Home / Senggang / Resto Area / Kafe dengan Gaya Pelayanan Bak Hotel Bintang Lima

Kafe dengan Gaya Pelayanan Bak Hotel Bintang Lima

Dante Coffee

Nongkrong atau pun meeting di kafe, kini, sudah menjadi gaya hidup. Apalagi, tempat makan yang dulu hanya menyediakan aneka minuman kopi dan makanan kecil itu, saat ini juga menyediakan makanan berat dan menawarkan desain interior yang bikin betah. Dan, seperti itulah Dante Coffee

[su_pullquote]Kopi di Dante Coffee didatangkan dari Taiwan. Sehingga, rasanya lebih full bodies[/su_pullquote]

e-preneur.co. Zaman sekarang, minum secangkir kopi menjadi tren yang berkelas. Apalagi, kalau minumnya di coffee shop yang bergengsi. Sebab, semakin mahal harga secangkir kopi yang diseruput, semakin tinggi pula gengsi yang dirasakan.

Namun, coffee shop biasanya hanya menyediakan kopi dan makanan ringan seperti kentang goreng dan kripik, yang membuat pengunjung gampang bosan. Berbeda dengan Dante Coffee yang merupakan gerai kopi franchise dari Taiwan, dengan banyak cabang di Jakarta. Salah satunya di Grand Paragon Hotel, Jakarta.

Coffee Latte
Coffee Latte

Di samping berkonsep coffee shop, Dante Coffee yang telah menerobos pasar coffee shop di Indonesia sejak tahun 2006 ini, juga memberikan sesuatu yang berbeda yaitu dengan menyediakan makanan berat seperti nasi goreng, sop buntut, dan beberapa menu lain. “Coffee shop kami memang berbeda dengan coffee shop yang ada. Bisa dibilang, Dante Coffee ini semi restoran,” ucap Iin Khairulzaman, manajer Dante Coffee.

Dante Coffee, Iin melanjutkan, juga mempunyai cara pelayanan yang berbeda dari coffee shop yang ada. “Di sini, kami secara bersungguh-sungguh men-service tamu. Kalau di coffee shop lain, tamu mengambil kopi, lalu kami membuatkan. Sementara di Dante Coffee, tamu hanya duduk, kami yang melayani yang kami sebut sebagai self service,” jelasnya.

Oxtail soup/ sop buntut
Oxtail soup/ sop buntut

Kepuasan pelanggan, ia menambahkan, merupakan prioritas utama Dante Coffee. “Kepuasan, kenyamanan, kebersihan, dan kecepatan menjadi prioritas kami. Kami berusaha secepat mungkin melayani tamu agar tamu tidak merasa kalau service kami sangat lambat,” imbuhnya.

Untuk itu, Dante Coffee mengkiblatkan gaya pelayanannya pada hotel bintang lima. “Kami mensejajarkan pelayanan, serta makanan dan minuman yang kami buat dengan hotel bintang lima. Karena, kami juga bagian dari fasilitas Grand Paragon Hotel,” ujarnya.

Sementara tamu yang datang, bukan cuma anak muda yang ingin sekadar nongkrong karena Dante Coffee free wi-fi, melainkan juga orang-orang kantoran yang datang untuk meeting. “Tapi, setidaknya, mereka memesan kopi dan camilan seperti kentang goreng dan garlic cassava,” katanya.

Xo fried rice
Xo fried rice

Selain makanan beratnya yang dikenal dan digemari, serta caranya melayani tamu yang lain dari coffee shop yang ada, Dante Coffee juga mempuyai rasa kopi yang berbeda di mana kopi tersebut diimpor dari Taiwan. “Kopi kami lebih full bodies. Dan, coffee latte dengan banyak pilihan rasa menjadi favorit di sini,” ungkapnya.

Sedangkan dari segi lokasi, Dante Coffee yang mempunyai motto “coffee life always brights” selain berada tepat di tengah-tengah lobby hotel yang berlokasi di Jalan Gajah Mada itu, yang notabene memiliki pemandangan lebih bagus, juga memiliki interior yang didesain sebagus mungkin.

“Kami memilih tempat ini tepat di tengah-tengah. Sehingga, begitu masuk ke lobby hotel ini, Dante Coffee langsung kelihatan. Kami juga menciptakan suasana sebagus mungkin dan agar lebih menarik, dengan menempelkan gambar biji kopi dan daun kopi di kaca. Dante Coffee yang lebih luas dari coffee shop yang ada ini, juga kami bagi menjadi dua ruangan yaitu no smoking area dan smoking area yang kami batasi dengan ruangan kaca,” jelasnya.

Dengan segala kelebihan yang dimilikinya, tidak mengherankan jika Dante Coffee mampu membukukan omset Rp60 juta−Rp70 juta setiap bulannya. Sekali pun, masih seumur jagung.

“Pemasukan kami semakin hari semakin meningkat. Bisa dibilang, kami mampu bersaing dengan kafe-kafe yang ada di sini. Di sisi lain, hampir semua target Dante Coffee sudah tercapai, baik dari segi pelayanan tamu, pendapatan, maupun kunjungan. Harapan kami, mal dan hotel ini secepatnya ramai. Sehingga, kami pun ikut ramai,” katanya, menutup pembicaraan.

Check Also

Ketika Para Perantau Kangen dengan Kampung Halamannya

Bubur Samin Bubur Samin bukanlah makanan tradisional Solo, tapi menjadi menu takjil yang ikonik di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *