya stres sehingga berbuah lebih lambat.
  • Bila ada masalah, jangan segan konsultasikan kepada penjual.

 

Check Also

Menyehatkan Konsumennya, Menguntungkan Petaninya

Beras Hitam Organik Meski buruk rupa, tapi kaya manfaat kesehatan. Tidak mengherankan, bila peminat Beras …