Home / Agro Bisnis / Si Bandel yang Banyak Peminatnya

Si Bandel yang Banyak Peminatnya

Jamur Tiram

jamur tiram 2Awalnya dianggap hama, tapi begitu diketahui banyak sekali manfaatnya, serta hasil panennya mudah dijual dan dapat diolah menjadi aneka makanan, para petani pun beramai-ramai membudidayakan jamur tiram. Sekali pun masih dalam skala rumah tangga

e-preneur.co.Tak kenal, maka tak sayang. Begitulah kira-kira gambaran hubungan antara manusia dengan jamur. Sebelum para petani jamur, khususnya jamur tiram, mengetahui (berdasarkan penelitian) bahwa jamur yang berbentuk seperti tiram ini mengandung protein tinggi, berkhasiat untuk mengurangi kolesterol, memperbaiki fungsi syaraf dan metabolisme tubuh, menstabilkan suhu tubuh mereka yang tinggal di daerah dingin, menghindarkan risiko kanker, serta mengencangkan kulit dan mengelupas sel-sel kulit mati pada wajah (Mustika Ratu mengolahnya menjadi krim pelembab wajah, red.), mereka hanya menganggap “tumbuhan” ini sama dengan hama.

Namun, kala budidaya jamur yang bernama Latin Pleurotus Ostreatus ini diperkenalkan kepada para petani di Jawa Barat pada tahun 1990, dalam waktu singkat, ia mendapat sambutan positif. Sekitar tahun 1995, mereka, khususnya para petani di kawasan Cisarua yang semula merupakan petani bunga dan peternak ayam, beralih menjadi petani jamur tiram.Meski, masih dalam skala rumah tangga.

Jamur tiram termasuk jamur bandel. Karena, tetap tumbuh subur meski diusik oleh kehadiran jamur-jamur lain yang tidak diinginkan, yang biasanya ikut tumbuh dalam penanaman jamur

Dalam perkembangannya, beberapa “industri” berskala rumah tangga yang kebetulan masih bersaudara ini, bersatu hingga terbentuk CV dan memiliki badan hukum. Salah satunya, CV Citi Mandiri yang didirikan oleh kakak beradik HM Kudrat Slamet dan Eden pada 1996.

jamur tiram 3Mengapa jamur tiram? Menurut Ns. Adiyuwono, petugas di bagian pelatihan Masyarakat Agribisnis Jamur Indonesia (MAJI), jamur yang berwarna putih kekuningan atau putih kecokelatan ini bila dibandingkan dengan jamur kuping, misalnya, lebih mudah dibudidayakandan lebih tahan terhadap bakteri. Selain itu, termasuk jamur bandel.Karena, tetap tumbuh subur meski diusik oleh kehadiran jamur-jamur lain yang tidak diinginkan, yang biasanya ikut tumbuh dalam penanaman jamur.

Hasilnya pun mudah dijual untuk dikonsumsi.Lantaran, cocok dengan lidah semua orang dan dapat diolah menjadi aneka makanan dengan rasa seperti tiram atau daging ayam. “Dalam penjualannya, jamur tiram melampaui jamur merang,” ujar Adiyuwono.

Dalam penanaman jamur, dia melanjutkan, selalu dibutuhkan penyiraman secara teratur.Tapi, tanpa disiram pun jamur yang satu ini tetap bisa tumbuh. “Di samping itu, secara teori, jamur tiram hanya dapat tumbuh di lahan yang terletak 700 m di atas permukaan laut.Faktanya, di sini (Cisarua, red.) yang lokasinya hanya 400 m di atas permukaan laut, dia tetap bisa tumbuh,”ucapnya.

Di Kecamatan Cisarua, terdapat sekitar 300 pengusaha jamur tiram. Selain menjual dalam bentuk segar, jamur yang berwarna putih, cokelat, abu-abu, pink, dan kuning ini juga mereka olah menjadi keripik, kerupuk, minuman energi, dan campuran makanan atau minuman.

Sekadar informasi, perbedaan warna pada jamur yang dalam Bahasa Inggris disebut oyster mushroom ini berimbas pada perbedaan rasa dan harga jual. Misalnya jamur tiram cokelat yang dirasa lebih lezat daripada yang putih, dijual dengan harga Rp500–Rp1.000/kg lebih mahal.Harga jamur inijuga akan melonjak, bila dijual ke luar Pulau Jawa.

Namun, dibandingkan dengan jamur-jamur lain, jamur tiram terbilang paling murah. Sebab, sifat bandelnya membuat ia lebih mudah ditanam dan dipanen. 30 hari setelah bibit dimasukkan ke dalam baglog atau media tanam (yang berisi campuran serbuk gergaji atau kayu, dedak, bekatul, atau tepung jagung, kapur, dan air yang dimasukkan ke dalam plastik berukuran 1 kg), ia akan tumbuh. 10–15 hari kemudian dapat dipanen untuk pertama kalinya. Untuk pemanenan berikutnya, menunggu 1–2 minggu kemudian.

“Dari 10 ribu media tanam, kita bisa memanen 15–10 kg/hari. Sedangkan setiap media tanam dapat dipanen 4–8 kali,” katanya. Di samping itu, walau tergolong makanan berkhasiat, jamur tiram belum sememasyarakat tahu atau tempe.

Meski begitu, dalam kapasitas kecil, jamur tiram kini menjadi salah satu bahan baku fitofarmaka. “Prospeknya masih bagus kok. Buktinya, jumlah petani jamur tiram kini meningkat bak jamur di musim hujan. Apalagi, bila dilihat, jamur tiram yang sudah dikenal masyarakat di sini sejak 15 tahun lalu, sampai sekarang masih banyak peminatnya. Saya yakin, jamur ini juga dapat dijadikan komoditas,” ujar HM Kudrat Slamet.

CV Citi Mandiri sendiri lebih banyak menyediakan media tanam kepada petani, di samping menjual jamur tiram segar dan membuat keripik. “Karena, dalam penjualannya lebih mudah,” kilah Ketua Umum MAJI ini.

Selain itu, telah terjadi pembagian tugas terhadap para “industriawan” ini berdasarkan lokasi.Misalnya, industri hulu bertugas pada pembibitan, industri tengah pada pembudidayaan, dan industri hilir pada perdagangan dan pengolahan pasca panen. “Meski hampir tidak pernah memanen, tapi dalam sehari setidaknya dua kuintal jamur segar bisa kami hasilkan,” tambahnya. Sebagai informasi, di dalam MAJI terdapat pedagang, pengusaha, petani, pakar, dan penghobi jamur tiram.

Dulu, ia melanjutkan, CV yang dibangun dengan modal Rp30 juta di atas lahan seluas 0,5 ha ini di samping menyediakan media tanam, juga mengadakan pembibitan, pembudidayaan, pemanenan, hingga penjualan. “Bahkan, saya memiliki dua lapak di pasar induk Bogor,” kisahnya.

Dalam pemasarannya, CV yang berlokasi di Jalan Kolonel Masturi, Kampung Cijanggel, Cisarua, Bogor, ini menyebarluaskan jamur yang biasanya tumbuh di kayu lapuk ini ke Bogor, Bandung, Jakarta, Serang, Tasik, Cirebon, Lampung, dan Ujung Pandang.

 

Catatan:

Bila Anda berminat bisnis budidaya jamur tiram, berikut tipsnya:

  • Sediakan lahan yang mampu menampung 20 ribu media tanam (skala rumah tangga) atau 40 ribu media tanam (skala usaha). Media tanam dapat ditumpuk dalam tempat berbentuk rak. Dengan kapasitas itu, bisa dihasilkan 50–80 kg jamur tiram/hari.
  • Untuk kualitas terbaik, sebaiknya menggunakan air tanah.

Bibit kualitas tiga cocok untuk skala rumah tangga. Satu bibit dapat digunakan untuk 30-40 media tanam. Sementara bibit kualitas terbaik yang harganya jauh lebih mahal, biasanya dihasilkan dari campuran biji-bijian seperti jagung, cantel, gandum, sorgum, atau tepung menir.

Check Also

Menyehatkan Konsumennya, Menguntungkan Petaninya

Beras Hitam Organik Meski buruk rupa, tapi kaya manfaat kesehatan. Tidak mengherankan, bila peminat Beras …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *