Home / Frontline / Yang Sehat itu Juga Bisa Lezat

Yang Sehat itu Juga Bisa Lezat

Al Manna Organics dan Piccola Stella D’Al Manna

Banyak orang berpikir, jika makanan yang sehat itu hambar dan mahal harganya. Tapi, Julia menepisnya dengan menghadirkan Al Manna Organics dan Piccola Stella D’Al Manna yang harganya terjangkau, penampilannya menarik, lezat, dan tentu saja menyehatkan

[su_pullquote align=”right”]Makanan organik mempunyai manfaat yang besar sekali untuk masa sekarang dan mendatang[/su_pullquote]

e-preneur.co. Menganut pola makan sehat dengan cara mengonsumsi sayur-mayur organik, dijalani oleh Julia Ahadiah. Bahkan,Mojang Bandung ini tidak menghentikan gaya hidup sehatnya tersebut, sekali pun setelah menikah dibawa sang suami ke Batam.

“Di Batam, awalnya, saya melihat ada sedikit produk organik di pasar atau supermarket. Tapi, bentuknya hanya sayuran, lalu dibungkus plastik, dan diberi label sayuran organik. Meski akhirnya saya beli, tapi dalam hati bertanya-tanya apakah ini benar-benar sayuran organik atau bukan,” kisah Julia.

IMG_2160Atas dasar itu, Ibu dari tiga anak ini mencoba menanamnya sendiri di kebun rumahnya. “Tapi, itu berarti hasilnya untuk dikonsumsi sendiri. Kalau harus saya bagikan ke orang-orang lain, maka saya harus bekerja sama dengan perkebunan-perkebunan yang telah disertifikasi,” lanjutnya.

Akhirnya, ia membangun usaha di bidang bahan makanan organik di mana dalam proses penanamannya tanpa pestisida, tanpa pupuk kimia, tanpa pengawet, dan tanpa bahan-bahan kimia berbahaya lainnya, pada tahun 2013.Dengan modal sekitar Rp500 juta, ia menggunakannya untuk membeli kios di kawasanPasar Segar, Sukajadi, Batam Center, merenovasinya, dan membeli mobil operasional. Kios itu diberinya nama Al-Manna Organics (baca: Al Manna, red.).

Al Manna, untuk sementara, menyasar konsumen dari kalangan menengah. Terutama, yang peduli dengan kesehatan tubuh mereka. Karena, merekalah yang sering datang ke kiosnya. Hal itu, bisa dimaklumi, mengingat produk-produk organik selalu dianggap sebagai produk yang mahal, susah dicari, rasanya tidak enak, masa kadaluarsanya cepat, dan sebagainya.

Untuk mengatasi kondisi itu, setiap kali ada pengunjung yang datang ke kiosnya, meski cuma melihat-lihat, Julia selalu berusaha menjelaskan manfaat dari produk-produk organik ini. Selain itu, produk-produk yang tersedia dikemas dalam ukuran 2 ons dengan harga sekitar Rp10 ribu.

Di samping itu, untuk mencegah terjadinya penumpukan barang dan akhirnya terbuang lantaran busuk, biasanya sarjana perminyakan dari Institut Teknologi Bandung iniakan menghubungi pelanggan-pelanggannya untuk bertanya apa yang mereka butuhkan.

“Misalnya, sebelum pasokan Senin datang, sehari sebelumnya, saya sudah mengakumulasi siapa saja yang pesan wortel, tomat, dan sebagainya. Lalu, saya packing dan kirimkan pada keesokan harinya. Sementara sisa pasokan, saya masukkan ke kios,” lanjutnya.

Selain itu, ia juga “melempar” produk-produk organik ini ke restonya yaitu Piccola Stella D’Al Manna (baca: Piccola, red.).Piccolamerupakan sebuah family restaurant yang mengusung makanan Italia, tapi yang sehat/organik.

IMG_2125

Di samping Al-Manna, Piccola yang hadir pada Juni 2014 ini juga hadir lantaran adanya chef dari Italia yang mengajak Julia bekerja sama membuka sebuah resto Italia. “Akhirnya, kedua usaha ini saya gabungkan. Jadi, jika ingin bahan mentahnya bisa dibeli di Al Manna, tapi kalau ingin yang sudah matang bisa memesannya di Piccola. Bahkan, pernah suatu ketika seorang konsumen membeli kailan di Al Manna, lalu minta dimasakin di Piccola,” tutur kelahiran Bandung, 4 Juli 1976 ini.

Jika berbicara tentang Piccola yang pertama (yang ada saat ini merupakan cabangnya, red.), ia melanjutkan, memang murni mengusung makanan Italia. Sedangkan Piccola yang sekarang atau yang berlokasi di Dermaga Culinary Paradise, Sukajadi, Batam Center, ini telah mengalami perkembangan. Karena itu, di papan namanya tertulis Pizza, Pasta, and So Much More.

“Dalam perkembangannya, saya juga menyediakan makanan Indonesia, seperti nasi goreng, sop buntut, ayam bakar, dan lain-lain. Sehingga, bagi mereka yang tidak menyukai makanan Italia, masih tetap dapat bersantap di sini. Bahkan, anak-anak diperbolehkan membuat pizza mereka sendiri,” bebernya.

Bukan cuma itu. Resto yang dibuka pada jam 11.00−23.00 ini juga menyediakan makanan Amerika seperti hotdog, french fries, sandwich, dan hamburger.

[su_slider source=”media: 1980,1973,1974,1975,1979,1978,1977″ width=”800″ height=”540″ title=”no”]

Dengan kondisi sayuran organik yang sudah diolah menjadi makanan-makanan yang mempunyai tampilan menarik dan rasa yang lezat, serta menyehatkan, tentu saja Piccola mempunyai masa depan yang bagus. “Sayang, tempat Piccola berada merupakan kawasan baru. Sehingga, belum banyak orang yang mengetahuinya,” ujarnya.

Sementara bagi yang sudah mengetahuinya akan datang lagi baik untuk dine in maupun take away. Bisa juga delivery. “Saya ingin Piccola berkembang dengan cepat, dengan memperluas outlet dan merambah katering,” ucapnya.

Lalu, bagaimana dengan Al Manna? “Prospeknya selalu ada. Karena itu, saya bertahan. Pada mulanya, memang berat. Tapi, lama-kelamaan, setelah mereka mengetahui keberadaan Al Manna, mulai muncul perkembangan. Apalagi, saya rajin berpromosi melalui facebook. Jika pada mulanya mereka yang membutuhkan sayuran organik harus ke Singapura, termasuk para chef di berbagai hotel, tapi setelah Al Manna hadir, mendatangi mereka, dan kualitas produknya bagus mulailah mereka yang mendatangi kami,” pungkasnya.

Check Also

Ketika Para Perantau Kangen dengan Kampung Halamannya

Bubur Samin Bubur Samin bukanlah makanan tradisional Solo, tapi menjadi menu takjil yang ikonik di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *