Home / Agro Bisnis / Penjualan Pohon Bibitnya Saja Sudah Menguntungkan

Penjualan Pohon Bibitnya Saja Sudah Menguntungkan

Jeruk Nipis Jumbo

 

Keinginan para petani Indonesia agar hasil tanaman mereka bisa bersaing dengan produk tanaman mancanegara, salah satunya yaitu dengan “melahirkan” Jeruk Nipis Jumbo. Jeruk ini mempunyai banyak keunggulan, di antaranya yaitu mampu mencapai bobot hingga 1 kg/buah. Tapi, untuk sementara, justru pohon bibitnya yang banyak dicari para konsumen

 

[su_pullquote]Bobot sebuah Jeruk Nipis Jumbo rata-rata ½ kg, tapi kadangkala bisa mencapai 1 kg[/su_pullquote]

e-preneur.co. “Perkawinan” tidak hanya terjadi di dunia fauna, tapi juga di dunia flora. Seperti, perkawinan antara Jeruk Nipis lokal (Latin: Citrus Aurantifolia Swingle Bulat, red.) dengan Jeruk Nipis Bangkok (Latin: Citrus Aurantifoloa Swingle Oval, red.) di mana hasilnya berupa Jeruk Nipis Jumbo, yang tentu saja jauh lebih bagus ketimbang “orang tuanya” baik bentuk, ukuran, kandungan air, pertumbuhan, maupun budidayanya.

Dari segi bentuk dan ukurannya, Jeruk Nipis Jumbo mempunyai bentuk bulat sempurna dengan warna kekuningan dan mengkilat. Sementara Jeruk Nipis pada umumnya, berwarna hijau atau kuning berbintik-bintik putih.

Sedangkan ukurannya, rata-rata ½ kg/buah. Tapi, kadangkala, bisa mencapai 1 kg/buah. Bandingkan dengan Jeruk Nipis yang selama ini kita konsumsi, yang cuma berbobot 2 ons/buah.

Jeruk Nipis Jumbo juga memiliki kandungan air yang lebih banyak daripada Jeruk Nipis pada umumnya di mana dari satu buah Jeruk Nipis Jumbo dapat dihasilkan sekitar ½ gelas (= 100 ml). Selain itu, Jeruk Nipis Jumbo juga dapat dikonsumsi laiknya buah jeruk.

Dari segi pertumbuhannya, lebih cepat. Dalam arti, pada umur 5−6 bulan sudah dapat dipanen. Sedangkan Jeruk Nipis pada umumnya, belum tentu.

Sementara dalam budidayanya, untuk memperoleh hasil yang lebih baik, sebaiknya menggunakan sistem okulasi daripada biji. Sebab, pada umur tiga bulan, bibit Jeruk Nipis Jumbo dengan sistem tanam okulasi sudah tumbuh kembangnya. Tapi, tidak dengan sistem tanam menggunakan biji.

“Sistem okulasi yang disempurnakan dengan tabulampot (tanaman buah dalam pot, red.), akan membuat pertumbuhan Jeruk Nipis Jumbo semakin cepat dan tidak tergantung pada musim,” ungkap Wildansyah, yang menangani bagian marketing, pemasaran, dan pembibitan di Hesti Fruits Tani.

Ya. Dengan sistem okulasi, tanaman Jeruk Nipis Jumbo akan berbuah secara teratur dan jumlah buahnya rata-rata sama. Sementara dengan sistem cangkok, pada awalnya pohon akan berbuah dengan lebatnya. Lalu, dalam waktu singkat, jumlah buah semakin lama semakin berkurang.

Di sisi lain, bibit Jeruk Nipis Jumbo juga dapat ditanam langsung ke dalam tanah. Dan, hasilnya jauh lebih bagus. Mengingat, di dalam tanah banyak makanan dan tanaman bisa mencarinya sendiri. Berbeda bila di dalam pot di mana makanan dipasok oleh manusia.

“Bila langsung ditanam di dalam tanah, Pohon Jeruk Nipis Jumbo sudah dapat dipanen dalam tempo sebulan dengan ketinggian pohon mencapai 1−1,5 meter. Sedangkan di tabulampot, dapat dipanen dalam waktu sekitar 1,5−2 bulan dengan ketinggian pohon hanya 0,5 meter. Tapi, rata-rata banyaknya Jeruk Nipis Jumbo yang dapat dipanen dalam satu pohon sama yaitu sekitar 20 buah. Sementara untuk mendapatkan buah dengan kualitas yang bagus, sebaiknya dilakukan penyortiran dengan mengorbankan atau membuang buah yang tidak berkembang dengan baik,” ujar Wildan, begitu ia biasa disapa.

Uniknya, kalau boleh dibilang begitu, berbeda dengan tanaman buah pada umumnya di mana jumlah buah akan semakin berkurang seiring bertambahnya umur, Jeruk Nipis Jumbo meski mengalami hal yang sama tapi bobot buahnya semakin bertambah berat. Di samping itu, tanaman yang termasuk tua-tua keladi alias makin tua makin menjadi ini akan bertahan hidup dalam waktu yang lama, selama akar tunggalnya tidak bermasalah.

“Rata-rata mampu bertahan sampai berumur 5−6 tahun. Sedangkan yang dicangkok, karena memiliki keterbatasan, maka hanya mampu bertahan hingga berumur 3−5 tahun. Tapi, dengan perawatan yang baik, ia juga mampu bertahan sampai berumur lima tahun,” jelasnya.

Dengan kata lain, ia menegaskan, itu semua tetap tergantung pada perawatannya. Misalnya, sebulan sekali diberi pupuk secukupnya, untuk daerah panas setiap pagi dan sore disirami dan untuk daerah dingin disirami setiap pagi atau sore saja. “Tapi yang disirami bagian bawahnya saja, tidak perlu sampai ke atasnya,” imbuhnya. Selain itu, penggantian media tanam setiap tiga bulan, memberi vitamin dan obat-obatan ketika penyakitnya yang mudah dibasmi itu datang, dan sebagainya.

Pertumbuhan buah juga tergantung pada musim. Dalam arti, pada musim kemarau, pertumbuhan buah akan tersendat-sendat. Sedangkan pada musim penghujan, pertumbuhannya bagus. “Pada dasarnya, tanaman jeruk menyukai daerah yang lembab. Kendati begitu, ia dapat tumbuh dengan baik di JABODETABEK yang notabene berudara panas,” lanjutnya.

Sayangnya, kalau boleh dibilang begitu, sebagai buah, Jeruk Nipis Jumbo masih sangat jarang dijumpai di pasaran. Dalam arti, hanya dapat ditemui di pusat perbelanjaan yang sering dikunjungi orang-orang bule. Di sana, Jeruk Nipis Jumbo dibanderol dengan harga minimal Rp30 ribu/kg.

Karena itu, kebanyakan orang lebih suka menjual bibitnya. Seperti, Hesti Fruits Tani yang berlokasi di Meruya Utara, Jakarta Barat, yang menjual pohon bibit Jeruk Nipis Jumbo dengan harga tergantung pada kualitasnya. Dalam arti, umur bibit, bibit itu baru dibuat, atau bibit unggulan (terbukti sudah pernah berbuah, red.).

 

Catatan
  • Tidak memerlukan tenaga kerja.
  • Obat-obatan dan vitamin hanya digunakan bila perlu, tapi harus selalu disediakan.

Check Also

Menyehatkan Konsumennya, Menguntungkan Petaninya

Beras Hitam Organik Meski buruk rupa, tapi kaya manfaat kesehatan. Tidak mengherankan, bila peminat Beras …