Home / Inovasi / Nyaman di Bayi, Hemat di Orang Tuanya

Nyaman di Bayi, Hemat di Orang Tuanya

Popok Plastik

Popok merupakan kebutuhan utama para bayi. Tapi, mahalnya diaper memicu munculnya berbagai popok alternatif. Salah satunya, popok plastik berlabel Ummi yang dapat dipakai berulang kali dan dijual dengan harga terjangkau. Imbasnya, popok ini mampu merambah Arab Saudi

[su_pullquote]Popok plastik ini tidak berbahaya bagi kulit bayi (tidak menimbulkan alergi atau iritasi), serta cukup nyaman dan fleksibel[/su_pullquote]

e-preneur.co. Memiliki bayi bagi sebagian besar pasangan suami istri (pasutri) merupakan kebahagiaan tersendiri, di samping menimbulkan kelelahan, kerepotan, dan tentu saja pengeluaran yang tidak sedikit. Untuk ketiga hal yang terakhir itu menyangkut, salah satunya, masalah popok.

Sebab, menggunakan popok tradisional sudah dipastikan melelahkan dan merepotkan. Sedangkan menggunakan popok moderen (diaper atau popok sekali pakai, red.), tentu saja akan menguras pundi-pundi keuangan rumah tangga.

Laiknya sebuah bisnis di mana kelemahan suatu produk merupakan peluang bagi munculnya produk lain. Demikian pula dengan kehadiran popok plastik berlabel Ummi, yang mencoba mengatasi kelemahan popok tradisional dan diaper.

“Pada awalnya, kami hanya ingin membuat popok alternatif di antara popok tradisional dengan diaper. Selanjutnya, kami ingin menawarkan popok bayi yang harganya lebih terjangkau. Terutama, untuk pasutri dari kalangan menengah ke bawah, baik di perkotaan maupun pedesaan. Kebetulan, di Indonesia, ide ini baru muncul dari kehadiran Ummi pada tahun 1994,” jelas M. Ismed Fassah, Direktur Ummi Collection.

Popok plastik, Ismed melanjutkan, menggunakan bahan plastik higienis yang diimpor dari Swedia, melalui rekan bisnis di Malaysia. Sekadar informasi, negara jiran ini merupakan pemegang lisensi atas distribusi bahan plastik ini, untuk kawasan Asia Tenggara.

Dalam penggunaannya (tercantum dalam kemasannya, red.), popok plastik ini memerlukan pelapis dari kain katun atau flanel yang di tempatkan di bagian tengahnya, yang berfungsi untuk menyerap air seni si bayi. Produk yang juga diistilahkan tie pants ini, memiliki bentuk seperti popok tradisional. Sehingga, untuk mengikatnya harus menalikan tali temalinya.

Dibandingkan dengan popok tradisional dan popok moderen, Ismed menambahkan, popok plastik dapat digunakan berulang kali (normalnya, baru diganti setelah 1−2 hari dipakai, red.), cukup diganti kain pelapisnya saja. Selain itu, mudah dicuci.

“Jika terkena kotoran, misalnya air seni, cukup dilap dengan kain basah, popok plastik akan segera bersih dan kering kembali. Sehingga, dapat dipakai lagi. Jika ingin mencucinya, cukup direndam atau dicelupkan ke dalam air. Lalu, diangin-anginkan. Saya tidak menyarankan untuk mencucinya dengan air panas/hangat atau mesin cuci dan jangan disetrika. Untuk menghindari kusut atau mengkerut (yang akan mempercepat proses rusaknya popok ini), cukup diurut-urut atau diluruskan kembali tali pengikatnya setelah dipakai,” jelasnya.

Popok bayi yang terbuat dari bahan plastik tipis nan kuat dan lembut ini, juga tidak mudah sobek dan tidak berbahaya bagi kulit bayi. “Karena menggunakan plastik higienis, maka dijamin kebersihannya. Tidak akan menimbulkan iritasi atau alergi pada kulit bayi. Kecuali, untuk bayi-bayi yang terlalu sensitif kulitnya (kasus yang pernah terjadi hanya sekitar 1%–2% bayi yang teriritasi, red.),” imbuhnya.

Di samping itu, juga cukup nyaman dan fleksibel. Sebab, dapat digunakan oleh bayi mengikuti ukuran punggungya, bila si bayi bertambah besar. “Dengan perawatan yang benar, popok plastik ini akan mampu bertahan hingga satu bulan,” lanjutnya.

Popok plastik ini tersedia dalam ukuran S (small), M (medium), L (large), dan XL (extra large) serta warna putih, pink, dan biru. Dijual per kemasan di mana terbagi menjadi satu kemasan berisi lima popok dan satu kemasan lain yang berisi 10 popok.

“Harganya pun terbagi antara yang berbahan impor dengan yang berbahan lokal (didatangkan dari Bandung, red.). Dan, perlu diketahui, kami tidak menjual langsung, tapi melalui para agen yang tersebar di seluruh Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi),” ungkap Ismed, yang produknya (melalui agen) juga dapat ditemui di Arab Saudi.

Di samping yang berlabel Ummi, perusahaan ini juga memproduksi Banan yang merupakan popok plastik second class. “Tidak ada perbedaan yang signifikan antara Ummi dengan Banan, hanya berbeda kemasan dan kancing celana. Banan dikemas dengan plastik sederhana dan menggunakan kancing yang terbuat dari plastik (celana plastik Ummi menggunakan kancing besi dan plastik, red.). Intinya, kehadiran Banan hanya sebuah strategi marketing sekaligus untuk menutup biaya produksi,” pungkasnya.

 

Check Also

Cucian Bersih, Ekosistem Terjaga

Deterjen Minim Busa Isu ramah lingkungan membuat para pelaku usaha terus menggali ide untuk menciptakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *