Home / Senggang / Resto Area / Menikmati Iga Bakar Bumbu Bali di Yogyakarta

Menikmati Iga Bakar Bumbu Bali di Yogyakarta

Warung Sapi Bali

 

Memilih lokasi di areal persawahan di Sleman, membuat Warung Sapi Bali begitu unik. Apalagi, saat menyantap Steak Iga Sapi Bakar Bumbu Bali-nya yang kaya dengan rasa pedas rempah-rempah. Dijamin, bakal membuat Anda ketagihan

 

[su_pullquote]Untuk bisa menikmati kelezatan iga bakar khas Warung Sapi Bali, Anda tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam[/su_pullquote]

e-preneur.co. Kelezatan kuliner khas Bali memang sudah tidak diragukan lagi. Rempah-rempah yang dipakai, menjadikan masakan Bali memiliki rasa dan aroma yang unik. Imbasnya, bukan hanya masyarakat lokal yang kesengsem, melainkan juga para pelancong domestik maupun mancanegara.

Tapi, perlu Anda ketahui bahwa masakan asli olahan orang-orang Bali tidak pernah menggunakan daging sapi. Sehingga, mustahil menemukan makanan berbahan baku daging sapi dengan bumbu khas Bali.

Namun, berbeda dengan Warung Sapi Bali yang khusus menghadirkan kuliner khas Bali dengan bahan baku utama daging sapi. “Masakan Bali juga identik dengan hidangan non halal. Dengan pemikiran itu, saya tertarik membuat warung makan halal dengan sensasi bumbu Bali,” kata Adzan Tri Budiman, pemilik Warung Sapi Bali.

Di samping itu, Warung Sapi Bali tidak berada di Bali, tapi di sebuah lokasi persawahan di Sleman, Yogyakarta. Dilihat dari sejarah berdirinya, semula, tempat ini digunakan sebagai tempat menjemur padi.

Sehingga, tidaklah aneh, jika kemudian Warung Sapi Bali berada di tengah-tengah sawah yang terbentang luas dan dikelilingi rimbunnya hutan pisang. Pemandangan ini, membuat suasana pedesaan dengan udara yang masih segar pun begitu terasa.

Untuk bangunannya, tempat makan ini hanya berbentuk rumah sederhana yang terbuka, hingga memancarkan aura pedesaan yang begitu kental. Bentuk bangunan yang terbuka ini, juga membuat bagian dapurnya langsung terlihat, begitu tamu menginjakkan kaki di halaman depan warung.

“Saya sengaja membuat konsep dengan dapur tradisional terbuka. Dengan demikian, semua proses memasaknya dapat dilihat oleh pengunjung. Banyak unsur batu dan banyak bukaan yang membuat tamu merasa lebih nyaman,” ungkap Adzan.

Sementara tiang-tiang dari bambu menopang kuat atap yang terbuat dari anyaman daun kelapa. Sedangkan langit-langit bangunannya, digantungi beberapa lampion sebagai penerangan di malam hari.

Secara keseluruhan, Warung Sapi Bali sangat kuat menonjolkan sebuah kesederhanaan yang justru menjadi keunggulannya. “Saya merasa, kesederhanaan menjadi hal penting. Rileks, easy, masuk tanpa rasa kuatir, angkat kaki di kursi, bicara sesuka hati. Memang, seperti itulah konsep yang coba saya tawarkan,” lanjutnya.

Bukan cuma itu. Dengan lokasi yang cukup jauh dari hiruk pikuk perkotaan, menjadikan Warung Sapi Bali sebuah tempat yang tenang untuk bersantap. Meski, aksesnya agak sulit dicapai.

“Secara teknis, memang jauh dari kemungkinan berdirinya sebuah warung makan. Karena, berada di kawasan yang agak di luar kota Yogyakarta dan berada di sebuah perkampungan kecil. Tapi, dengan citarasa bumbu Bali, kami meyakini akan menjadi sebuah konsep menarik dan juga akan menjadi sebuah warung makan ‘destinasi’ di mana orang akan tetap dating. Karena, pertimbangan produk unik yang ditawarkan,” ujarnya.

Menu utama yang menjadi primadona, tentu saja, hidangan berbahan daging sapi. Adzan memilih bagian iga sapi untuk dijadikan steak iga bakar. Untuk itu, ia cukup ahli mengolah iga sapi menjadi masakan yang lezat. Hingga, akhirnya, ia menjadikan iga sebagai menu andalannya.

“Sebagai chef yang juga mengerti banyak tentang hidangan iga Amerika (American BBQ Ribs), saya mencoba membuat hidangan iga dengan bumbu Bali,” tuturnya.

Iga Bakar Bumbu Bali ini begitu tersohor. Sehingga, menu andalan ini selalu menjadi masakan yang paling dicari. “Terlebih lagi Steak Iga Bakar dengan bumbu Bali hanya ada di sini. Memang, banyak varian steak iga, tapi belum ada yang dibumbui dengan bumbu khas Bali. Karena itu, saya bangga menjadi pionirnya,” kata Adzan, yang juga menyediakan masakan iga lainnya seperti Sop Iga Bumbu Bali, Iga Kecap, dan Iga Goreng.

Beberapa menu lain yang juga menjadi high recommended di Warung Sapi Bali yaitu Ayam Betutu, Ayam Kecombrang, Bebek Goreng Betutu, Urutan (sosis tradisional Bali, red.), dan Sate Sapi. “Urutan yang disajikan di sini sudah dimodifikasi menggunakan daging sapi dan membungkusnya dengan usus sapi,” jelasnya.

Sekadar informasi, semua menu yang tersedia tersebut dibuat pedas. Maklum, bumbu khas Bali memang terkenal dengan aroma dan rasa yang tajam rempah-rempahnya.

Namun, jika Anda benar-benar tidak menyukai pedas, Adzan juga menyediakan beberapa masakan yang bumbunya sedikit “ringan” dan cukup “sopan” di lidah. “Untuk yang tidak suka pedas, ada Iga Bakar Bacem dan Sop Iga Bening,” imbuhnya.

Sementara untuk meredam rasa pedas, Warung Sapi Bali menyediakan varian menu es tradisional yang cocok dinikmati sebagai teman hidangan iga yang Anda pesan. Seperti, Es Daluman atau es cincau yang disiram dengan gula kelapa dan santan bakar. Sehingga, tercium aroma kopi dan karamel. “Es Daluman merupakan minuman yang paling banyak dipesan,” ujarnya.

Selain itu, di sini juga ada aneka minuman tradisional lainnya, seperti aneka jamu yang disajikan dalam keadaan dingin. Sehingga, diberi nama Es Jamu yang mempunyai beberapa rasa, di antaranya Es Jamu Kunir Asam, Es Jamu Gula Asam, Es Jamu Beras Kencur, dan lain-lain. Sementara bagi mereka yang tidak menyukai jamu, tersedia berbagai jus segar dari buah-buahan.

Untuk harganya, Anda tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. “Cukup murah untuk sebuah menu steak iga, jika dibandingkan dengan steak iga di restoran lainnya,” ucapnya.

Dan, kalau Anda ingin menikmati ketenangan alam pedesaan, datanglah di luar jam makan siang atau jam makan malam. Dijamin, ketenangan bersantap yang Anda cari terpuaskan di tempat makan yang beroperasi pada jam 11.00−22.00 ini.

 

Check Also

Ketika Para Perantau Kangen dengan Kampung Halamannya

Bubur Samin Bubur Samin bukanlah makanan tradisional Solo, tapi menjadi menu takjil yang ikonik di …