Home / Agro Bisnis / Guinea Pig
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Guinea Pig

Kecil Ukurannya, Gede Prospeknya

 Bisnis binatang peliharaan seringkali dipandang sebelah mata. Padahal, bisnis ini tidak pernah ada matinya. Lantaran, binatang-binatang mungil nan cantik “edisi” terbaru, serta bernilai jual lumayan tinggi akan selalu bermunculan. Salah satunya, Guinea Pig

[su_pullquote align=”right”]Ketika berumur minimal 45 hari, anakan Guinea Pig sudah layak jual[/su_pullquote]

 e-preneur.co. Anjing, kucing, ayam, burung, dan ikan merupakan sebagian dari binatang-binatang yang biasa dipelihara. Tapi, seiring dengan perkembangan zaman, binatang-binatang yang tidak lumrah dipelihara, kini juga dipelihara. Salah satunya, Guinea Pig (Latin: cavia porcellus, red.).

Meski dinamai Guinea Pig (GP), tapi binatang ini bukanlah babi melainkan sejenis tikus. Karena, sama halnya tikus, GP merupakan anggota keluarga hewan pengerat (caviidae) yang berasal dari Amerika Selatan.

gp-3

Berkaitan dengan itu, di Indonesia, ia lebih sering disebut tikus Belanda. Padahal, GP tidak berasal dari Guinea (sebuah negara di Afrika Barat, red.), apalagi Belanda, tapi dari Andes (sebuah kawasan di Amerika Selatan, red.).

Dilihat dari sejarahnya, GP memainkan peran penting dalam kebudayaan rakyat di negara-negara Andean (begitu sebutan bagi negara-negara yang berada di kawasan tersebut, red.) itu yakni sebagai sumber makanan, obat-obatan, dan juga bagian dari upacara keagamaan. Konon, sampai sekarang, sebagian dari tujuh negara tersebut seperti Kolombia, Ekuador, Peru, dan Bolivia masih menjadikannya sebagai makanan.

Di sisi lain, ternyata, GP juga sudah dijadikan binatang peliharaan sejak lebih dari 5.000 tahun sebelum masehi. Sebab, binatang yang juga mirip marmut tapi dalam ukuran yang lebih kecil ini, terkesan imut-imut. Maklum, berat badan maksimalnya hanya 1 kg. Selain itu, GP memiliki bulu tebal dan tidak berekor, bersifat jinak, serta mudah pakan dan perawatannya.

GP juga terbagi menjadi dua jenis. Pertama, GP long hair, seperti peruvian, silkie, texel, alpaca, dan coronet. Kedua, GP short hair, seperti american, teddy, white crested,dan abyssinian.

Dalam perkembangannya—karena dianggap memiliki nilai estetika yang tinggi—GP yang diperkenalkan para pedagang Eropa pada abad ke-16 itu pun berubah menjadi hewan peliharaan, sekaligus sahabat manusia. Bukan cuma itu, GP di kalangan masyarakat Barat telah meraih popularitas yang luas sebagai hewan peliharaan keluarga. Bahkan, di luar sana, telah didirikan beberapa organisasi yang khusus menternakkan GP dengan berbagai variasi dan komposisi warna bulu.

Namun, di negara kita, GP belum mempunyai banyak peminat. Karena, banyak orang yang belum memahami bagaimana memeliharanya.

“Untuk makanannya, cukup diberi rumput. Selain itu, berikan pula timothy hay (sejenis rumput yang sudah dikeringkan, red.) dan pellet yang terbuat dari Rumput Alfafa. Karena, makanan itu mengandung protein dan asam amino. Di samping itu, GP juga hewan yang membutuhkan sayuran yang bervariasi. Sehingga, agar gizinya cukup, sediakanlah 1/8 bagian paprika, jagung manis segar, wortel, buncis, dan selada,” kata Suraji Nugraha, peternak GP di Yogyakarta.

Sementara untuk menternakannya, pria yang menamai peternakannya Guinea Pig Super ini melanjutkan, siapkan saja kandang yang terbuat dari bambu, besi, atau kayu. Idealnya, kandang itu berukuran minimal 60 cm x 70 cm x 50 cm. Sehingga, hewan yang biasa hidup berkelompok di dataran berumput ini, dapat berkembang biak dengan baik dan melakukan berbagai aktivitas lainnya.

gp-1

Lantas, kawinkan si jantan dengan si betina pada umur (idealnya) tujuh bulan, dengan “komposisi” satu GP jantan dan lima GP betina. Selanjutnya, si betina akan bunting dan melahirkan 2−3 bayi GP.

“Dalam setahun, sebaiknya si induk melahirkan tiga kali saja. Pengaturan demikian, dimaksudkan untuk menjaga kesehatannya dan agar dalam perawatannya dapat berlangsung dengan maksimal,” jelas Suraji, yang membangun bisnisnya dan memasarkan “produknya” sejak tahun 2008 ini.

Apalagi, ia menambahkan, seiring dengan bertambahnya umur (umur 4−5 tahun, red.), produktivitas si induk akan menurun hingga hanya mampu melahirkan 1−2 ekor saja. “Setelah masa reproduksi berakhir, GP tetap menjadi hewan kesayangan sampai akhir hayatnya (minimal umur tujuh tahun, red.). Bahkan, ia masih bisa dijual ke orang-orang yang memang senang memeliharanya,” tutur pria, yang mengeluarkan Rp2,5 juta−Rp3 juta sebagai modal awal usahanya.

Sementara anak-anak yang dilahirkan, dengan perawatan yang baik, 85% di antaranya mampu bertahan hidup. “Karena, secara fisik, anakan GP mempunyai kelengkapan sebagai seekor GP. Dalam hitungan jam, mereka sudah dapat makan sendiri dan secara naluriah sang induk akan merawat anak-anaknya. Walau begitu, tetap diperlukan campur tangan manusia yaitu dengan memberi perhatian lebih pada induk GP yang sedang menyusui dan membantu anakannya, agar memperoleh asupan gizi yang cukup,” jelas pemilik 200 indukan GP long hair ini.

Ketika berumur minimal 45 hari, anakan-anakan GP sudah layak jual. Karena, pada umur itu, mereka sudah dianggap mandiri atau mampu memenuhi kebutuhan makannya sendiri. Selain itu, secara fisik, tidak lagi tergantung pada susu induknya.

“Harga anakan dan indukan GP sangat tergantung pada jenis kelaminnya. Contoh, GP betina dihargai lebih tinggi ketimbang yang jantan. Sebab, si betina mampu bereproduksi. Di samping itu, juga dipengaruhi oleh warna, bulu, corak, dan jenis GP. Karena, dianggap memiliki keunikan tersendiri bagi para hobiis,” kata pemilik tujuh jenis GP yaitu peruvian, silkie, alpaca, texel, abyruvian, american, dan Abyssinian ini.

Di atas, kendati dikatakan belum banyak orang di negara ini yang meminati GP, tidak berarti tidak ada peminatnya. Sebab, fakta mengatakan bahwa Suraji melalui Guinea Pig Super-nya terus melayani permintaan dari para hobiis (dan peternak) dari seluruh Indonesia, terutama dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, dan Medan, serta mancanegara seperti Malaysia dan Brunei Darussalam.

Dengan demikian, sarjana seni rupa dari Institut Seni Indonesia, Yogyakarta, ini, memperkirakan bahwa prospek GP masih akan terus ada. Nah, sekarang berpulang pada Anda: apakah hanya ingin menjadikannya peliharaan atau juga menjadikannya sebagai “produk” bisnis?

Check Also

Menyehatkan Konsumennya, Menguntungkan Petaninya

Beras Hitam Organik Meski buruk rupa, tapi kaya manfaat kesehatan. Tidak mengherankan, bila peminat Beras …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *