Home / Agro Bisnis / Tabulampot Oke, Tabulakar Yes

Tabulampot Oke, Tabulakar Yes

Jambu Degus

Sebagai varietas unggul baru, Jambu Degus belum banyak dibudidayakan. Padahal jambu air ini rasanya manis, kesat, dan daya tahan hidupnya lebih tinggi. Bahkan bisa dibudidayakan di dalam pot

jambu deguse-preneur.co. Jambu air (Latin: eugenia aquea burm, red.) merupakan tanaman buah yang berasal dari Indocina dan Indonesia, yang lantas menyebar ke Malaysia dan pulau-pulau di Pasifik. Buah manis nan segar ini tumbuh dan berproduksi ideal di dataran rendah hingga medium.

Selain itu, buah tidak berkulit ini memiliki beberapa varietas.Seperti Jambu Camplong yang banyak dibudidayakan di Madura, sertaJambu Dharsono dan Jambu Gelas di Kediri. Sedangkan Jambu Degus yang juga “saudara” mereka,lebih banyak dibudidayakan di Pasuruan.

Jambu Degus yang memiliki bentuk buah seperti lonceng tambun ini merupakan salah satu jenis buah-buahan, yang dapat tumbuh di berbagai iklim dan jenis tanah. Bahkan, bisa tumbuh di lingkungan yang cukup berat di mana tanaman lain sudah tidak mampu bertahan.

Di samping itu, sebagai varietas unggul, jambu yang berwarna merah tua kehitaman ini mudah beradaptasi, mudah dikembangbiakkan, responsif terhadap pemeliharaan intensif, serta berasa manis, segar, dan lebih kesat.

[su_pullquote align=”right”]Jambu Degus dapat tumbuh di berbagai iklim dan jenis tanah. Bahkan, di lingkungan yang tanaman lain sudah tidak mampu bertahan[/su_pullquote]

jambu degus-1Namun, keberadaan jambu yang memiliki kandungan air 89,4%, kandungan gula 9,0%–9,2%, dan kandungan vitamin C 1,99 mg ini, sampai saat ini masih sebatas digunakan sebagai buah segar untuk dikonsumsi langsung. Selain itu, sejauh ini hanya dapat dijumpai di Pasuruan.

“Sebenarnya, Jambu Degus terdapat di beberapa daerah lain, di samping Pasuruan. Tapi, belum dibudidayakan secara intesif sesuai dengan baku teknis. Karena itu, Pemerintah Kota Pasuruan melalui Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan berinisiatif membudidayakan tanaman ini dengan menggunakan bibit yang bermutu atau berlabel,” kata Harry Tjahjono, mantan Kepala Sub Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Kota Pasuruan, Jawa Timur.

Apa lagi, Harry melanjutkan, pada prinsipnya, tanaman ini dapat ditanam di mana pun dengan mempertimbangkan faktor-faktor, antara lain kesesuaian agroklimat atau iklim, ketinggian tempat (4–400 m di atas permukaan laut), jenis tanah (subur dan gembur), ketersediaan unsur hara (kandungan vitamin-vitamin dalam tanah, red.), serta sarana dan prasarana lain.

Beberapa tahun lalu, Harry menambahkan, telah dilakukan penanaman bibit Jambu Degus sebanyak 1.000 batang yang didistribusikan ke beberapa wilayah kecamatan di Pasuruan, tapi belum merata.

Mengapa hanya dilakukan di Pasuruan? “Kami ingin memperkenalkan kepada masyarakat Pasuruan bahwa Jambu Degus yang dapat dikembangbiakkan, baik di area pertamanan maupun di dalam pot dengan hasil yang sama baiknya, berpotensi memacu usaha peningkatan produksi dan memberikan peluang usaha, di samping meningkatkan gizi masyarakat, serta pendapatan petani dan masyarakat. Bukan cuma itu, pengembangan Jambu Degus juga berguna sebagai produk unggulan di bidang hortikultura, sekaligus mendukung pengembangan agrowisata secara terpadu,” jelasnya.

Lebih jauh lagi, Harry melanjutkan, maksud dan tujuan dikembangkannya Jambu Degus di Pasuruan yaitu untuk menumbuhkembangkan sentra-sentra komoditi hortikultura jenis buah-buahan, yang nantinya akan menjadi produk unggulan, memanfaatkan lahan baik yang non maupun yang produktif menjadi lahan yang mempunyai potensi, untuk memberikan peluang usaha dalam upaya peningkatan pengetahuan, ketrampilan, dan pendapatan petani dan masyarakat, mewujudkan program jangka menengah Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Kota Pasuruan yaitu memiliki wilayah agrowisata secara terpadu.

Catatan

Cara Bertanam Jambu Degus

[su_frame]Pembudidayaan Jambu Degus dapat dilakukan baik melalui tabulampot (menggunakan media tanam berupa pot, red.) maupun tabulakar (langsung di areal pekarangan, red.). Pembudidayaan model tabulampot cocok diterapkan di daerah-daerah perkotaan dengan penduduk padat, sehingga tidak tersedia lahan yang luas. Sedangkan tabulakar cocok dilakukan pada areal lahan yang luas dan terbuka. Jambu Degus yang ditanam ala tabulakar cenderung tumbuh lebih cepat dan lebih besar.Karena, ketersediaan unsur hara dalam tanah yang lebih banyak daripada model tabulampot. Di samping itu, jumlah buah yang muncul juga lebih banyak.Meski, secara berkala harus dilakukan pengguntingan.[/su_frame]

Check Also

Menyehatkan Konsumennya, Menguntungkan Petaninya

Beras Hitam Organik Meski buruk rupa, tapi kaya manfaat kesehatan. Tidak mengherankan, bila peminat Beras …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *