Home / Kiat / Memproduksi Bahan Bakunya untuk Mempermudah Penyebaran Produksi

Memproduksi Bahan Bakunya untuk Mempermudah Penyebaran Produksi

Jelly Motif

Biasanya, produsen hanya membuat produk jadi yang siap jual atau bahan baku yang siap olah saja. Tapi, Alvin, produsen jelly motif, justru membuat keduanya. Tujuannya sederhana saja yaitu untuk mempermudah proses pendistribusian. Imbasnya, produknya merambah hampir semua pulau di Indonesia

[su_pullquote align=”right”]Dengan juga membuat dan menjual bahan bakunya, maka kerugian akibat kerusakan produk selama proses pendistribusian akan terkurangi, sekaligus meminimalkan ongkos kirim[/su_pullquote]

e-preneur.co. Pernah menyantap mie bakso yang rasanya manis? Ya, alih-alih merasakan rasa asin dan pedas, Anda justru akan menjumpai rasa manis pada kuahnya.

Sejatinya, makanan tersebut bukanlah mie bakso, melainkan es campur berbahan jelly yang dibentuk menyerupai mie dan bakso. Tujuannya, tidak lain agar es campur buatan si pedagang menjadi laku.

Selain mie bakso, pedagang es campur ini juga“mengelabuhi” pembelinya, dengan menggunakan jelly motif, begitu nama yang disematkan ke si jelly, untuk mengganti bentuk makanan lain, seperti bihun, bunga, huruf/abjad, serutan kelapa muda, buah, telur mata sapi, dan berbagai macam bentuk lainnya. Demikian pula, dengan bentuk-bentuk masakan, baik lokal maupun internasional.

jelly-motif-1Dalam perkembangannya, bukan hanya pedagang es campur yang melakukan hal ini. Beberapa restoran pun ikut berkreasi menciptakan beragam menu baru dari bahan jelly. Dan, dengan semakin banyak pihak yang pintar berkreasi dengan bahan jelly, hal ini tentu menguntungkan si produsen jelly.

Ya, berbeda dengan sebelumnya di mana jelly hanya mempunyai satu bentuk bulat yang dikenal dengan bubble jelly, maka kini jelly motif mulai menggeser posisi cendol atau cincau yang imagenya kian terpuruk, lantaran pengunaan sejumlah bahan yang tidak layak konsumsi.

“Jelly motif memang semakin diminati. Karena, sudah terbukti tidak menggunakan bahan berbahaya. Meski, tetap ada pengawet. Tapi, itu bukan dalam bahan jelly-nya, melainkan pada air yang digunakan untuk merendam. Selanjutnya, air tersebut tidak dipakai atau harus dibuang,” papar Alvin Aurey, produsen jelly motif.

Sekadar informasi, jelly motif terbuat dari bahan utama yang lazim dipakai untuk membuat agar-agar atau konyaku. Konyaku diperoleh dari mengekstrak umbi iles-iles.

Manfaat konyaku yaitu melancarkan pencernaan, karena mengandung serat tinggi. Selain itu, dengan daya serapnyayang tinggi, ia juga mampu menyerap lemak dalam tubuh dan selanjutnya membuangnya bersama feses.“Makanan ini sehat, tanpa mengandung kalori sama sekali. Dimakan dalam jumlah sebanyak apa pun tidak akan membuat gemuk,” ujarnya.

Kian tingginya kesadaran masyarakat akan hidup sehat, ikut mendongkrak penjualan jelly motif. Alhasil, produsen seperti Alvin, ikut kebanjiran pesanan. Apalagi, belum ada produsen besar yang membuat jelly motif.

“Mungkin, baru saya saja yang membuat jelly motif skala besar. Bisa jadi di tempat lain ada, tapi itu pun masih subproduksi saya. Artinya, sayalah yang menyuplai bahan bakunya,” jelasnya.

Memang, selain memproduksi jelly motif bentuk jadi yang siap jual, Alvin juga menjual bahan bakunya (dalam bentuk bubuk) kepada setiap subproduksi yang tersebar di beberapa kota besar di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi, bahkan Papua.

jelly-motif-2

Ia memilih memasarkan jelly motif dengan cara demikian, untuk mengurangi kerugian akibat kerusakan produk selama proses pendistribusian.“Jika semua jelly motif dibuat di satu tempat akan menyulitkan pendistribusiannya. Selain memakan ongkos besar, jelly motif rentan rusak,” lanjutnya.

Penyebaran lokasi produksi, juga akan mengurangi ongkos kirim. Termasuk, dengan menyebarkan bubuknya saja yang beratnya menjadi lebih ringan dibandingkan jelly yang sudah jadi. Sebagai gambaran, 1 kg bahan baku akan menghasilkan 40 kg jelly motif. Dengan begitu, ongkos kirimnya juga lebih murah.

Keunikan jelly motif bukan hanya pada resepnya, melainkan juga pada cetakannya. Cetakan yang terbuat dari karet silikon yang lebih tahan panas ketimbang cetakan plastik ini, dibuat sendiri oleh Alvin.

“Saya membuat sendiri cetakan-cetakan tersebut, selebihnya bentuk-bentuk unik tercipta dari kreasi saya. Orang mengira saya memakai mesin untuk mencetak bentuk-bentuk jelly itu. Padahal, saya hanya memakai alat-alat sedehana yang mudah dijumpai,” bebernya.

Setiap hari, Alvin memproduksi jelly motif sebanyak 1ton. Jumlah tersebut, terbagi atas bentuk bubuk untuk didistribusikan ke subproduksi dan bentuk jelly motif jadi untuk pasar Jabodetabek. Kapasitas produksi ini akan melonjak menjadi 3 ton, ketika memasuki bulan puasa. “Bulan puasa bulan panen bagi saya hinggaover capacity,” katanya.

Alvin menjual jelly motif-nya dalam kemasan besar dan sedang. Tapi, jika ingin membuat sendiri, ia juga menyediakan dalam bentuk bubuk siap olah dalam berbagai ukuran, dengan harga mulai dari Rp10ribu.

Check Also

“Naik Kelas” dengan Mengganti Gerobak Dorong dengan Outlet Permanen Berkonsep Restoran

Bakmi Gila Usaha kakilima banyak diminati para pelaku usaha. Selain itu, konsep PKL mempunyai potensi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *