Home / Waralaba / Bisa Berjualan dalam Bentuk Resto, Bisa Pula Secara Delivery Order

Bisa Berjualan dalam Bentuk Resto, Bisa Pula Secara Delivery Order

Matur TengkYu

 

Tidak dapat dipungkiri bahwa konsep pelayanan pesan−antar lebih bisa dijadikan andalan untuk meraup omset, ketimbang mengharapkan konsumen untuk terus datang ke sebuah tempat makan. Dan, itulah yang dilakukan Matur TengkiYu hingga bisa berkembang cukup baik. Kondisi inilah, yang pada akhirnya membuat banyak pihak tertarik untuk menjalin kerja sama dalam bentuk waralaba

 

[su_pullquote]Matur TengkiYu tidak menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Karena, menjalankan usaha itu ibarat memasak dengan api kecil: membutuhkan waktu yang lama, tapi matang di semua sisi[/su_pullquote]

e-preneur.co. Dari sekian sektor bisnis yang ada, makanan dan minuman masih tetap menjadi bisnis primadona dari tahun ke tahun. Kebutuhan akan barang-barang ini tidak akan pernah surut, kendati kondisi perekonomian di ambang krisis sekali pun.

Sehingga, tidak mengherankan jika pertumbuhan bisnis kuliner, semisal bisnis restoran, masih tinggi meski ceruk pasarnya relatif sesak. Dan, itu tergantung pada faktor kelezatan makanan, selain faktor lokasi dan pelayanan terhadap pelanggan.

Namun, dalam dunia bisnis, tidak ada satu pun rumus yang baku. Kejelian melihat peluang dan potensi diri, seringkali menjadi awal penentu keberhasilan. Sebagaimana yang dialami Tri Prasetyo, pemilik Restoran Matur TengkYu, ketika mengawali usahanya dari Yogyakarta.

Saat membuka warung makan pada tahun 2006, Tri tidak mempunyai bayangan sedikit pun bisa mengembangkan usahanya dengan konsep waralaba hingga  ke luar kota yang dijuluki Kota Gudeg ini. Ia hanya menangkap potensi bisnis dari keberadaan anak-anak kuliahan di kota itu. Dan, warung makan yang ia buka memang dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan makan mereka.

Dalam perjalanannya, Tri justru merasakan perkembangan yang lain. Jumlah pembeli yang memesan makanan lebih banyak ketimbang yang datang ke warungnya. “Kami memang pernah membuka semacam warung di dekat kampus Universitas Sanata Dharma dan Universitas Ahmad Dahlan. Tapi, perkembangan selanjutnya, kami terpaksa menutupnya sementara. Karena, kami kewalahan menghadapi market delivery,” tutur Tri.

Layanan delivery order inilah, yang selanjutnya menjadi nilai jual Matur TengkYu. Menu-menu andalan Matur TengkYu yang banyak digemari pelanggan, seperti Ayam Panggang Utuh, Ayam Goreng Kremes, Gurami Bakar/ Goreng Kremes, Bebek Panggang/Goreng Kremes, Lele Bakar/Goreng Kremes, Gurami Asam Manis, Sate Tahu, Sate Ampela−Ati, dan Sate Usus yang dikombinasi dengan nasi dan dikemas dalam boks diusung dengan konsep pelayanan pesan−antar.

Matur TengkYu mampu menyediakan pesanan tersebut dalam jumlah besar. Meski, pemesanan dilakukan secara mendadak. “Jika ada pelanggan yang tiba-tiba mengadakan acara dan memesan makanan secara mendadak, kami tetap melayaninya. Dalam tempo dua jam, kami siap mengantarkan 250 boks nasi sampai ke tujuan. Tanpa ongkos kirim alias gratis!” tegasnya.

Inilah, ia melanjutkan, yang menjadi keunggulan Matur TengkYu. Dan, strategi ini terbukti mujarab, yang terlihat dari seringnya pelanggan melakukan repeat order.

Namun, sukses mengandalkan layanan pesan−antar, ternyata dirasakan masih belum lengkap jika tidak memiliki resto sendiri. Uniknya, permintaan untuk membuka resto justru datang dari para pelanggan. Bahkan, akhirnya, bukan hanya permintaan untuk membuka resto saja, melainkan juga permintaan menjalin kerja sama dengan sistem waralaba ikut mengalir.

Pada akhir November 2010, Tri memberanikan diri membuka kesempatan waralaba bagi pelanggan yang berminat menjalin kerja sama. Keputusan ini, juga didasari perasaan jenuh Tri terhadap bisnisnya yang terkesan stagnant. “Saya merasa bisnis yang saya jalankan kok begini-begini saja, kurang tantangannya. Akhirnya, saya mencoba membuat leverage,” katanya.

Ia mengutip kalimat bijak seorang motivator: Orang bodoh memiliki nilai tambah, tapi ia lupa mengalikannya. Dan, Tri yang memahami maksud dari kalimat itu, lalu mengambil langkah dengan cara membuka cabang ke seluruh Indonesia dengan sistem waralaba.

“Selain untuk menambah pasar nasional, pasar di pusat pun otomatis bertambah. Karena, alamat cabang-cabang luar kota kami sertakan dalam boks nasi. Sehingga, market di pusat lebih percaya bahwa merek kami kualitas nasional. Paska ekspansi ini, market di pusat mengalami kenaikan 60% lebih,” ungkap Tri, yang kini memiliki dua restoran di Yogyakarta, serta beberapa cabang yang berlokasi di Bogor, Ciledug, Bekasi, Jakarta Barat, dan Malang.

Untuk calon mitra yang berminat menjalin kerja sama, Tri menawarkan paket investasi restoran. Dengan paket tersebut, mitra tidak hanya dapat berjualan dalam bentuk restoran, tapi juga bisa menjual beragam menu yang ada secara delivery.

“Mitra harus menyediakan lokasi, bangunan, sumber daya manusia (SDM), serta peralatan. Kami akan memberikan arahan dalam mencari SDM. Sementara peralatan tidak dari kami, tapi dari mitra. Untuk lokasi, kami akan membantu dalam menentukan prospek tidaknya usaha ini,” jelasnya.

Meski prospeknya terbilang cerah, Tri tidak mau terlalu muluk menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Menjalankan bisnis, menurutnya, ibarat memasak dengan api kecil. Maksudnya, membutuhkan waktu yang lama, tapi matang di semua sisi. Bukan dengan api besar yang berakibat gosong di luar, namun tidak matang di dalam.

“Kami memprediksi mitra bisa balik modal sekitar 22−23 bulan. Tapi, itu harus ditunjang dengan disiplin harian untuk menentukan target market dan mem-follow up para pelanggan, terus-menerus melakukan edukasi pasar, dan memiliki itikad bisnis yang kuat,” paparnya.

Tri menyadari usaha restoran yang digelutinya tidak imun dari persaingan. Terutama, resto yang menyediakan layanan pesan−antar masakan Indonesia (taste Jawa). Meski begitu, ia mempunyai resep untuk bisa memenangkan persaingan yakni dengan melakukan pendekatan tanpa henti kepada calon konsumen maupun konsumen lama.

“Karena, uang besar ada pada list pelanggan, maka kami terus-menerus mem-follow up pelanggan-pelanggan lama yg sudah jarang memesan. Hasilnya, kami mendapat pelanggan lama yang sudah jarang memesan, akhirnya kembali lagi kepada kami,” pungkasnya.

 

Check Also

Menunya Ciamik, Tawaran Franchise-nya Menarik

SamWon House   Dalam bisnis yang mengusung konsep franchise, jika bukan keunggulan produknya yang dikedepankan, …