Home / Celah / Mengangkat Derajat Kain Karung
Karena warnanya putih, kain blacu memudahkan orang untuk berkesperimen di atasnya

Mengangkat Derajat Kain Karung

Kerajinan Kain Blacu

Kerajinan dari kain blacu, sebenarnya sudah umum di masyarakat, baik yang membuatnya sebatas untuk menyalurkan hobi maupun untuk berbisnis. Karena, bahan bakunya mudah dan murah

blacu-3e-preneur.co. Kain blacu hanyalah kain sederhana dan berharga murah. Biasanya, digunakan sebagai karung pembungkus gula, tepung, atau beras. Tapi, kala kain ini berada di genggaman tangan-tangan trampil nan kreatif, ia bisa berubah menjadi benda yang lebih berguna dan berharga lumayan.

Ambil contoh, Tri Retno M. Salah satu pemilik tangan trampil dan kreatif ini, telah mengubah kain karung tersebut menjadi lebih dari 25 item pernak-pernik penghias rumah, di antaranya taplak meja, serbet, tempat tisu, tempat tas kresek, tempat pembalut wanita, sprei, sarung bantal dan guling, tas, tutup dispenser, tutup kulkas, serta alas telpon.

Menurut Tri, karena warnanya putih, kain blacu memudahkan dia untuk berkesperimen di atasnya. Misalnya, menghiasinya dengan bordir berkonsep minimalis atau hiasan lain.

Selain itu, segala pernak-pernik yang terbuat dari kain blacu juga dapat “masuk” ke dalam interior rumah dengan warna apa pun. Akibatnya, pernak-pernik yang penjualannya sudah merambah Jepang ini, digemari kalangan Ibu Rumah Tangga kelas menengah ke atas, di samping mereka yang menghargai seni.

“Kalau para Ibu Rumah Tangga yang masih muda usianya menyukai desain yang minimalis, maka mereka yang sudah berumur lebih menyukai yang bernuansa Tasik atau Padang alias lebih ramai desainnya,” ucapnya.

Konsumen pernak-pernik kain blacu ini, Tri melanjutkan, biasanya membeli dengan alasan ingin menata bagian dalam rumah mereka dengan bahan dan desain yang seragam.Sehingga, tampak serasi atau matching.

“Sebenarnya, saya hanya ingin meningkatkan nilai jual kain blacu ini, di samping juga ingin menggunakannya untuk hiasan rumah saya,” kata wanita, yang juga disapa Ibu Haryono ini.

Sepertinya, niat mulianya telah terwujud, bila mengingat harga kain blacu yang dibelinya di Bandung ini dulu cuma Rp6 ribu/meter. Sedangkan untuk setiap hasil karyanya, saat ini, Tri menjualnya dengan harga Rp25 ribu−Rp350 ribu.

Karena warnanya putih, kain blacu memudahkan orang untuk berkesperimen di atasnya
Karena warnanya putih, kain blacu memudahkan orang untuk berkesperimen di atasnya

Tri membangun bisnis ini pada tahun 2003, dengan modal pribadi sekitar Rp5 juta. “Awalnya iseng saja. Tapi, kemudian kok berkembang. Sehingga, saya membutuhkan pinjaman dari bank,” ujar Ibu tiga putra ini.

Dengan dukungan sang suami yang bertindak sebagai pembuat sketsa bordirnya, kini bisnis pernak-pernik dari kain blacu yang diberinya merek Citra Handicraftini bukan hanya dapat dijumpai di rumahnya di Sawangan, Depok, melainkan juga di Bandung, Kota Wisata, dan ITC Depok.

Bahkan, ketika pemasaran produknya sudah sampai ke seluruh Indonesia, ia juga menjualnya melaluireseller tetap yang berasal dari para Ibu Rumah Tangga di sekitar rumahnya. Selain itu, Tri yang juga sering memajang produk-produknya di lemari ruang tamu rumahnya, agar tamu atau kolega yang datang bisa langsung melihat hasil karyanya, memasarkan pula Citra Handycarft via BlacBerry Messenger.

Dalam sebulan, untuk setiap item yang tersedia, Tri dan para karyawannya dapat menghasilkan masing-masing 400 potong. Dan untuk itu, dia menghabiskan 200 meter kain blacu. “Lebih dari setengan produksi tersebut, laku terjual dalam jangka waktu sebulan,” katanya. Selain itu, Tri juga masih menerima pemesanan untuk berbagai acara, seperti siraman dan peringatan 40 hari meninggalnya seseorang.

Padahal, Tri hanya memasarkan hasil produksinya melalui berbagai pameran. Sedangkan dalam berpromosi, dia menggunakan cara dagang orang Cina yaitu dengan menurunkan harga, agar dapat menarik pembeli sebanyak-banyaknya. Sebab, pembeli biasanya akan mencari barang-barang yang berharga murah (tapi bukan produk murahan, red.).

Dan, setelah mendapatkan satu produk, biasanya mereka akan mencari produk-produk lainnya, mengingat “anggaran belanja” mereka masih banyak. Di sisi lain, tempat yang ramai dikunjungi pembeli, akan menarik pembeli-pembeli lain.

“Selain sibuk produksi handicraft, saya juga sering diundang ke berbagai bazar untuk ikut pameran. Saya juga diundang sebagai pembicara untuk mengikuti pameran craft dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di beberapa negara, seperti Yordania, Hong Kong, Dubai, dan lain-lain. Di sana, saya diminta berbagi ilmu tentang usaha handicraft ini dan kita-kiat berbisnis wirausaha rumahan,” pungkasnya.

Check Also

Banyak Peminatnya

Rental Portable Toilet Kehadiran toilet umum—terutama yang bersih, nyaman, wangi, dan sehat—menjadi salah satu kebutuhan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *