Home / Inovasi / Brownies Singkong

Brownies Singkong

Tahan 12 Hari di Luar Kulkas

Selama ini, singkong hanya dipandang sebelah mata. Padahal, dengan pengolahan yang baik, singkong yang telah diubah menjadi tepung dapat menjadi pengganti terigu, yang harganya semakin mahal

[su_pullquote align=”right”]Tepung singkong dapat disimpan hingga setahun, sedangkan tepung terigu baru sebulan sudah kutuan[/su_pullquote]

e-preneur.co. Ketika usaha jalan di tempat, melakukan inovasi produk mungkin lebih efektif untuk mengatasinya, ketimbang mencari peluang bisnis baru. Dan, banyak pelaku usaha melakukan hal itu. Salah satu dari mereka yaitu Sri Murtiningsih, pembuat cake brownies.

Pada tahun 2003, Sri, begitu ia biasa disapa, membuat kue bantat berasa legit itu dari tepung terigu. Tapi, karena para pelaku usaha di produk yang sama sangat banyak, maka usahanya pun maju tidak mundur enggak juga.

Untuk mengatasi kondisi itu, sarjana komputer dari Universitas Gunadharma, Jakarta, ini menerima tawaran untuk mengikuti pelatihan membuat makanan dari tepung singkong atau yang biasa disebut mocaf (modified cassava flour). Sekadar informasi, pelatihan ini diselenggarakan oleh sebuah lembaga bekerja sama dengan PT Sentrafood, perusahaan distributor tepung singkong.

Sejak itu atau tepatnya pada tahun 2006, ia beralih dari tepung terigu ke tepung singkong. “Dari segi biaya produksi, tidak terjadi pengurangan yang signifikan. Sebab, saya menggunakan bahan baku tambahan yang berkualitas nomor satu. Tapi, di luar itu semua yaitu keunikannya. Mengingat, hampir semua makanan terbuat dari tepung terigu. Sehingga, hal ini memicu peningkatan permintaan hingga 20%. Selain itu, brownies dari tepung singkong rasanya lebih enak,” kata Ibu dua anak ini, agak berpromosi.

Rasa inilah yang menjadi pembeda antara Hanah Cake, demikian label brownies singkong buatan Sri, dengan produk sejenis. “Dengan rasa seperti inilah, pembeli yang semula sekadar mencicipi, keesokannya akan membeli tanpa ragu lagi. Pada rasa inilah, terletak mutu produk saya. Sehingga, konsumen tidak peduli lagi dengan harganya. Meski, untuk itu, saya harus menekan harga serendah mungkin. Melalui rasa ini pulalah, saya ingin menciptakan pasar, tidak lagi mengikuti pasar,” ujar Sri, yang juga membuat cookies (lebaran) dari tepung singkong.

Perempuan yang sekarang ditugasi sebagai konsultan pembuatan makanan berbahan tepung singkong ini, membuat dua jenis brownies yaitu kukus dan panggang. Keduanya, dibuat dalam tiga ukuran yakni 10 cm x 12 cm, 10 cm x 20 cm, dan 24 cm x 24 cm.

Selain itu, setiap brownies memiliki topping yang berbeda-beda, tergantung permintaan konsumen, seperti keju parut, cokelat putih, cokelat blog, atau cokelat chips. “Khusus untuk topping keju parut, ada penambahan biaya,” jelas Sri, yang membangun usahanya di Jalan Citayam Raya, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat.

Namun, karena modal tidak mencukupi, Sri belum mempunyai gerai. Sehingga, hanya menerima pesanan. “Di samping itu, dengan cuma melayani pemesanan, saya bermaksud memberikan brownies yang fresh from the oven,” ujar Sri, yang mengalami peningkatan pemesan hingga empat kali lipat setiap menjelang lebaran.

Untuk pemesanan, ia menyarankan agar dilakukan 2−3 hari sebelumnya. Meski, ia mampu melayani pemesanan mendadak. Untuk tambahan pelayanan, ia juga menyediakan jasa antar (delivery) di sekitar Jakarta–Bekasi.

“Saya juga memilih memasarkan brownies saya melalui berbagai bazar atau pameran daripada menitipkan ke kantin-kantin. Sebab, hasilnya jelas-jelas sangat efektif yaitu mampu menghabiskan 10–12 loyang ukuran kecil,” imbuhnya. Selain itu, ia juga berpromosi melalui internet. Imbasnya, kini, Hanah Cake telah tersebar ke Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) serta Surabaya.

Apa sih kelebihan tepung singkong dibandingkan tepung terigu? “Dilihat dari teksturnya, tepung singkong lebih padat. Sehingga, dalam penggunaannya lebih irit. Misalnya, untuk membuat satu adonan kue dibutuhkan 200 gr tepung terigu. Sedangkan dengan tepung singkong, hanya diperlukan 150 gr,” jelasnya.

Di samping itu, ia melanjutkan, tepung singkong mempunyai kadar air lebih sedikit. Sehingga, brownies cepat matang saat dikukus. Kadar gulanya pun lebih tinggi. Sehingga, irit penggunaan gula. Sementara rasanya, netral. Sehingga, gampang menyerap penambah rasa apa pun. Dan, harganya lebih murah.

Sedangkan dilihat dari daya tahannya, ia menambahkan, tepung singkong dapat disimpan hingga setahun. Berbeda dengan tepung terigu, yang baru sebulan disimpan sudah kutuan. Setelah diolah menjadi brownies, brownies singkong mampu bertahan 12 hari di luar lemari es, sementara browines terigu hanya selama seminggu. Tapi, di dalam kulkas, baik brownies singkong maupun brownies terigu, mampu bertahan selama sebulan.

Namun, dari segi ketersediaan, ia menambahkan, tepung singkong belum sebanyak tepung terigu. Maklum, pabrik pengolahannya (saat wawancara ini dilakukan) baru ada tiga yaitu di Trenggalek (Jawa Timur), Lampung, dan Karawang (Jawa Barat). Selain itu, sebagian besar tepung singkong yang dihasilkan, lebih banyak digunakan untuk memenuhi pasokan berbagai industri makanan di luar Pulau Jawa. Meski begitu, Sri sampai sejauh ini tidak pernah kesulitan pasokan. Nah, selamat memesan.

Check Also

Cucian Bersih, Ekosistem Terjaga

Deterjen Minim Busa Isu ramah lingkungan membuat para pelaku usaha terus menggali ide untuk menciptakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *