Home / Senggang / LifeStyle / Ojek Berkelas nan Keren

Ojek Berkelas nan Keren

Ningrat Limo Bike

Jalanan macet di Ibukota yang kian menggila, memang hanya dapat diatasi dengan ojek. Tapi, berbeda dengan ojek pada umumnya, Limo Bike dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, serta menggunakan armada Piaggio Fly dan Piagio Gran Turismo yang harga per unitnya puluhan juta rupiah!

[su_pullquote align=”right”] Setiap penumpang Limo Bike diasuransikan[/su_pullquote]

e-preneur.co. Bukan Jakarta namanya, kalau tidak macet. Ya, Jakarta memang identik dengan lalu lintas yang selalu macet.

Kendala semacam ini, tidak dapat diatasi dengan kendaraan roda empat. Apalagi, harga BBM (Bahan Bakar Minyak) terus membubung. Satu-satunya solusi yaitu dengan menumpang kendaraan roda dua. Dalam hal ini, ojek.

Namun, kita harus siap dengan penampilan amburadul, begitu sampai di tempat yang dituju. “Memang, sepeda motor mampu memenuhi unsur kecepatan dan fleksibilitas, tapi tidak dengan kenyamanan. Nah, unsur kenyamanan inilah yang kami berikan dengan menghadirkan Ningrat Limo Bike (baca: Limo Bike, red.),” tutur Mahesa Arba, Business Development Manager PT Ningrat Muda Mandiri.

limo bike-1Limo Bike, Mahesa melanjutkan, berasal dari kata limo yang mengacu kepada kendaraan mewah yang harus dipesan terlebih dulu bila ingin menggunakannya. Sedangkan bike berarti kendaraan roda dua. “Analoginya, kalau ada Blue Bird, tentu ada Silver Bird. Jadi, jika ada ojek, maka ada Limo Bike. Meski, Limo Bike bukan sembarang ojek dan berbeda dengan ojek,” tegasnya.

Dikatakan demikian, sebab Limo Bike menggunakan Piaggio Fly (125 cc) yang harga per unitnya (saat itu) Rp29 juta on road. Selanjutnya, di setiap kendaraan terdapat helm GIVI berkualitas tinggi untuk penumpang, blanket (semacam selimut) untuk penumpang perempuan yang menggunakan rok, jas hujan, vest, dan penutup kepala (shower cap) sekali pakai.

Di kendaraan yang dicat kuning sesuai dengan brand perusahaan ini, juga terdapat boks yang berfungsi seperti bagasi guna menyimpan laptop atau benda berharga lain. Selain itu, juga dilengkapi dengan GPS (Global Positioning System) ber-speaker dan microphone untuk komunikasi antara driver dengan pusat.

Sedangkan komunikasi antara driver dengan penumpang, menggunakan speaker dan microphone yang terpasang di helm masing-masing. Sehingga, driver tidak perlu menengok ke belakang atau penumpang harus mencondongkan badan. “Lebih dari itu semua, setiap penumpang diasuransikan,” ungkapnya.

Metode bisnis Limo Bike berdasarkan pesanan (on call) dan naik dari pangkalannya (daily bases). “Jika konsumen ingin menggunakan Limo Bike, ia harus menghubungi hotline (call center) kami atau melalui online website, Yahoo Messenger, dan APP BB. Lalu, kami akan bertanya tentang di mana ia berada saat itu dan akan ke mana, agar kami dapat menentukan apakah ia berada Zona I, II, atau III (dalam perkembangannya, diganti menjadi Zona A, B, dan C, red.). Selanjutnya, driver kami akan menjemput dengan membawa voucher yang nantinya ditukar dengan uang tunai, sesuai dengan tarif yang tertulis di voucher tersebut,” jelas Dwi Cesario FP, Operations Director PT Ningrat Muda Mandiri.

Kendaraaan yang beroperasi pada hari Senin−Sabtu dan pada jam 08.00− 20.00 (dalam kondisi tertentu, bisa melayani permintaan di luar waktu tersebut, red.) ini, juga dapat dinaiki dari tempatnya mangkal (pick up point). Di sana, telah standby kordinator para driver Limo Bike, yang akan mendaftar atau mencatat identitas setiap penumpang.Mengingat, penumpang harus diasuransikan. Lantas, penumpang membeli vocher dengan uang tunai sebesar angka yang tertera, yang menunjukkan tarif Limo Bike.

Penumpang juga dapat membayar voucher dengan menggunakan kartu kredit. Caranya, konsumen mendaftarkan diri sebagai pelanggan tetap, lantas membayar biaya abonemen dengan kartu kredit. Sesudahnya, member akan mendapatkan voucher.

“Bagi member, kami akan memberi keistimewaan dengan mendahulukan pelayanan. Namun, voucher akan hangus, jika member mengubah lokasi tujuan secara mendadak atau membatalkan jadwal yang sudah diberikan. Untuk menghindarkan hal-hal semacam ini, driver kami selalu membawa voucher tambahan yang nantinya dapat ditukar dengan uang tunai atau kami akan melakukan konfirmasi satu jam sebelum waktu yang dijadwalkan,” ujar Ade, sapaan akrabnya.

Sedangkan besar kecilnya tarif, dihitung dari pick up point yang berlokasi di Margo City, Bakrie Telecom Rasuna Said, Bakrie Telecom Pancoran, dan Pasar Minggu hingga lokasi yang dituju yang diistilah zona.Zona ini terbagi menjadi Zona A (0 km−10 km) bertarif Rp35 ribu/trip, Zona B (10 km−20 km) Rp45 ribu/trip, dan Zona C (20 km−40 km) Rp55 ribu/trip.

limo bike-3Untuk penumpang yang ingin menempuh suatu lokasi sejauh lebih dari 40 km, seperti ke Bogor, maka tarifnya merupakan hasil penambahan tarif Zona C dengan Zona A. Sementara jika penumpang ingin dijemput di luar trading area (maksimal 20 km), maka ia akan dikenakan biaya jemput Rp10 ribu.

Kini, PT Ningrat Muda Mandiri yang berkantor pusat diGraha Enkadeli, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, telah memiliki 9 kantor cabang yang terletak di Denpasar, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, Malang, Yogyakarta, Makassar, dan Medan. Berkenaan dengan Limo Bike yang juga dioperasikan di Denpasar, tarif yang diberlakukan berbeda dengan Jakarta. Sebab, pariwisata saat ini lebih terpusat pada lokasi-lokasinya ketimbang layanan infrastrukturnya.Salah satunya, transportasi.

Limo Bike di Pulau Dewata menggunakan Piagio Gran Turismo (200 cc) yang saat itu harganya Rp60 juta/unit on road, mengingat kondisi jalannya yang berbeda. “Awalnya, Limo Bike menyasar ke Denpasar. Tapi, saat soft launching, ternyata animo masyarakat Jakarta, terutama kaum perempuannya, sangat banyak,” kata Mahesa. Sekadar informasi, grand launching Limo Bike telah dilakukan pada Medio 2008.

Untuk Denpasar, Ade menambahkan, disediakan paket touring. Karena, banyak wisatawan yang lebih ingin menikmati suasana alam yang sesungguhnya. “Kami menawarkan pelayanan lepas kunci. Sehingga, wisatawan bisa menyewa Limo Bike sehari penuh. Bisa pula mengambil paket cultural side di mana para wisatawan dapat menyewa dua motor dan didampingi driver kami yang bertugas sebagai leader sekaligus guide,” ujarnya. Untuk Denpasar, Limo Bike sudah dapat dijumpai di Hotel Kartika, Kuta.

Perlu diketahui, ia menekankan, bahwa Limo Bike tidak mengambil rezeki atau jatah ojek. “Pasar kami berbeda,” tegas Mahesa. Ya, Limo Bike memang bukan ojek sembarangan dan lebih menyasar pada kota-kota yang memiliki karakter pariwisata dan bisnis.

Check Also

Ketika Para Perantau Kangen dengan Kampung Halamannya

Bubur Samin Bubur Samin bukanlah makanan tradisional Solo, tapi menjadi menu takjil yang ikonik di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *