Home / Frontline / Kesegarannya Mengeyangkan

Kesegarannya Mengeyangkan

Rahat Café

Es bubur buah? Apa itu? Anda penasaran? Kunjungi saja Rahat Café yang seperti arti namanya, kafe ini pun asyik baik dari variasi makanannya yang lain daripada yang lain, harganya yang terjangkau, suasananya yang santai, maupun interiornya yang sederhana

rahat cafee-preneur.co. Apa yang terlintas dalam benak Anda, ketika terucap kata Bogor? Kota Hujan? Kebun Raya? Istana Presiden? Ya. Begitulah selama ini masyarakat mengenal kota ini.

Tapi, sejak beberapa waktu lalu, Bogor mendapat satu julukan lagi yaitu Kota Kuliner. Dikatakan begitu, sebab selalu ada makanan dan tempat jajan baru yang muncul di kota ini, berdampingan dengan tempat makan lama yang masih bertahan. Salah satunya, Rahat Café.

Rahat, menurut Alex Brik Zubaidi, dicomot dari kata dalam Bahasa Arab yang berarti asyik. Jadi, Rahat Café berarti kafe yang asyik baik dari variasi makanannya yang lain daripada yang lain, harganya yang terjangkau, suasananya yang santai, maupun interiornya yang sederhana.

“Makanannya merupakan hasil eksperimen kami.Seperti es bubur buah, mendoan (isi) daging, es buah salju, es kacang merah, dan lain-lain. Masyarakat pun merespon menu-menu kami dengan baik,” tutur Alex.

Rahat Café berdiri pada tahun 2006 di kawasan Malabar. Kafe yang dibangun dengan modal awal Rp25 juta ini, berkonsep menu healthy foods. Sehingga, makanan dan minuman yang disajikan notabene memakai bahan baku yang sehat pula.Misalnya, menggunakan minyak zaitun, gula rendah kalori, dan sebagainya. Sementara dari segi harga pun, sebanding dengan manfaat mengonsumsi makanan dan minuman tersebut.

“Sayang, masyarakat di kota ini belum aware terhadap makanan dan minuman kesehatan, yang justru diburu oleh masyarakat di kota-kota besar semisal Jakarta. Di sisi lain, mereka juga beranggapan bahwa harga menu kami terlalu mahal,” ujar pemilik Rahat Café ini.

Untuk itu, sekitar dua tahun kemudian, Alex membuka Rahat Café yang kedua di kawasan Sudirman.Kafe kedua ini, mengusung konsep menu yang sama sekali berbeda dengan kafe sebelumnya. Dalam arti, menyajikan berbagai makanan dan minuman yang “biasa” saja. Karena, di sini juga tersedia ayam dan bebek bakar. Di samping itu, kafe mungil yang ditata secara sederhana ini juga memboyong menu-menu Rahat Café 1 yang demand-nya kuat, seperti es bubur buah, es buah salju, dan ayam bakar semi presto.

Harga di Rahat Café disesuaikan dengan keberadaan Bogor yang boleh dibilang kota kecil

Es bubur buah? “Ya. Ini es yang terbuat dari campuran yogurt, susu, serta ice cream yang ditambahi tepung beras dan sedikit tape singkong. Lalu, dihancurkan (blended) sampai mengental. Selanjutnya, dimasukkan berbagai serutan/potongan buah-buahan, seperti alpukat, kelapa, stroberi, kiwi, apel, jambu air, dan nangka,” jelas pria, yang telah menekuni dunia bisnis sejak berumur 16 tahun ini.

Es bubur buah yang terdiri dari dua rasa yaitu vanilla dan stroberi ini, dibanderol dengan harga yang sangat sebanding dengan rasa dan porsinya. Dalam arti, rasanya sangat enak dan disajikan dalam gelas berukuran jumbo. Sehingga, selain dahaga terobati, juga sangat mengenyangkan.

Namun, tidak berarti Rahat Café 2 tidak memiliki menu-menu andalan sendiri. Di kafe dengan harga warung makan ini, juga tersedia minuman-minuman favorit konsumen yaitu es rujak asem, colenak ice cream, es kacang merah, dan protein mix (minuman ini juga tersedia di Rahat Café 1, red.), serta jus blackberry dengan float ice cream.

“Mengenai harga, berkaitan dengan kota ini yang boleh dibilang merupakan kota kecil. Jadi, jika sebuah tempat makan tidak berukuran besar, maka mereka yang datang juga bukan dari kalangan berduit,” katanya, tanpa bermaksud mendiskreditkan pihak-pihak tertentu.

Sementara tentang perubahan konsep menu ini, ia melanjutkan, juga disebabkan oleh konsumen di negara kita yang tidak gampang penasaran seperti di Singapura, misalnya. “Konsumen di sini, sangat menitikberatkan pada kepastian apa yang tersaji di sebuah tempat makan ketimbang nama indah sebuah resto. Sehingga, ketika memasang spanduk, di samping nama tempat makannya, menu yang tersedia harus secara gamblang disebutkan.Misalnya, ayam bakar atau bebek bakar,” ungkap kelahiran Bogor, 16 Desember 1984 ini.

Contoh, ia menambahkan, ketika Rahat Café 1 dibuka untuk pertama kalinya, orang-orang sama sekali tidak tertarik untuk mampir. Berbeda halnya, kala Rahat Café 2 dibuka. Apa pasal? Ternyata, dalam spanduknya, selain tertulis Rahat Café, juga terdapat embel-embel berbagai menu utama yang tersedia. “Penjelasan tentang apa yang kita jual itu, ternyata besar sekali pengaruhnya,” imbuh Alex, yang menjadikan anak muda sebagai sasaran utama kafenya, yang beroperasi dari jam 10.00 hingga 24.00 dan peak hours pada pukul 21.00 atau 22.00 ini. Nah, bila Anda ke Bogor, mampirlah ke Rahat Café dan nikmati kelezatan es bubur buahnya.

Check Also

Ketika Para Perantau Kangen dengan Kampung Halamannya

Bubur Samin Bubur Samin bukanlah makanan tradisional Solo, tapi menjadi menu takjil yang ikonik di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *