Home / Agro Bisnis / Meraup Fulus dari Bulus

Meraup Fulus dari Bulus

Labi-labi

Karena setiap bagian tubuhnya dapat dimanfaatkan, maka pasar labi-labi masih sangat terbuka lebar. Boleh dikata, berapa pun hasil menternakkan reptil ini akan selalu terjual. Tapi, sayang, sampai saat ini, belum banyak yang membudidayakannya. Tidakkah Anda ingin menangkap  peluang menggiurkan ini?

[su_pullquote align=”right”]Bulus memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Sebab, hampir semua bagian tubuhnya dapat dimanfaatkan[/su_pullquote]

e-preneur.co. Tahukah Anda, apa itu labi-labi? Dipastikan, sebagian besar dari Anda akan menggelengkan kepala.

Tapi, bagaimana dengan bulus? Dijamin, Anda semua akan mengatakan mengetahui binatang, yang selalu membawa rumahnya ke mana pun ia pergi itu.

bulus-5Padahal, labi-labi (Latin: Trionyx Sinensis, red.) dan bulus merupakan makhluk yang sama. Dan, bagi para pecinta reptil, “saudara” dari penyu dan kura-kura itu sudah tidak asing lagi, baik sebagai binatang peliharaan maupun sebagai bahan pangan dan obat.

Awalnya, kura-kura air tawar (freshwater turtle) ini merupakan hama. Sama halnya, dengan komoditi-komoditi penting lain di bidang perikanan, seperti gabus, belut, dan lain-lain. Tapi, kemudian, diketahui bahwa bulus memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Sebab, hampir semua bagian tubuhnya dapat dimanfaatkan.

Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa labi-labi merupakan sumber protein, karbohidrat, lemak, kalsium, fosfor, zat besi, dan vitamin A. Bahkan, telurnya pun banyak mengandung leticin (pemecah kolesterol dalam darah, membantu memasok energi ke sel-sel otak, dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap virus).

Daging bulus juga dapat dimanfaatkan sebagai obat. Di Cina, daging hewan ini diolah menjadi obat untuk menyembuhkan luka, termasuk luka setelah melahirkan, keputihan, dan sesak nafas.Di Jepang, untuk obat TBC dan radang selaput dada.

Sedangkan di Hong Kong, empedunya digunakan sebagai obat kulit dan untuk menangani keracunan. Di Singapura, abu kepala atau batoknya diseduh dengan air, lalu diminum guna mengobati sakit lambung atau ambein. Sementara cangkang, tulang, dan lemaknya dapat diolah menjadi minyak bulus, yang mujarab sebagai obat kulit.

Selain untuk obat dan dikomsumsi, binatang yang memiliki bentuk tubuh oval dan pipih ini digunakan pula sebagai bahan baku industri. Untuk industri kosmetik, labi-labi diolah menjadi pengencang kulit muka, payudara, kelamin, dan kulit Ibu-ibu yang sudah pernah melahirkan. Sedangkan untuk industri penunjang tekstil, cangkangnya dimanfaatkan untuk kancing baju.

“Di Jakarta, labi-labi banyak dijumpai di Pasar Pagi. Di tempat itu, daging hewan ini disajikan dengan memanfaatkan cangkangnya yaitu dengan membalikkan cangkang hingga tampak seperti mangkuk. Beberapa restoran tertentu, menghidangkannya dalam bentuk tim atau yang biasa disebut pi oh tim,” jelasKhairuman, Kepala Seksi Aplikasi Teknologi di Balai Pengembangan Budidaya Perikanan Air Tawar, Sukamandi, Subang, Jawa Barat.

Keunggulan reptil yang satu ini, tidak sebatas itu saja.Ia juga mudah dibudidayakan dan dapat dibudidayakan sepanjang tahun atau tidak mengenal musim, serta dapat dipelihara dalam kolam dengan air tergenang.

“Khusus untuk kegiatan pembesaran, yang terpenting yaitu konstruksi kolam dibuat dari tembok atau beton pematang yang dibuat miring 45°. Sedangkan di bagian atasnya, dibuatkan semacam topi yang menjorok ke tengah kolam sekitar 5 cm–10 cm. Topi tersebut, berfungsi untuk menghalangi labi-labi yang dipelihara kabur atau keluar,” kata pria, yang akrab disapa Uman ini.

bulus-4Bagian dasar kolam, ia melanjutkan, berupa lumpur berpasir. Sementara, di tengah kolam disediakan papan atau bambu terapung, yang berfungsi sebagai tempat labi-labi berjemur.

“Selain bentuk konstruksi kolam, faktor lain yang harus diperhatikan yaitu ketersediaan pakan. Pakan yang dapat diberikan berupa pakan pabrik atau memanfaatkan pakan alternatif, seperti ikan runcah (ikan-ikan hasil pelelangan yang tidak layak dikonsumsi manusia, red.),” ujarnya.

Risiko kegagalan dalam pembudidayaan hewan yang oleh orang-orang Cina disebut pio atau chia ini, juga tidak terlalu tinggi. Asalkan, faktor-faktor pendukungnya seperti tersebut di atas diperhatikan.

Untuk bibit/benihnya, ia melanjutkan, dapat diperoleh (salah satunya) di tempat pembudidayaannya di Karawang, Jawa Barat. “Dari 30 jenis labi-labi yang terdapat di dunia ini, 22 jenis di antaranya terdapat di Indonesia. Sebagian di antaranya dilindungi keberadaannya, karena hampir punah. Sedangkan salah satu yang boleh dibudidayakan yaitu jenis Trionyx Sinensis. Jenis ini cepat tumbuh dan disukai konsumen,” katanya.

Selanjutnya, mengawinkan labi-labi betina yang telah siap kawin (umur 2 tahun–3 tahun, red.). Dari perkawinan itu, seekor induk labi-labi mampu menghasilkan 30–40 telur dengan diameter 2 cm–3 cm. “Telur-telur ini dapat dibeli dengan harga kurang lebih Rp5 ribu/butir,” ucap sarjana pertanian dari Sekolah Tinggi Petanian, Bale, Bandung, ini.

Lantas, telur-telur berwarna krem ini, ditimbun dalam pasir dan akan menetas dalam suhu 25° C–30° C, sekitar 45 hari–50 hari kemudian. “Jumlah yang menetas mencapai 75%–80%, tergantung dari suhu atau lingkungan di sekitarnya,” lanjutnya.

Setelah dipelihara selama 12 bulan, binatang yang juga dikenal dengan nama kuya ini, akan mencapai ukuran konsumsi yaitu 800 gr–1.000 gr. “Harga daging untuk konsumsi di atas Rp100 ribu/kg,” tambah penulis buku tentang budidaya labi-labi ini.

Pada umumnya, labi-labi dibudidayakan untuk dikonsumsi, baik untuk pasar dalam maupun luar negeri. Karena, pasarnya masih sangat terbuka lebar. Boleh dikata, berapa pun labi-labi yang dapat ”diproduksi” akan selalu terjual.

“Sejauh ini, labi-labi dipasarkan ke Cina, Hong Kong, Jepang, Korea, Taiwan, dan Singapura. Sayang, sampai saat ini, belum banyak yang membudidayakannya,” ungkap pengajar di berbagai kursus atau pelatihan budidaya perikanan air tawar di berbagai daerah ini.

Check Also

Menyehatkan Konsumennya, Menguntungkan Petaninya

Beras Hitam Organik Meski buruk rupa, tapi kaya manfaat kesehatan. Tidak mengherankan, bila peminat Beras …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *