Home / Celah / Wedang Jahe

Wedang Jahe

Usaha Rumahan, Beromset Jutaan Rupiah

Masih banyak orang Indonesia yang fanatik mengonsumsi minuman herbal, untuk meningkatkan stamina mereka. Dan, salah satu dari minuman herbal itu yakni Wedang Jahe. Tidak mengheran, jika prospek usaha minuman herbal semacam ini masih terbuka lebar

[su_pullquote]Semua bahan yang digunakan untuk sari jahe ini 100% bahan alami[/su_pullquote]

e-preneur.co. Musim pancaroba datang. Panas dan dingin yang silih berganti dengan kecepatan luar biasa, membuat tubuh rentan terkena flu dan meriang. Jika sudah demikian, segala aktivitas kita kerap terganggu.

Dalam menghadapi cuaca yang kurang bersahabat seperti itu, biasanya masyarakat mengonsumsi makanan dan minuman hangat, seperti Wedang Jahe. Karena, minuman tradisional ini ternyata bisa membuat badan tetap bugar.

Wedang Jahe memang sudah dikenal masyarakat tradisional sebagai salah satu minuman kesehatan, yang memiliki berjuta manfaat di antaranya bisa mencegah perut buncit dan kembung, membuat berat badan ideal, menurunkan darah tinggi, serta sebagai detoks. Di luar itu, bahan-bahan yang digunakan juga mudah diperoleh dari para petani, dengan harga yang relatif terjangkau.

Dalam perkembangannya, dengan memberikan sentuhan kepraktisan dalam kemasan, masyarakat saat ini tidak perlu lagi mesti mengupas dan memarut jahe sekadar untuk membuat Wedang Jahe. “Tinggal menyobek kemasan, lalu menuangkan serbuk sari jahe di dalamnya dalam cangkir, dan mencampurnya dengan air panas. Bisa juga dicampur langsung ke dalam minuman favorit kita, seperti kopi, teh, atau susu. Praktis, bukan?” ungkap Djoko, pembuat Sari Jahe Instan Amuowo asal Ponorogo.

Ketika membangun usaha yang memproduksi sari jahe dan minuman tradisional lainnya, Joko melakukannya bukan tanpa sebab. Ia melihat peluang bahwa ternyata kota kelahirannya (Ponorogo, red.) dikenal sebagai penghasil rempah-rempah terbaik, seperti jahe, temulawak, kunyit, beras kencur, dan lain-lain.

“Semua bahan yang digunakan dalam pembuatan Sari Jahe Instan Amuowo 100% bahan alami yaitu Jahe Emprit dan Jahe Merah, tanpa perasa dan pengawet. Karena itulah, setiap tiga bulan, sales kami berkeliling untuk mengecek produk-produk kami dan lalu menggantinya dengan yang baru,” tambah pria, yang sudah menggeluti usaha pembuatan sari jahe instan ini sejak tahun 1997.

Selain itu, Sari Jahe Instan Amuowo juga unggul di rasa. Ya, masyarakat memang mengenal minuman ini karena rasa khas jahenya yang pedas, pas di lidah anak-anak hingga orang tua. Untuk itu, Djoko kerap mengontrol karyawannya saat produksi, agar rasa yang dihasilkan tidak berubah-ubah.

Untuk kemasan, ia sengaja mempertahankan kemasan lama. Sebab, biasanya, orang desa menyukai kemasan sederhana. Selain itu, kemasan yang ada saat ini sudah menjadi trade mark Amuowo.

Disinggung tentang kendala, Djoko menuturkan bahwa selama ini kendala-kendala krusial, seperti kurangnya bahan baku atau penjualan yang menurun, masih bisa diatasi. “Pada awalnya, saya kelimpungan dalam mendatangkan bahan baku. Karena, dulu, pembelian jahe hanya melalui satu petani. Sekarang, saya sudah memiliki banyak channel, khususnya para petani mpon-mpon. Sehingga, tidak bakal kesulitan mendatangkan bahan baku. Untuk pemasaran, saya belajar dari pengalaman. Selama lebih dari 10 tahun, saya belajar betul kondisi lapangan dan kesulitan-kesulitannya,” ungkap pria, yang memiliki basic pendidikan teknik perkapalan ini.

Berkaitan dengan itu semua, Djoko yang juga memproduksi sari temulawak, sari jahe merah, sari kunyit, dan bajigur instan ini yakin jika produksi sari jahe instannya sudah bisa diterima masyarakat luas. Terbukti, prospek bisnisnya hingga saat ini masih terbuka cukup lebar.

Check Also

Permintaan Terus Ada

Genteng Tanah Liat Meski konvensional, genteng dari tanah liat relatif lebih aman, sehat, dan awet, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *