Home / Kiat / Cari “Pasar” dengan Sabun Ramah Lingkungan

Cari “Pasar” dengan Sabun Ramah Lingkungan

Gerai Green Indonesia

Banyak cara untuk menempatkan diri dalam kancah bisnis sabun. Salah satunya yaitu dengan mengusung konsep ramah lingkungan. Seperti yang dilakukan Woro, dengan Gerai Green Indonesia-nya

[su_pullquote align=”right”]Serve the Earth dengan produk-produk dari bahan kimia sederhana, ramah lingkungan, dan dapat didaur atau diguna ulang[/su_pullquote]

e-preneur.co. Berbicara tentang mandi, tidak terlepas dari sabun yang digunakan. Dan, saat ini, begitu banyak merek sabun yang bertebaran di pasar, baik yang menawarkan wewangian maupun kandungan vitamin atau unsur kesehatan di dalamnya.

Namun, daya tarik utama sabun bukan itu, melainkan harganya. Dalam arti, kalau harganya sangat terjangkau, pasti banyak orang yang mau membelinya. Tanpa peduli, kandungan yang ada di dalamnya.

Padahal, ada beberapa sabun yang terlalu banyak mengandung deterjen. Imbasnya, kulit menjadi rusak dan kering. Sementara dampaknya bagi lingkungan, dapat dilihat dari banyaknya busa yang mengendap di selokan hingga menghalangi jalannya air.

Miris dengan hal ini, Bernadette Woro Anindyajati mencari tahu apa saja yang menyebabkan sabun yang kita pakai sehari-hari bisa menghasilkan busa begitu banyak. Lalu, ia melakukan inovasi dengan mengeluarkan produk-produk yang ramah lingkungan.

Tahun 2009, bersama suaminya, Fabiawan, ia mulai mengkampanyekan betapa berharganya hidup sehat dan ramah lingkungan. “Kami membangun Gerai Green Indonesia, dengan modal pribadi sebesar Rp3 juta. Karena, kami ingin berwirausaha dan bekerja sama untuk menyuarakan kepedulian kami kepada lingkungan. Agar, Indonesia menjadi lebih baik dengan landasan 4P yaitu people, planet, profit, dan patriotic,” tutur Woro, begitu ia akrab disapa.

Dalam perjalanannya, Gerai Green Indonesia semakin memantapkan langkah untuk memperkenalkan berbagai kreasi produk ramah lingkungan (environmentally friendly), daur ulang domestik (recycle), serta guna ulang (reuse). Gerai Green Indonesia melalui kreasi green goodsServe the Earth” ingin memperkenalkan produk-produk dari bahan kimia sederhana, ramah lingkungan, dan dapat didaur atau diguna ulang. Sehingga, aman dan tidak merugikan lingkungan.

Untuk itu, sarjana ekonomi dari Universitas Indonesia ini mengeluarkan produk-produknya, seperti Eco Soap yaitu sabun ramah lingkungan yang dibuat dengan sesedikit mungkin bahan-bahan kimia dan berbahan dasar cocos nucifera oil (minyak kelapa murni).

Khasiatnya yaitu membuat mandi lebih cepat bersih, kesat, irit air, sedikit/cukup busa, membersihkan dan mencerahkan kulit, tidak membuat kulit kering, serta melembabkan sekaligus menghaluskan kulit. Sementara limbah atau sisa air sabun, aman bagi lingkungan, tanah, dan tanaman, serta bisa dipakai untuk menyiram tanaman.

Eco Soap merupakan sabun transparan berbentuk flora, fauna, dan oval. Sabun ini mempunyai berbagai macam aroma, seperti bunga (melati, lavender, mawar, lily, dan dahlia), rempah (serai, teh hijau, cendana, cengkeh, baby powder, eucalyptus, mint, forest, vanilla, dan jahe), dan buah (stroberi, apel, jeruk, lemon, melon, dan kiwi).

Dilihat dari bobotnya, terbagi menjadi berbobot 20 gr dengan harga jual Rp4.000,-/buah, berbobot 50 gr (Rp7.000,-/buah), dan berbobot 100 gr (Rp10.000,-/buah). Setiap bulan, Gerai Green Indonesia memproduksi 500–1.000 buah.

Selain itu, Gerai Green Indonesia juga membuat Mosquito Repellent and Massage Oil yaitu lotion pengusir nyamuk dan minyak pijat yang mempunyai fungsi ganda, kreasi alami, dan tanpa bahan kimia. Produk ini, dibanderol dengan harga Rp25.000,-.

Di samping itu, juga ada produk yang berhubungan dengan lingkungan sekitar, seperti Minyak Lampu Environment Fuel (E-Fuel) yang merupakan kreasi guna atau daur ulang minyak nabati bekas menggoreng atau jelantah, yang bisa digunakan sebagai pengganti lilin atau penerangan saat lampu/listrik padam dan hiasan pada tatanan meja di rumah, restoran, atau kafe. E-Fuel ini dijual dengan harga Rp15.000,-/unit.

Gerai Green Indonesia juga memproduksi Serbuk Anti Semut (Ponera sp) dan Kecoa (Periplanetta Americana) yang berfungsi untuk mengusir, bukan membunuh. Karena, tidak mengandung pestisida, sebagai konsekuensi ramah lingkungan demi menjaga keseimbangan alam. Produk ini dijual dengan harga Rp7.500,-/buah.

Pasangan suami istri ini, sangat gigih memperkenalkan produk mereka dan mengkampanyekan betapa berharganya hidup sehat dan ramah lingkungan. Imbasnya, kini, Gerai Green Indonesia sudah tersebar di Jabodetabek serta mempunyai distributor di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi Selatan. Bahkan, dengan semakin banyaknya mereka yang peduli lingkungan, Woro sampai kewalahan memenuhi permintaan.

Namun, kelahiran 2 Oktober 1979 ini menyikapi kekurangan bisnis yang ditekuninya, dengan beranggapan bahwa dalam berbisnis mendapat masalah merupakan hal yang biasa. Apalagi, kalau masalah tersebut dapat membuatnya bangkit dan terus maju dalam menjalani bisnisnya. Sebab, baginya, yang terpenting tidak mudah putus asa dan tetap berkreasi.

Check Also

“Naik Kelas” dengan Mengganti Gerobak Dorong dengan Outlet Permanen Berkonsep Restoran

Bakmi Gila Usaha kakilima banyak diminati para pelaku usaha. Selain itu, konsep PKL mempunyai potensi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *