Home / Frontline / One Stop Place untuk Para Pelaku Hidup Sehat

One Stop Place untuk Para Pelaku Hidup Sehat

Rumah Sehat Intiyana

Produk organik tidak harus mahal dan harus bisa dinikmati semua orang, serta gampang diperoleh. Untuk itulah, Ayu dan Daniel menghadirkan Rumah Sehat Intiyana. Meski harus menghadapi banyak kendala,tapi karena pasangan suami istri ini mau belajar, maka mereka selalu mendapatkan jalan keluar dan berinovasi

[su_pullquote align=”right”]Orang-orang yang datang ke Rumah Sehat Intiyana dapat menikmati healthy massage, makanan sehat, dan belanja produk-produk sehat organik[/su_pullquote]

e-preneur.co. Pada awalnya, sekadar ingin mengembangkan usaha rumahan yang dibangun oleh Ibu Mertuanya, di Jalan Langsat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Lantaran, sudah berkembang dengan baik dan mempunyai banyak konsumen. Ternyata, masa kontraknya sudah berakhir. Kondisi ini, mengharuskan Nectaria Ayu Wulandari dan sang suami, Daniel Chrisna Tejokusumo, mencari tempat lain.

Lalu, ketemulah mereka dengan sebuah rumah tua di Jalan Terogong Raya, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, seluas 900 m². Ironisnya, ketika perjanjian kontrak sudah deal, ternyata rumah di Jalan Langsat bisa diperpanjang kontraknya.“Karena Ibu Mertua sudah nyaman yang di Jalan Langsat dan tetap ingin di sana, maka kami yang di sini,” kisah Ayu, begitu ia akrab disapa.

IMG_1269

Dengan menanamkan modal sebesar Rp800 juta yang mencakup biaya kontrak dan pembangunan, berdirilah Rumah Sehat Intiyana pada tahun 2012. “Rumah Sehat Intiyana merupakan one stop place untuk para pelaku hidup sehat. Orang-orang yang datang ke sini dapat menikmati healthy massage, makanan sehat, dan belanja produk-produk sehat organik,” jelasnya.

Untuk makanannya, Rumah Sehat Intiyana mempunyai lebih dari 15 jenis makanan, yang dibanderol dengan harga Rp5 ribu–Rp38 ribu. Sementara menu unggulannya yaitu gado-gado organik dan ayam bakar. “Dibandingkan menu-menu sejenis, menu makanan kami bebas MSG, zat perasa, zat pewarna, dan zat pengawet, serta menggunakan minyak kelapa,” ungkap sarjana periklanan dari Universitas Indonesia ini.

Sedangkan untuk massage-nya, Rumah Sehat Intiyana menyediakan healthy coco massage, face massage, reflexology, dan natural body scrub dengan tarif Rp50 ribu–Rp80 ribu. Untuk massage digunakan virgin coconut oil dan untuk bahan scrub-nya menggunakan produk lokal yang homemade.

IMG_1267

Di samping mengusung konsep sehat, Rumah Sehat Intiyana yang dibuka dari Senin hingga Sabtu ini juga mengusung konsep recycle untuk interiornya. Misalnya, menggunakan kayu peyangga bangunan yang digunakan tukang bangunan, yang biasanya lalu dibuang setelah bangunan jadi. Sementara dindingnya berupa dinding bata bekas bangunan lama, yang kemudian dikelupas untuk menghiasi bagian dalam ruangan. Untuk ruang massage, digunakan korden yang terbuat dari bekas karung terigu. Bahkan, mejanya pun menggunakan bekas pintu.

Rumah Sehat Intiyana merupakan bisnis pertama pasangan suami istri (pasutri) ini. Tidak mengherankan, jika mereka masih meraba-raba, di samping budget yang terbatas. Imbasnya, dalam meng-handle karyawan pun mereka harus memilah-milah. Misalnya, meng-hire terapis yang sudah berpengalaman dan berasal dari kota besar. Ternyata, justru belagu.

Demikian pula untuk yang mengurusi dapur, sekadar orang yang bisa memasak, dengan pendidikan yang tidak tinggi. Ternyata, justru sulit diajak berkomunikasi. “Lebih dari itu, dalam diri mereka tertanam frame: mau duit banyak, tapi tidak mau kerja keras,” ungkapnya.

intiyana-1

Untuk mengatasi hal ini, kini, mereka mengambil tenaga kerja dari daerah. “Dengan kemampuan yang masih sangat terbatas dan pemikiran polos, mereka mudah diajari dan dibentuk. Meski, itu artinya membutuhkan pemikiran baru dan waktu yang tidak sebentar. Di sisi lain, untuk training terapis, kami meminjam karyawan Ibu Mertua,” lanjut kelahiran Jakarta, 13 Oktober 1982 ini.

Untuk bagian memasak, mereka meng-hire kerabat Daniel. Kehadiran Tante, begitu mereka menyapanya, membuat menu rumah makan yang menyasar keluarga muda ini bertambah.

“Tapi, karena Tante itu work alcoholic, anak buahnya pontang-panting mengikuti pola kerjanya. Tante juga terbiasa bekerja sendiri, sehingga ia tidak bisa dengan cepat mengajarkan ilmunya pada anak buahnya. Namun, perlahan, kami memberi tahu keluhan anak buahnya. Sekarang, Tante sudah mau mengerem kecepatan kerjanya dan membagi ilmu,” ujarnya.

Di samping tukang masak, makanan yang disediakan juga menjadi “masalah” bagi sebagian konsumen. Karena lokasinya tidak jauh dari berbagai apartemen, hotel, mal, dan sekolah internasional, Rumah Sehat Intiyana sering didatangi orang-orang Jepang dan Korea, yang pada umumnya mau mencoba masakan Indonesia. Tapi, tidak dengan orang-orang Barat.

“Awalnya, saya ngotot hanya menyediakan menu lokal, asli Indonesia, untuk menunjukkan kalau di Indonesia ada organik. Tapi, kemudian, ada masukan untuk membuat menu western yang sehat, seperti grill fish atau salad. Setidaknya, menciptakan makanan yang terlihat seksi di mata mereka, untuk menghindarkan pemikiran bahwa makanan organik itu tidak enak, hambar. Menu-menu itu, nantinya akan menjadi menu premium dengan harga lebih dari Rp50 ribu,” jelasnya.

intiyana-2

Di samping masalah, Rumah Sehat Intiyana juga menemukan jalan keluar untuk mendongkrak omsetnya dan menjaring konsumen lebih banyak lagi yaitu dengan menghadirkan kurir untuk makanan (dan juga produk), sejak Februari 2013. “Kami melayani delivery order dengan jangkauan Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi dengan minimal order Rp100 ribu (sudah termasuk ongkos kirim),” imbuhnya.

Rencana ke depan? “Saya membutuhkan karyawan yang sudah profesional. Selain itu, ingin lebih serius pada website dan menambah item di gerai. Untuk massage, juga ingin menambah treatment. Untuk itu, dibutuhkan modal yang banyak. Karena itu, saya membutuhkan partner, dalam arti, investor,” pungkasnya. Berminat?

Check Also

Ketika Para Perantau Kangen dengan Kampung Halamannya

Bubur Samin Bubur Samin bukanlah makanan tradisional Solo, tapi menjadi menu takjil yang ikonik di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *