Home / Celah / “Kue” Bisnis Bengkel Keliling itu Masih Besar

“Kue” Bisnis Bengkel Keliling itu Masih Besar

O-Beng

 

Kini, kegiatan menservis mobil tidak lagi menjemukan. Anda tidak perlu antre dan menunggu hingga berjam-jam. Cukup dengan menekan nomor telepon, layanan bengkel yang datang ke rumah-rumah akan mengatasi permasalahan mobil Anda

 

[su_pullquote]Kehadiran O-Beng menjadikan konsumen hemat waktu dan biaya[/su_pullquote]

e-preneur.co. Konsumen adalah Raja. Laiknya seorang Raja, mereka biasanya minta dilayani dan permintaan mereka pun harus dituruti.

Tapi, kemudahan itu tidak akan dijumpai saat mereka harus membawa mobil ke bengkel (resmi). Sebab, di sini, mereka harus mengambil nomor antrean terlebih dulu dan selanjutnya selama berjam-jam mesti menunggu giliran untuk dilayani.

Padahal, di sisi lain, mereka tidak mempunyai cukup waktu untuk menghadapi hal ini. Lantaran, kesibukan kerja sehari-hari, misalnya. Imbasnya, hanya bisa pasrah atau berkeluh kesah.

Keluhan-keluhan yang menggema seperti suara lebah hampir di setiap bengkel itu, ditanggapi oleh PT Ulise Sentosa Abadi dengan mendirikan bengkel yang diberi nama O-Beng. Bengkel yang hadir pada tahun 2009 itu merupakan bengkel yang datang ke rumah-rumah, kantor-kantor, atau di mana pun konsumen berada.

Dengan demikian, konsumen tidak perlu antre lagi. Cukup booking ke perusahaan yang berkantor di BSD Junction, Bumi Serpong Damai, Tangerang, ini pada hari kerja dari jam 08.30−16.30. Lantas, O-Beng pun datang ke lokasi dan pada waktu yang diinginkan konsumen.

“Jadi, dibandingkan dengan bengkel-bengkel resmi, kehadiran O-Beng menjadikan konsumen hemat waktu dan biaya. Karena, tidak perlu datang ke bengkel. Mereka tinggal leha-leha dengan keluarga atau menyelesaikan pekerjaan kantor, sambil sesekali mengontrol mobil mereka yang sedang diperbaiki atau dirawat,” kata Manager O-Beng.

Sementara dilihat dari kualitas pengerjaan, bengkel yang khusus menangani mobil-mobil buatan Jepang karena harga suku cadangnya dinilai lebih murah daripada mobil-mobil buatan Eropa ini, memiliki beberapa unit mobil dan  mekanik yang dulunya bekerja di berbagai bengkel resmi. Selain itu, biaya perbaikan mobilnya pun terbilang lebih murah ketimbang bengkel resmi.

“Tarif perbaikan mobil di O-Beng 30%−40% lebih murah ketimbang bengkel resmi,” ujarnya.

Meski begitu, benkel (bengkel keliling, red.) ini lebih fokus pada perawatan mobil. Untuk itu, O-Beng menyediakan tiga paket perawatan mobil di mana masing-masing paket dibedakan dari kualitas oli yang digunakan. Dalam arti, semakin berkualitas oli yang digunakan, semakin mahal harga paketnya.

Sementara jika dibandingkan dengan bengkel perorangan atau yang lebih sering disebut bengkel tradisional, O-Beng tentu saja lebih canggih dan profesional, lengkap peralatannya, berbadan hukum, serta memberi garansi sekitar dua minggu setelah mobil diservis. “Kalau dilihat dari posisinya, kami berada di tengah-tengah antara bengkel resmi dengan bengkel ‘tradisional’,” ucapnya.

Namun, O-Beng hanya menjangkau Tangerang, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan. “Untuk ketiga wilayah tersebut, kami akan datang tanpa biaya alias gratis. Sedangkan untuk wilayah di luar area kami seperti Jakarta Timur dan Jakarta Utara, kami membebankan biaya kunjungan,” katanya.

Tapi, laiknya bisnis, tidak selalu diawali dengan mulus. Demikian pula, dengan O-Beng. Pada awal berdirinya, banyak orang yang tidak mengetahui keberadaannya. Padahal, bisnis ini merupakan bisnis kepercayaan. Di samping itu, O-Beng tidak memiliki bengkel.

“Untuk meyakinkan konsumen, O-Beng mengikuti berbagai pameran, menyebarkan brosur, beriklan melalui internet, menyebarkan informasi dari mulut ke mulut, dan sebagainya. Imbasnya…kami ditolak mentah-mentah,” tuturnya.

Dalam perjalanannya, ada konsumen yang memberanikan diri mencoba pelayanan yang ditawarkan O-Beng. Dari sinilah, permintaan pelayanan berlanjut.

Kini, O-Beng telah membukukan ratusan konsumen setia, baik dari kalangan perorangan maupun perusahaan. Di samping itu, setiap hari, bengkel yang hanya menerima mobil-mobil yang sudah lepas garansi dari bengkel resmi ini, menerima orderan lebih dari rata-rata (rata-rata 4–5 orderan, red.).

“Untuk bisa melayani semua permintaan konsumen dalam sehari, dalam satu mobil kami menempatkan satu mekanik senior dan satu mekanik yunior. Kami juga menggunakan sistem antar–drop–jemput dan sistem mapping,” ungkapnya.

Sebelum melakukan perawatan atau perbaikan, para mekanik O-Beng juga akan melihat terlebih dulu “rekam medik” si mobil. Selain itu, para mekanik tersebut akan menjelaskan secara detil permasalahan apa yang sedang dialami mobil ke konsumen, agar tidak terjadi salah paham.

Omsetnya? “Bila dalam sehari, O-Beng menerima minimal empat orderan untuk paket perawatan untuk harga paling murah saja, omset kami bisa jutaan rupiah. Jadi, silahkan kalikan omset per hari kami dalam 20 hari kerja,” kilahnya. Sekadar catatan, omset tersebut belum termasuk biaya perbaikan.

Meski begitu, ke depannya, O-Beng justru tidak berminat mengembangkan sayap dengan membuka pelayanan untuk mobil-mobil buatan Eropa, tapi cenderung ingin menawarkan waralaba. “Karena, sudah banyak yang berminat mengembangkan O-Beng,” ungkapnya.

Hal itu juga dilakukan, karena pada satu sisi, kue bisnis bengkel yang sangat dibutuhkan keberadaannya oleh perusahaan rental mobil ini masih besar. Sebab, pertama, dengan alasan ingin serba cepat, keluhan konsumen terhadap bengkel resmi semakin lama semakin banyak. Kedua, karena satu dan lain alasan, ada banyak pemilik mobil yang “ditolak” oleh bengkel resmi. Ketiga, besarnya omset yang dapat diraup dari bisnis ini.

Imbasnya, kini sebuah bengkel resmi juga turut membuka bisnis semacam ini. Selain itu, di beberapa lokasi, bisnis bengkel semacam ini juga mulai dapat dijumpai dengan konsentrasi pelayanan yang berbeda-beda. Misalnya, hanya fokus di perbaikan kerusakan.

Sementara pada sisi lain, bengkel semacam ini dapat dijalankan dengan mudah oleh mereka yang telah memiliki pengetahuan tentang perbengkelan. “Mereka cukup memiliki satu unit mobil dan peralatan perbengkelan lengkap. Sehingga, konsumen dapat diyakinkan,” pungkasnya.

 

 

Check Also

Banyak Peminatnya

Rental Portable Toilet Kehadiran toilet umum—terutama yang bersih, nyaman, wangi, dan sehat—menjadi salah satu kebutuhan …