Home / Senggang / LifeStyle / Jadikan Dinding Lebih Apik

Jadikan Dinding Lebih Apik

Mural Painting

 

Untuk menjadikan dinding lebih indah selain dicat, biasanya ditutup dengan wallpaper. Tapi, sejak beberapa waktu lalu, ada cara lain untuk membuat dinding lebih apik, elegan, dan berseni yaitu dengan menggunakan mural painting. Teknik pengecatan ini, bisa dijadikan pilihan tepat untuk menghiasi dinding ruangan Anda

 

[su_pullquote]Mural painting dapat dituangkan, baik di dinding indoor maupun outdoor[/su_pullquote]

e-preneur.co. Profesi seniman selalu dianggap kurang menjanjikan oleh masyarakat. Imbasnya, profesi ini kurang dihargai dan mereka yang menerjuni dunia usaha di bidang seni langsung dihakimi tidak akan pernah sukses.

Namun, seiring berjalannya waktu, anggapan itu sedikit demi sedikit tapi pasti mulai berubah. Tepatnya, sejak industri kreatif mampu unjuk gigi dengan membuktikan bahwa dunia seni pun mampu menghasilkan.

Dan, para seniman yang dulu ragu menekuni seni sebagai mata pencaharian mereka pun mulai bangkit. Di antaranya Riswan, salah satu seniman mural painting yang serius menggarap jasa pengecatan mural.

Riswan memulai usaha mural painting saat seni lukis ini belum banyak dikenal orang. Bahkan, masih banyak yang mencibir. “Waktu memulai usaha mural painting, masih banyak yang tidak paham tentang mural painting dan manfaatnya. Setelah berjalan sekian tahun, mural painting pun mulai diterima. Bahkan, menjadi tren dan life style oleh beberapa kalangan,” jelas Riswan, yang melabeli usahanya Wan Cek Art.

Kala itu, ia melanjutkan, beberapa pihak beranggapan seni lukis mural itu urakan. Hal ini, bisa dimaklumi. Mengingat, mural painting masih bagian dari seni lukis dinding ala jalanan yang kita kenal sebagai graffiti. Tapi, sebenarnya, mural dan graffiti memiliki aliran yang berbeda. Meski, menggunakan media lukis yang sama.

Baik mural maupun graffiti merupakan cara menggambar atau melukis di atas media dinding, tembok, atau permukaan luas lain yang bersifat permanen. Jika graffiti lebih menekankan isi tulisan dan kebanyakan dibuat dengan cat semprot, maka mural lebih bebas dan dapat menggunakan cat tembokcat kayu, atau pewarna lain, seperti kapur tulis.

Graffiti memang bagian dari mural. Tapi, senimannya lebih kepada street art. Dalam arti, cenderung menggambar untuk kepentingan identitas diri atau suatu kelompok. Sementara mural, disesuaikan dengan kebutuhan dan fungsi ruangan,” papar pria, yang membuka usahanya di Jalan RTM, Cimanggis, Depok, ini.

Biasanya, mural diaplikasikan pada dinding indoor sebagai pelengkap interior ruangan menggantikan wallpaper, yang kadang motifnya kurang menarik. Seperti, dinding kamar tidur, ruang tamu, dapur, atau ruangan lain di rumah. Mural juga bisa dengan apik dituangkan pada dinding restoran atau kafe, dengan mengusung konsep yang unik.

Di beberapa negara di Eropa, lukisan mural sangat lazim ditemui di dinding gereja dengan gambar-gambar bernuansa rohani. Sementara di lobi hotel atau apartemen, dengan desain mewah nan elegan. “Atau, di ruang tunggu rumah sakit di mana gambar-gambarnya bersifat menenangkan atau menyejukkan mata,” jelasnya.

Selain indoor, teknik mural juga cocok diaplikasikan pada dinding outdoor seperti taman bermain di Sekolah-sekolah dasar, Taman Kanak-kanak (TK), atau tempat penitipan anak. Desain mural juga bisa diterapkan di dinding luar perkantoran atau ruko (rumah toko) dan tempat usaha lainnya.

Mural juga dapat dipakai sebagai media kampanye partai politik di mana gambar-gambarnya dicat di dinding permanen. Jika tidak ingin dibuat permanen alias bongkar pasang, dapat dituangkan di papan triplek. Intinya, selama media gambarnya flat, tidak bergelombang, dan bersifat permanen,” ungkapnya.

Riswan sendiri memiliki desain yang khas. Hal ini, terlihat jelas dari gambar-gambar kartun, yang banyak ia kerjakan untuk TK. Atau, desain dengan aliran realis untuk gambar-gambar bergaya elegan. Sementara desain surealis, dengan gambar-gambar yang mengandalkan fantasi dan imajinasi tingkat tinggi.

Untuk itu, Riswan dan Wan Cek Art-nya yang telah berhasil menyabet pasar Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), mematok tarif pengecatan berdasarkan luas areanya, di samping tingkat kesulitannya.

Sayang, meski banyak seniman mural yang juga menawarkan jasa pengecatan dengan teknik mural, tapi masih sangat sedikit yang menjalankan usaha ini secara profesional. Imbasnya, menyulitkan konsumen atau pelanggan yang membutuhan tenaga seniman mural profesional.

“Usaha mural painting belum digarap serius. Masih sebatas usaha sambilan. Maklum, masih jarang yang menjadikan dunia seni sebagai profesi utama. Mungkin, hanya 60% saja yang serius menggarapnya,” pungkas Riswan, yang berencana merambah pasar mural painting di daerah, yang sampai saat ini masih dikuasai oleh seniman setempat.

 

Check Also

Bukan Sekadar Pasar

Pasar Gede Hardjonagoro Berbeda dengan pasar pada umumnya yang hanya difungsikan untuk tempat berjual beli, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *