Home / Waralaba / Ada Jaminan Promosi Terus Menerus

Ada Jaminan Promosi Terus Menerus

Pempek 8 Ulu Cik Ning

 

Berbeda dengan bisnis pempek pada umumnya, Pempek 8 Ulu Cik Ning besutan Imron Casidy berkonsep elegan. Bukan cuma itu, bisnis kuliner yang dibangun dengan langsung menawarkan kemitraan ini, juga memberi dukungan promosi yang berkesinambungan dan manajemen yang tertata apik. Tidak mengherankan, jika, Pempek 8 Ulu Cik Ning ini berumur panjang  dan terus beranak pinak

 

[su_pullquote]Pempek 8 Ulu Cik Ning prospektif dan investasinya terjangkau[/su_pullquote]

e-preneur.co. Tawaran berinvestasi melalui waralaba makanan, tampaknya tidak akan pernah surut dari tahun ke tahun. Ini terbukti dengan banyaknya perusahaan kuliner, yang terus-menerus menawarkan bisnis dengan sistem waralaba kepada masyarakat.

Apalagi, diimbuhi dengan sejumlah faktor yang mendukung laju pertumbuhan bisnis di sektor ini. Di antaranya, sikap optimisme dari pelaku usaha yang menganggap bisnis makanan dan minuman memiliki tingkat keberhasilan yang lumayan tinggi dibanding bisnis di sektor lain.

Faktor lain yang tidak kalah penting yakni skala bisnis ini begitu luas. Berbagai jenis makanan dapat ditawarkan dari konsep kakilima hingga hotel bintang lima dan dari masakan kampung hingga makanan orang-orang bule.

Hal ini, memungkinkan setiap pebisnis meraup keuntungan. Meski, yang dijajakan berupa menu atau makanan tradisional yang bisa dibuat sendiri di rumah.

Begitu bersinarnya sektor bisnis kuliner. Setidaknya, hal ini terlihat dari beberapa brand lokal yang sudah mampu go international dengan menjajal peruntungan mereka di mancanegara.

Dan, terlepas dari persoalan pasang surut bisnis makanan, sektor ini tetap menunjukkan prospek yang cerah. Salah seorang yang meyakini beberapa faktor posiitif di atas yaitu Imron Casidy, pemilik Pempek 8 Ulu Cik Ning. Ia mencoba peruntungannya berbisnis kuliner, ketika melihat peluang di sektor makanan sangat besar.

“Awalnya, saya bukan pebisnis makanan. Saya pengusaha yang bergelut di bidang jasa advertising. Tapi, ketika mendapat kesempatan emas mencoba bisnis kuliner, saya tertantang. Berhubung saya orang asli Palembang yang memiliki resep pempek dari orang tua, sekalian saja saya jual pempek dengan brand Pempek 8 Ulu Cik Ning,” kisah Imron.

Menurutnya, meski pengusaha pempek sudah menjamur, ditambah lagi jenis makanan western yang sudah diadaptasi kian membanjir, ia tetap optimis mampu menjaring konsumen sebanyak mungkin. Sebab, makanan tradisional ini sudah mendapat tempat khusus di kalangan masyarakat Indonesia.

Ia tidak kuatir dengan ketatnya persaingan bisnis pempek. Lantaran, sebagai orang asli Palembang, ia merasa mampu membuat produk yang berbeda dengan pempek kebanyakan.

Setidaknya, dari segi konsep saja sudah berbeda. Ia tidak bersaing dengan pedagang pempek gerobak keliling, tapi membentuk konsep yang lebih elegan dalam bentuk kios dan gerobak yang ditempatkan di mal-mal terkemuka atau lokasi-lokasi yang dianggap strategis.

“Intinya, saya memitrakan bisnis makanan yang prospektif dan dengan investasi yang mudah dijangkau. Dengan demikian, selain bisnis saya makin berkembang, secara tidak langsung saya ikut melestarikan kuliner tradisional,” ucap mantan Ketua Kompartemen Franchise & Retail HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Jaya.

Untuk itu, Imron membagi tipe investasi menjadi tiga bentuk yakni tipe gerobak I dengan estimasi ROI (Return on Investment) sekitar 5−7 bulan. Tipe Gerobak II dengan estimasi ROI berkisar 6−8 bulan. Dan, tipe kios atau resto dengan perkiraan ROI pada bulan ke-10 sampai bulan ke-12.

Semua tipe investasi tersebut, memperoleh jaminan promosi terus-menerus dari franchisor. Atau, dengan kata lain, franchisor lah yang memperkenalkan bisnis mitra kepada konsumen agar jumlah pelanggan semakin banyak. Dengan deimikian, kelangsungan hidup bisnis mitra lebih terjamin.

“Menurut saya, berpromosi melalui media mempunyai nilai tambah tersendiri. Sebab, ikut membantu pasar mengenal produk kita. Jadi, jangan merasa gerah kalau ketemu media. Memang, ada saja pebisnis yang alergi kalau dipromosikan. Mereka takut bugdetnya besarlah dan berbagai macam alasan lainnya,” ujar peraih penghargaan Best Seller Franchise and Business Opportunity kategori Pempek tahun 2010 ini.

Inilah yang menjadi keuntungan, dengan memilih waralaba Pempek 8 Ulu Cik Ning. Mitra tidak perlu kuatir dengan urusan promosi. Terlebih, produk yang dijual berupa makanan tradisional yang sudah lekat di lidah masyarakat Indonesia. Sehingga, dana promosi juga ikut berkurang.

Setidaknya, strategi promosi yang dilakukan Imron tersebut membuahkan hasil dengan menelurkan 25 cabang milik mitra dan lima cabang milik sendiri, yang tersebar di Jabodetabek, Sumatra, dan Jawa.

Perlu ditekankan di sini bahwa kesuksesan Imron membangun usaha pempek bukan karena faktor kebetulan. Ketika memutuskan memilih bisnis ini, ia konsisten dan fokus.

“Yang jelas, apa pun jenis kuliner yang dijual, pelaku bisnisnya harus konsisten dan sebaiknya jangan latah, sekadar ikut tren. Kalau hanya coba-coba diawal untuk mempelajari seluk beluknya silahkan, tapi ketika sudah terjun maka harus konsisten,” katanya,

Imron juga tidak menampik jika sebuah bisnis tetap akan menemui kendala, apa pun bentuknya.Tapi, ia yakin hal tersebut bisa diatasi dengan menata manajemen yang baik.

“Untuk pebisnis yang memilih berekspansi dengan cara waralaba, sepatutnya mempersiapkan manajemennya. Atau, dengan kata lain, SOP (Standard Operating Procedure)-nya sudah sangat terencana dan mudah mengaplikasikannya. Selain itu, jangan sembarangan memilih mitra. Pilihlah dengan bijak mitra yang akan diajak kerja sama. Karena, bagaimana pun, kita mempertaruhkan merek dagang kita. Artinya, jangan sampai salah pilih mitra, yang justru menghancurkan brand yang sudah susah payah dibangun,” pungkasnya.

 

Check Also

Menunya Ciamik, Tawaran Franchise-nya Menarik

SamWon House   Dalam bisnis yang mengusung konsep franchise, jika bukan keunggulan produknya yang dikedepankan, …