Home / Celah / Omsetnya Seharum Aromanya
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Omsetnya Seharum Aromanya

Kerajinan Akar Wangi

Akar wangi, bagi masyarakat Cina melambangkan panjang umur, bagi masyarakat umum dianggap sebagai tanaman yang wanginya tidak pernah hilang, dan bagi pengrajinnya (perlahan namun pasti) memberi omset yang tidak kalah harum dengan aromanya

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

e-preneur.co. Akar wangi atau andropogon zizanioides sudah dikenal sejak lama sebagai pengharum pakaian, kain batik, atau keris yang disimpan di dalam lemari.Di samping, sebagai pengusir kehadiran tikus dan kecoa.

Seiring dengan berjalannya waktu, tanaman yang tumbuh subur di Garut, Jawa Barat, ini dikreaksikan oleh Suparman menjadi suvenir berbentuk berbagai binatang berukuran mungil (baca: boneka, red.). Sehingga, tampak unik, menarik, dan tidak mengotori almari.

“Awalnya, saya hanya ingin membantu para IbuRumah Tangga di sekitar sini, yang kebetulan secara ekonomi tergolong tidak mampu. Lalu, muncul ide untuk membuat kerajinan dari akar wangi. Ternyata, tanggapan mereka sangat baik.Demikian pula, dengan masyarakat konsumen saya,” kata Suparman, yang memulai usaha ini sejak tahun 1989 di workshop sekaligus rumahnya di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Usaha kreasi seni akar wangibisa mendatangkan laba hingga 100%

akar wangi-1Untuk bahan bakunya, Suparman mengambilnya dari Garut. “Ini bukan masalah akar wangi dari Garut lebih berkualitas daripada yang dari Yogya, misalnya.Tapi, cuma masalah hemat biaya,” ujarnya. Sekadar informasi, harga akar wangi dari Garut lebih murah ketimbang yang dari Yogya.

Setiap kali berbelanja, Suparman membeli 500 kg−1 ton. Sementara dari setiap kilogram tanaman yang dapat disuling menjadi minyak sebagai bahan dasar pembuatan parfum dan kosmetika ini, setiap hari dapat diproduksi 200 boneka berukuran sekitar segenggaman tangan atau lima boneka berukuran cukup besar, dengan peralatan yang sangat sederhana seperti lem, benang, dan gunting.

Dengan demikian, dibantu “karyawati dan karyawannya”, setiap bulan ia mampu memproduksi sekitar 1.000 produk berbagai ukuran. Dan, untuk setiap buah karya mereka, para “karyawati dan karyawan” tersebut mendapat uang lelah.

“Sehari, satu ‘karyawati’ saya mampu memproduksi 10 boneka berukuran kecil, sedangkan yang ‘karyawan’ bisa membuat satu boneka berukuran besar,” ucap Suparman, yang mengombinasikan kreasinya dengan bahan-bahan lain seperti kerang, gedebog (pelepah, red.) pisang, tali tambang, eceng gondog, dan batok kelapa agar tampak lebih menarik.

Selanjutnya, ia menjual boneka-boneka tersebut ke berbagai toko suvenir di Jakarta dan Bali. Selain itu, ia juga menerima pesanan dari Batam, Dilli, Cina, dan Korea, serta Amerika. Bahkan, pria yang memulai usaha ini dengan modal Rp25 juta juga pernah memenuhi pesanan dari Malaysia, berupa 1.000 sajadah akar wangi seukuran tubuh.Tidak mengherankan, jikadari usaha kreasi seni akar wangi ini, Suparman bisa mendapatkan laba hingga 100%.

Check Also

Banyak Peminatnya

Rental Portable Toilet Kehadiran toilet umum—terutama yang bersih, nyaman, wangi, dan sehat—menjadi salah satu kebutuhan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *